Menu

Masyarakat Bojong Koneng Dan Keluarga H. Agus Buat Surat Terbuka Kepada Presiden RI

  Dibaca : 541 kali
Masyarakat Bojong Koneng Dan Keluarga H. Agus Buat Surat Terbuka Kepada Presiden RI

CIBINONG – RakyatBicara.co.id
Dugaan kasus penyerobotan dan pemalsuan dokumen tanah yang menyeret Kepala Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Agus Syamsudin, menarik perhatian publik. Pasalnya, massa pendukung dan elemen masyarakat di wilayah tersebut meminta kepada Presiden RI, Joko Widodo melalui surat terbuka untuk melepaskan orang nomor satu di Bojong Koneng tersebut. Seperti surat ungkapan yang tertuang untuk Bapak Presiden RI.

Kepada Yth:
Bpk Presiden RI
Ir. H. Jokowi Dodo
DI manapun Berada

“Catatan ini Mewakili keinginan hati nurani kami Keluarga besar H. Agus Syamsudin selaku kepala Desa kami, Seluruh Perangkat Desa, Aparatur Pemdes, Lembaga Kemasyarakatan Desa, Tokoh Agama/pemuda dan seluruh Warga Masyarkat Desa Bojong Koneng Khususnya serta Se-Kecamatan Babakan Madang Pada Umumnya yang sangat rindu dan berharap ada keajaiban dari pemerintahan pusat dalam proses hukum untuk kades kami.

Sebelumnya kami ucapkan terima kasih banyak kepada pak presiden dan pemerintahan pusat maupun daerah atas segala Kebijakan Program yang ada Sangatlah Tepat Sasaran dan Hal Tersebut Merupakan Kebahagian Tersendiri Bagi Kami Masyarakat Desa.

Namun Disela Sela Kebahagian ini Tergores lah Duka Yang Mendalam Bagi Kami Yang sudah Bertahun2 Menikmati Kepemimpinan Kades Kami, mengapa demikian?? Karena sangatlah sulit dipercaya begitu singkatnya proses hukum yang terjadi meskipun itu telah terjadi kami tetap menjungjung tinggi penegakan hukum yang ada demi tercapainya keadilan sosial bagi seluruh masyarakat indonesia.

Dan satu hal yang sangat kami sesalkan seperti sulitnya proses penangguhan tahanan yang ada padahal sudah kami laksanakan segala sesuatunya sesuai dengan prosedurnya malah bila perlu kami selaku warga masyarakat Desa siap menjadi jaminan dan mengawal kades kami.

PROSES HUKUM apa yang di alami kades kami jadi tepatnya pada 06 Agustus 2018 kades kami ditetapkan sebagai Tersangka dan pada 14 agustus 2018 telah ditetapkan Sebagai Terdakwa.

Semuanya berawal dari proses jual beli tanah seluas 242 meter persegi pada tahun 2012 antara H. Nurdin selaku penjual dengan Temas selaku pembeli dan telah dibuatkan AJB dengan kesepakatan harga transaksi Rp.120.000 (Seratus dua puluh ribu rupiah per meter) kegiatan tersebut terjadi sebelum kades kami menjabat, jadi wajar saja kalo beliau tidak mengetahui apa yang terjadi.
Singkat cerita.

Namun pada saat kades menjabat Sesuai dengan pengakuan beliau kepada pihak keluarga dan rekan-rekannya dimana pada suatu hari datanglah seseorang warga yang mengajukan permohonan pelayanan khusus dalam pengajuan sertifikat sesuai dengan tupoksi yang ada pemohon dilayani oleh kasi pemerintahan dan dilakukan pemeriksaan dokumen serta riwayat perjalanannya sesuai buku register, Buku letter C Desa serta penentuan klas objek tanah tersebut berdasarkan data peta persil Desa karena proses jual beli objek tanah tersebut terjadi pada tahun 2012 dimana yang kami cerita kan di awal sebelum kades H. Agus syamsudin menjabat.

Menurut beliau sehingga perlu dilakukan Verifikasi berkas agar tidak menimbulkan kekeliruan yang tidak mendasar pada ketentuan tertib admnistrasi serta kebenaran berkas dan suatu objek tersebut.

Setelah selesai proses pemeriksaan ternyata ditemukan kekeliruan penulisan klas lokasi objek tanah yang ada dalam berkas tersebut sehingga perlu adanya perbaikan yang berdasarkan data register buku tanah di Desa.

Berkas tersebut pun selesai dilakukan perbaikan berkas tersebut masuk ke meja pa kades dan ditanda tangi karena sesuai SOP.

Dan sewaktu di tanda tangani berkas riwayat tanah yang bermaksud permohonan sertifikat kades tidak mengetahui bahwa tanah tersebut sudah HGB yang di miliki oleh salah satu perusahaan Swasta pada akhirnya beliau mengetahui hal tersebut setelah masuknya berkas ke BPN dan dilakukan pengukuran hingga timbullah keterangan HGB.

Serta menurut hasil pengecekan salah satu perangkat Desa nya yakni kasi Pemerintahan Desa yang memang bertugas dalam administrasi Pertanahan tersebut bahwa perbaikan persil sudah sesuai dengan lokasi dan peta persil karena lokasi persil awalnya 1 d itu berada pada kanan jalan dan persil 2 b d kiri jalan dan berdasarkan keterangan saudara H. Nurdin (Selaku Penjual) menurutnya H. Anwar selaku orang tua nya membeli tanah dari Maryati binti Sairin dan perbaikan administrasi tersebut sesuai dengan kewenangan Desa berdasarkan hak asal-usul yang tertuang dalam PP nomor 72 th 2005.

Penertiban Administrasi yang baik dan dalam hal ini juga seharusnya ada uji materil dari SPH- SPH perusahaan yang mengklaim memiliki tanah tersebut, dan pengecekan bidang lokasi mana yg dimiliki H. Nurdin dan mana yang dimiliki Kosih Janin.

Dan satu hal lagi yang perlu di garis bawahi kades tidak pernah menerima uang dari pernomohan sertifikat yang di diajukan Saudara Pemohon. Jadi ini tuduhan terhadap kades sangat kabur.

Padahal dalam penglihatan Kacamata masyarakat mengenai program-program pemdes selama kades menjabat sangat berjalan baik dan menginspirasi masyarakat untuk menumbuhkan nilai semangat swadaya dan gotong-royong dari mulai pengajuan SMPN 2 Babakan Madang, menganti garapan dari swadaya masyarakat.

Pembebasan pelebaran jalan pemda bersama warga sepanjang 5 kilometer, mendirikan Bumdes program pemerintah pusat kampoeng wisata desa dan wisata offroad, program surat tanah gratis, kerjasama dengan RT dan RW akte kelahiran gratis kerjasama dengan Disdukcapil Kabupaten Bogor, program de mapan pembudidayaan pisang juara 1 se-Kabupaten Bogor, program capaian kinerja selama 5 tahun terus selalu d jalankan.

Kades sebelum dan sesudah menjabat terus menggalakan penghijauan dilingkungan masyarakat dan hutan banyak hasil kinerja, beliau yang sampai saat ini dapat di nikmati orang banyak baik dalam desa maupun luar Desa bahkan sampai mengundang daya tarik PM AUSI.

Begitu loyalitasnya Kades kami dengan bentuk pertanggungjawaban jabatan dan waktu demi kesejahteraan serta memajukan nilai ekonomi, wawasan pendidikan masyarakat Desa, sangat sakit rasanya kami ketika mendengar begitu banyak berita yang memojokan kades kami dengan dugaan dugaan yang hanya akan memecah belah kepercayaan publik terhadap kepimpinan kades tanpa mengetahui siapa sosok kades kami sebenarnya dimata masyarakat Desa maupun keluarga.

Dengan dasar itu, kepada Bapak Presiden, kami yakin bapak mengerti dan Memikirkan Kami untuk Bagaimana caranya kami dapat melihat kembali kades kami beraktivitas seperti biasanya semoga keinginan dan harapan kami terealisasikan, Cobalah Pak ? Kami Sangat Berharap dalam Kepemimpinan Bapak ini Ada Keajaiban suatu kebijakan Bagi kades kami meskipun hanya berupa penangguhan penahanan sehingga kades kami mampu memberikan pelayanan maksimal kembali ke seluruh masyarakat Desa Bojong Koneng.

Pak Presiden, mohon maaf mungkin terlalu banyak yang kami Sampaikan Karena Ini Hanya Sebagian kecil rintihan batin kami.

Mudah-mudahan Bapak Mendengar, Melihat, dan Merasakan Keluh Kesah Kami serta Mempertimbangkan segala sesuatunya.

Bila memang dianggap perlu kami Berdemo di Jalanan Dengan Tujuan dan Keinginan yang sama mengenai hal ini mungkin akan kami laksanakan tapi kami yakin pak presiden dan seluruh kabinet kerjanya dapat mewujudkan harapan kami.

Hormat Kami keluarga serta warga masyarakat Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor. (Red).

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!




Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional