Menu

Residivis Dan Bandit Jalanan Ditembak Timah Panas Oleh Polisi

  Dibaca : 169 kali
Residivis Dan Bandit Jalanan Ditembak Timah Panas Oleh Polisi
JAKARTA – RakyatBicara.co.id
Langkah kaki, DJS, 27, tak lagi sempurna setelah Residivis pembunuhan dan perampokan harus terluka usai timah panas polisi menembus betis kirinya.
Nasib DJS terbilang beruntung, polisi masih mengasihinya, ia hanya terluka di kaki meskipun dirinya tersangkut kasus bandit dan pemerkosaan. Padahal dua korbanya, BSN, 33, dan MT, 20, masih tampak shock.
“Ketika menangkapnya dia melawan, dan kami sempat melepaskan tembakan peringatan, sebelum akhirnya kami menidak tegas,” ucap Kapolsek Kelapa Gading, Kompol Martua Silitonga, Selasa (14/8/2018).
Bersama dengan rekannya, BSJ, 20, keduanya menyisir jalanan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Bermodal tampang garang dan badan bertato naga, keduanya kemudian merampok jalanan. Sepasang kekasih, BSN, dan MT, menjadi korbannya saat melintas di Pintu 3 Pertamina, Jalan Yos Sudarso, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Sabtu (11/8/2018) lalu.
Kala itu, oleh DJS, keduanya di tuduh pasangan selingkuh lantaran BSN dianggap telah beristri. MT yang kala itu ketakutan lari menghindari tempat kejadian, BSN kemudian mengejar DJS dan MT. Kesempatan itu diambil alih BSJ yang kemudian membawa kabur motor Jupiter milik BSN.
“Korbannya sempat di pukul. MT dipaksa ikut oleh DJS, sementara BSN mengambil motor korbanya. Setelah kejadian itu korbannya BSN lapor ke kami,” ucap Martua.
Martua sendiri melanjutkan, dalam ketakutan MT tak bisa berbuat banyak. Ia hanya pasrah ketika DJS membawanya ke kontrakannya di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur. Di kontrakan berukuran 4×5 meter itu, MT di paksa berhubungan badan secara bergilir.
Tak lama kemudian, pelaku lainnya, BSJ datang membawa motor korbannya, ia kemudian memaksa MT untuk meneruti nafsu bejatnya. Karena takut, MT kemudian pasrah tubuhnya digerayangin keduanya.
“Menjelang pagi, MT kemudian diantarkan oleh pelaku ke rumah,” jelas Martua sembari menjelaskan MT sempat shock dan berdiam diri di pojokan rumah.
Kesaksian MT kemudian menjadi temuan awal kasus ini. Usai memeriksa MT dan melakukan olah tkp polisi kemudian memburu pelaku.
Kanit Reskrim Polsek Kelapa Gading, AKP Fokky Sagala mengatakan perburuan keduanya dilakukan, dalam kurun waktu 24 jam. DJS tertangkap di kosannya di kawasan Rawamangun, Minggu (12/8/2018) pukul 19.30. Ia sempat melawan dan melarikan diri sebelum akhirnya timah panas melempuhkannya.
Dari keterangan DJS, polisi kemudian menangkap BSJ bersama dengan motor Jupiter curiannya. Keduanya kemudian di giring polisi ke polsek kelapa gading.
“Kasusnya kini dilakukan terpisah. Curasnya (pencurian dan kekerasaanya) ditangani oleh kami. Sementara Pemerkosaanya ditangani unit PPA Polres,” tambah Fokky sembari mengatakan MT masih sekolah di salah satu SMK Jakarta.
Kasus kriminal yang menimpa keduanya bukanlah hal yang baru. DJS sendiri merupakan residivis pembunuhan dan perampokan. Ia pun sempat menjalani hukuman bertahun – tahun sebelum akhirnya bebas pada Desember 2017 lalu.
Sementara rekannya, BSJ diketahui sempat menjalani hukuman penjara lantaran kedapatan membawa benda tajam. Ia pun baru bebas usai lebaran 2018 lalu. Keduanya kemudian menjadi begal dengan modus menuding korbannya sebagai pasangan selingkuh atau mesum.
Meski pun korbanya, MT masih duduk di kelas tiga disalah satu SMK Jakarta. Namun, Fokky menegaskan kasus ini tidak masuk dalam peradilan anak, mengingat korbannya telah berumur lebih dari 18 tahun. “Dalam sistem peradilan anak. Selama dibawa 18 tahun, kami bisa melakukannya,” tegas Fokky.
Kini akibat perbuatanna keduanya terancam hukuman penjara maksimal 24 tahun lantaran dianggap telah melanggar pasal 365 KUHP ayat 2 (2) tentang pencurian dan kekerasan, serta pasal 285 KUHP tentang pemerkosaan. (Wbo)
Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!




Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional