Menu

Ibunda Almarhum Yogi Andika Cari Keadilan Ke Ibukota Jakarta Untuk Bertemu Hotman Paris Hutapea

  Dibaca : 330 kali
Ibunda Almarhum Yogi Andika Cari Keadilan Ke Ibukota Jakarta Untuk Bertemu Hotman Paris Hutapea
Lampung Utara, Rakyatbicara.co.id – Belum tuntasnya kasus kematian mantan supir orang nomor satu di Lampung Utara, (Alm) Yogi Andika membuat Fitria Hartati (56) yang merupakan ibunda Alm. Yogi terus bergerak mencari keadilan atas kematian anaknya tersebut.
Wanita paruh baya ini bahkan harus pergi menginjakkan kakinya di pusat ibu kota negara (Jakarta) guna mencari keadilan atas kematian anaknya yang ia anggap masih penuh misteri (belum) tuntas. Kepergian ia ke Jakarta bukanlah tanpa alasan, melaikan kegigihan seorang ibu yang ingin sekali mencari keadilan. Hartati merasa penanganan kasus kematian putranya di Kepolisian Daerah (Polda) Lampung masih menyisakan tanda tanya, akibat  belum terungkapnya siapa saja yang terlibat bahkan siapa dalang dibalik kematian putranya yang diduga dianiaya oleh beberapa oknum orang dekat penguasa di Lampung Utara.
Di Jakarta, seperti yang sempat viral di media sosial, Hartati sempat menghadap atau mengunjungi pengacara ternama Hotman paris. Disana dia meluapkan semua keluh kesah atas kesedihan yang dialaminya serta kejanggalan penanganan kasus kematian putranya yang selama ini menjadi tulang punggung keluarga. Tak pelak, curhatan tulus dari seorang ibu ini, menarik perhatian Hotman Paris Hutapea untuk membantu penanganan kasus Yogi Andika yang diduga ada ketimpangan.
Pada beberapa waktu yang lalu, Hartati akhirnya diundang dalam acara talkshow di salah satu stasiun televisi (I news Tv) yang acaranya dibawakan langsung oleh Hotman Paris. Disitu, wanita tua (Hartati) sambil menangis meluapkan isi hatinya yang kecewa atas penanganan kasus kematian putranya. ” Saya kesini mencari keadilan atas kematian anak saya yang hingga saat ini tidak ada titik terang. Semuanya menyangkal. Kemana lagi saya harus mencari keadilan. Apakah di negara ini gak ada lagi keadilan,” lirih Hartati saat diacara itu.
Diberitakan sebelumnya, kasus kematian Yogi Andika ini sempat menyita perhatian publik di Lampung hingga beberapa aktivis dan LSM turun kejalan untuk mensupport Polda Lampung menangani kasus yang didduga melibatkan oknum orang dekat Bupati Lampung Utara  ini hingga tuntas. Lebih dari empat orang terduga melakukan penganiyaan yang beruhujung pada kematian Yogi baru satu orang yang ditetapkan sebagai tersangka yakni  Bowo salah satu ASN di Lampung Utara. Sementara yang lainnya tidak. Bahkan saksi kunci yang melihat langsung kejadian tersebut (Arnold) yang juga teman dekat Alm. Yogi sejak permasalahan ini mencuat menghilang tanpa jejak.
Menurut penuturan ibunda Yogi, kasus ini bermula sejak anaknya dituduh telah mengambil uang sebesar Rp. 25 juta. Karena merasa tidak melakukan hal itu dan takut, Yogi pergi. Sejak itu, beberapa oknum orang dekat penguasa Lampung Utara itu membuat sayembara akan memberi imbalan berupa uang sebesar Rp. 5 juta rupiah bagi siapa yang bisa memberikan informasi keberadaan Yogi. Mendengar itu, Arnold yang juga masih teman Yogi, mulai menghubungi Yogi dengan mengatakan ada peluang pekerjaan.
Mendengar tawaran itu, Yogi pun akhirnya menemui Arnold di kediamannya. Saat itulah (di rumah (Arnold) beberapa oknum  orang dekat Bupati menjemput paksa bahkan memukuli dan menyeret korban ke dalam mobil lantas dibawa ke Lampung Utara. ” Keterangan anak saya sebelum dia meninggal. Dia (Yogi) dibawa ke rumah jabatan dan dianiaya disana. Mungkin dirasa sudah mati anak saya kembali dibawa ke Bandarlampung dan dibuang atau dijatuhkan di jalan Gajah Mada Baypas sekitar pukul 01:15 WIB. Yogi sempat beberapa hari di rawat di rumah sakit tepat tanggal 15 Juli 2017 anak saya itu meninggal,” beber Hartati (LE,Hamsah).
Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional