Menu

Equalitas Polisi dan BPN Di Pertanyakan?!

  Dibaca : 268 kali
Equalitas Polisi dan BPN Di Pertanyakan?!

Patuan Angie Nainggolan Mempertanyakan equalitas Polisi dan BPN terkait masalah pengembalian batas tanah 

Jakarta, Rakyatbicara.co.id – Ahli waris Kaiman Bin H.Siar pemilik tanah 8000 M yang beralamat di Ujung Karawang RT 10/005 Kel. Pulo Gebang Kec. Cakung Jakarta Timur sebelumnya melaporkan ke pihak kepolisian  dengn nomor 07/K/1/2016/Rest.JT terkait Pemalsuan surat dan menempatkan keterangan palsu kedalam akta otentik.

Kuasa Hukum Pelapor, Patuan Angie Nainggolan, SH bahwa kliennya melaporkan pada tahun 2016 namun dari pihak polisi tidak ada tindak lanjutnya, jelasnya kepada awak media di Lokasi Tanah Pemilik Ujung Karawang Jakarta Timur, Kamis (19/4).

” tahun 2016 saja klien kami laporkan belum ada tindak lanjut kenapa pada tahun 2018 ada laporan langsung di tidak lanjuti, ada apa ?” ungkap Patuan.

Patuan memaparkan Pada laporan tahun 2016 dengan nomor 07/K/1/2016/Rest.JT bahwa telah terjadi tindak pidana Pemalsuan Surat dan menempatkan Keterangan Palsu ke dalam akta otentik yang di lakukan oleh terlapor Siti Bahriatin.

Lanjutnya, kronologis kejadian bahwa terlapor menjual tanah pelapor dengan memalsukan surat, dan menempatkan keterangan palsu ke dalam akta otentik akte jual beli No.192, 1922, 1923 tahun 2006. Dengan nomor girik no.1659 tahun 2005.

Adanya kejadian tersebut pelapor merasa di rugikan kemudian melaporkan kejadian ini ke Polres Metropolitan Jakarta Timur guna pengusutan lebih lanjut.

Hampir 1 tahun 6 bukan perkara ini tidak di tindak lanjuti tiba- tiba ada pemberitahuan dari pihak kepolisian dengan nomor B/3469/IV/2018/Res.JT dengan prihal Pemberitahuan untuk Pengembalian Batas Bidang Tanah.

” Di sini pihak penyidik tidak profesional,” tegas Patuan.

Menurut Patuan, atas landasan apa mereka pengembalian batas bidang tanah? Jelas- jelas perkara ini masih dalam proses peradilan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur dengan nomor perkara No.262/PDT.G/2017/PN. JAKTIM, ungkapnya

” Perkara ini masih proses di Pengadilan dan masuk ke agenda pembuktian, jadi atas dasar apa BPN dan Kepolisian melakukan pengembalian batas tanah? Ada apa?, tegas Patuan.

Lebih lanjut, dalam perkara ini kita juga sudah berkirim surat ke pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN ) Jaktim terkait surat permohonan meminta keterangan tentang SHM. 177/Bks/75 atas nama Moh.Rosoeis dengan luas 5060M2.

Sebelumnya beralamat Bhayangkara Bekasi Jawa Barat (sebelum pemekaran) yang sekarang menjadi jln.Komarudin Ujung Karawang Rt/Rw 010/005 Kel. Pulo Gebang Kec.Cakung Jakarta Timur, imbuh Patuan.

Yang menjadi pertnyaan, sambung Patuan ” Apakah Sertifikat yang di maksud terdaftar dan sesuai dengan buku tanah Pada saat peralihan dari Kabupaten Bekasi ke BPN Jakarta Timur, karena bnyak kejanggalan- kejanggalan pada sertifikat tersebut.

Padahal tanah yang di maksud tersebut masuk dalam aplikasi Bekasi, Kenapa BPN larinya ke wilayah DKI Jakarta. tutupnya. (Rudi/Eva)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!




Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional