Menu

Kampung Pro Klim Sunter Jaya Akan Diadopsi di Seluruh Kelurahan di Jakarta Utara

  Dibaca : 186 kali
Kampung Pro Klim Sunter Jaya Akan Diadopsi di Seluruh Kelurahan di Jakarta Utara
Jakarta, Rakyatbicara.co.id – Kesuksesan warga Rw 01 Kelurahan Sunter Jaya, Tanjung Priok, Jakarta Utara dalam menciptakan kampung progasi (Proklim) boleh diacungi jempol. Keberhasilan tu pun semakin dilirik untuk diadopsi pada 31 kelurahan di Jakarta Utara.
Wakil Wali Kota Jakarta Utara Ali Maulana Hakim mengatakan, sengaja memboong beberapa paket untuk Kampung Pro Klim di Rw 01 Kelurahan Sunter Jaya, Tanjung Priok, Tujuannya agar kampung tersebut diadopsi pada setiap kelurahan dari enam kecamatan yang ada.
“Supaya bisa membuat kampung seperti ini setiap kelurahan se-Jakarta Utara. Minimal ada satu lokasi, ”kata Ali saat mengunjungi Kampung Proklim RW 01 Kelurahan Sunter Jaya, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (27/1/2019).
Kunjungan kali ini, dibahas sebagai kunjungan lanjutan dari kunjungan Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyied Baswedan, Rabu (2/1/2019) lalu. Sekaligus berdiskusi program Pro Klim yang selanjutnya dilakukan bersama masyarakat dan Pemerintah Kota Jakarta Utara.
“Kita tadi dengar pendapat atau masukan dari warga mau apa. Nanti kita lakukan bersama-sama (kolaboratif). Misalnya mereka meminta saluran yang bersih. Ayo kita jadwalkan kerja bakti. Nanti pekerjaan yang berat-berat biar dari petugas kita (pemerintah kota). Masyarakat melakukan apa yang bias dilakukan. Jadi ada kebersamaannya di situ, ”jelasnya.
Saat ini, kampung yang pernah menjuarai lomba Pro Klim dan Lomba Bersih Sehat (LBB) itu memiliki kemajuan kampung ramah pejalan kaki, perempuan dan anak. Dari 24 Rukun Tetangga (RT) yang ada, sudah ada empat RT yang menjalankan program tersebut. Salah satunya dengan membuat marka jalan bagi pejalan kaki. Sementara, RT lainya berkolaboratif antara warga dan Pemerintah Kota Jakarta Utara.
“Ini kita mau kembangi ke semua RT. Ngga bisa kita lakukan semuanya sendiri. Jadi minta kolaborasi dengan pemerintah, ”papar Deliani Poetriayu Siregar, Institut Asosiasi Perencanaan Kota untuk Kebijakan Transportasi dan Pembangunan (ITDP).
Dia mengungkapkan, seluruh kemajuan yang dibuat pada Pro Klim ini merupakan hasil patungan warga sekitar. Namun hal ini terkendala pada progres pembangunan yang lebih besar, yang tidak dapat dilakukan warga sekitar.
“Misalnya pembuatan polisi tidur. Warga bias saja membeli bahan pembuatannya, tapi kan perlu dikembalikan pemerintah untuk membuat polisi tidur yang sesuai standar aturan yang ada. Nah ini yang perlu dikolaborasikan dengan pemerintah, ”tutupnya. (wbo).
Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional