Menu

Pemkab Sleman tutup 26 toko modern

  Dibaca : 330 kali
Pemkab Sleman tutup 26 toko modern
GENEVA, SWITZERLAND - SEPTEMBER 19, 2015: interior of Migros supermarket. Migros is Switzerland's largest retail company, its largest supermarket chain and largest employer

Sleman/Jogja Rakyatbicara.co.id – Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta telah menutup 26 toko modern berjejaring nasional karena menyalahi aturan dan belum melengkapi izin operasiobal.

“Sampai dengan akhir 2017 ada sebanyak 26 toko modern yang ditertibkan, sedangkan pada 2018 ini ada enam toko modern yang akan ditertibkan atau ditutup operasiobnalnta,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman Tri Endah Yitnani, Jumat.

Dia akan terus menegakkan aturan perizinan dalam operasional toko modern berjejaring nasional dengan menutup sejumlah toko modern yang tidak memiliki kelengkapan izin.

“Dari total 201 toko modern berjejaring nasional yang telah beroperasi, baru 19 yang memiliki izin,” katanya.

Ia mengatakan toko modern yang ditutup paksa karena melanggar Perda Nomer 18 Tahun 2012 tentang Toko Jejaring Modern.

“Meski sudah berulang kali diterapkan langkah represif, namun masih banyak toko modern yang melanggar perizinan. Dalam mengatasi persoalan ini Pemkab Sleman tidak semata melakukan upaya paksa namun juga langkah preventif dengan memberikan pendampingan,” katanya.

Tri Endah mengatakan toko modern yang menjadi sasaran pendampingan tersebut tersebar hampir merata di berbagai wilayah kecamatan.

“Kegiatan pendampingan semacam ini tiap tahun diadakan. Namun karena keterbatasan tenaga, pemilihan sasaran pendampingan dilakukan berdasar pertimbangan tingkat pelanggaran.

Ia mengatakan pendampingan dipilih yang rangkingnya paling rendah yakni pelanggarannya sedikit. Setidaknya dikawal yang sudah punya ijin mendirikan bangunan (IMB) dan izin gangguan (HO) sehingga hanya kurang melengkapi beberapa persyaratan seperti izin usaha toko modern (IUTM).

“Juga perlu diperhatikan tentang kemitraan UKM. Mengacu Perda Nomer 7 Tahun 2006, pengusaha pasar moderen dan toko modern harus menjalin mitra dengan pelaku usaha kecil. Dibutuhkan kesiapan dari pihak UKM agar bisa sesuai dengan rencana kemitraan,” katanya

 

Sumber : Antara

Editor:
Tags
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional