Menu

DPRD Sulteng Desak Pemda Segara Sosilisasikan Konsep Desain Bangunan Ramah Gempa 

  Dibaca : 163 kali
DPRD Sulteng Desak Pemda Segara Sosilisasikan Konsep Desain Bangunan Ramah Gempa 
Muhammad Masykur Ketua Fraksi Nasdem DPRD Sulteng
Palu, Rakyatbicara.co.id – Ketua Fraksi NasDem DPRD Sulawesi Tengah, Muhammad Masykur mendesak pemerintah daerah (Pemda) agar segera mensosialisasikan konsep dan konstruksi bangunan ramah terhadap gempa khususnya bagi bangunan rumah warga.
Sosialisasi konsep desain ini sangat diperlukan, sebagai bagian dari upaya merekonstruksi wilayah Sulawesi Tengah terutama di wilayah yang terpapar langsung bencana  gempa, tsunami dan likuifaksi pada tanggal 28 September 2018.
Dampak Gempa Di Desa Jono Oge Kec. Biromaru Kab Sigi, (Rakyatbicara.co.id).

Dampak Gempa Di Desa Jono Oge Kec. Biromaru Kab Sigi, (Rakyatbicara.co.id).

Bencana gempa, tsunami dan likuifaksi tersebut jadi pelajaran berharga bagi semua kita. Tidak ada lagi yang bisa ditutupi, Semua informasi dan hasil riset yang dulunya hanya sekadar dijadikan bahan informasi bagi pemerintah, kini sudah jadi fakta, Unjar Masykur. Kamis (18/10/2018).

Lanjut Masyur mengatakan, Pasca tanggap darurat, di masa rehabilitasi dan rekonstruksi nanti salah satu yang mendesak dilakukan adalah bagaimana mengimplementasi secara merata ke warga,sehingga sampai ke pelosok daerah mengenai konstruksi bangunan yang tidak lagi dibuat suka-suka, baik bangunan fasilitas publik maupun bangunan hunian milik warga, termasuk lokasi aman untuk bangun rumah.

Menurutnya, saat ini tugas pemerintah daerah tidak hanya sebatas mendata berapa rumah warga yang rusak akibat bencana. Sebagaimana tercatat saat Ini, akibat gempa sebanyak 68.451 rumah warga rusak di Kota Palu, Kabupaten Donggala dan Sigi. serta kurang lebih 400-an bangunan milik negara dan fasilitas rumah ibadah yang hancur, kata Masykur.

“Saya kira tidak cukup sampai di kerja pendataan dan maping wilayah layak aman hunian. Tetapi yang juga urgen dilakukan adalah segera mendesain dan konstruksi bangunan yang ramah terhadap gempa. Jadi tidak hanya sampai pada soal pemberian izin IMB dan sebagainya sembari berharap pendapatan asli daerah (PAD) dari sana”.
Kata Masykur, saat ini menjadi momentum yang pas bagi semua pihak, khususnya pemerintah daerah  memulai melakukan perubahan paradigma model pembangunan yang terintegrasi dalam sistem mitigasi bencana. (ardi/Red).
Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!




Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional