Menu

Musim Hujan, WaliKota, Camat, Lurah DKI Dilarang Cuti

  Dibaca : 156 kali
Musim Hujan, WaliKota, Camat, Lurah DKI Dilarang Cuti
Jakarta, RakyatBicara.co.id – Memasuki musim penghujan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melarang walikota, Camat dan Lurah mengambil cuti.
Masuk musim penghujan mereka harus siap siaga di wilayahnya masing-masing untuk mengantisipasi genangan air dan banjir yang mungkin terjadi saat hujan deras.
Sementara Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Saefullah mengatakan selama musim penghujan, pejabat wali kota, camat dan lurah harus memperhatikan lingkungannya. Tidak boleh ada saluran air seperti selokan, got dan drainase lainnya yang terhambat oleh sampah sehingga mengakibatkan genangan air dan banjir.
“Makanya, walikota, camat dan lurah tidak boleh cuti. Kalau sampai cuti di musim penghujan, kita akan evaluasi kinerjanya,” kata Saefullah di Balai Kota DKI, Jakarta, selasa (20/11).
Pada musim penghujan diperkirakan curah hujan tinggi akan terjadi pada 22 Februari. Pada saat itu, air pasang laut sedang tinggi-tingginya. Sehingga dikhawatirkan akan terjadi banjir akibat hujan dan Rob atau air pasang laut.
“Hingga sampai sekarang apa yang diramal BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) masih cocok-cocok saja. Kalau dibilang timur lebih lebat, benar. Puncaknya, 22 Februari. Hujan di atas sana tinggi. Di Jakarta tinggi, lautnya naik,” ujarnya.
Dengan demikian, walikota, camat dan lurah harus siap siaga untuk memberikan laporan tiap hari. Bahkan mereka sudah harus siap siaga mulai tanggal 12 hingga 29 Februari. Pemprov DKI tidak mau lagi kecolongan terjadi banjir besar di Ibu Kota, ujarnya.
“Meski puncaknya 22 januari tapi dari tanggal 12 sampai 19 Februari mereka harus siap siaga. Lurah harus memberikan laporan tiap hari di bawah jam 12 siang,” terangnya.
Untuk mengantisipasi banjir, pihaknya terus membangun koordinasi antara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI baik di tingkat pusat, provinsi maupun kotamadya.
“Walikota, Camat, dan Lurah sudah tahu semua. Mudah-mudahan tidak terjadi banjir. Kan perintah Gubernur sangat jelas, turunkan permukaan air di waduk-waduk dengan cara dipompa lalu diturunkan sampai level paling rendah. Kalau ada hujan deras di jakarta kan langsung mengalir langsung ke danau. Teorinya begitu, karena itu pompa dipastikan harus selalu bagus dan listriknya ada,” terangnya. (Red/hdr).
Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!




Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional