Menu

Menteri Lingkungan Hidup Ancam Cabut Izin TPSA Yang Tidak Ikut Aturan

  Dibaca : 228 kali
Menteri Lingkungan Hidup Ancam Cabut Izin TPSA Yang Tidak Ikut Aturan

Lebak Banten, Rakyatbicara.co.id – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Republik Indonesia Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc. memberikan tanggapannya terkait pendirian Tempat Pembuangan Sampah Terakhir (TPSA) Cihara, yang berlokasi di Desa Pondok Panjang kecamatan Cihara kabupaten Lebak provinsi Banten.

Menurut Siti Nurbaya, kalo sampah harus di bedakan dengan yang lain dan harus ditangani dengan baik apa lagi jika membahayakan dan menimbulkan penyakit ke masyarakat, mereka bisa kena sangsi. Dan kalo ada perusahaan yang sudah punya izin pun bisa dicabut izinnya dan lain lain.

“Apalagi tidak ada pemberian konpensasi, maka kasih tau saya biar tim kami melakukan investigasi. Makanya kasih data dulu, kasih aja datanya ke saya,” ungkap Siti Nurbaya, kepada awak media saat hadir pada acara Festival Bogor Bersatu di Gelanggang Olahraga (GOR) Kota Bogor, Sabtu (16/3/2019).

“Dia pun mengingatkan, apabila ada oknum pemerintah yang tidak mengindahkan Undang undang Lingkungan Hidup dan Amdal, maka akan kita berikan sangsi pencabutan izinnya,” tegas Menteri.

Lanjutnya, menjadi pemerintahan yang terbuka kaitannya dengan lingkungan, mulai soal kandang ayam di pemukiman yang baunya enggak enak, sampai  masalah gede. Soal Freeport dan hal itu semua terbuka, dan rakyat bisa bicara itu bisa kita selesaikan.

Tapi hal yang paling penting adalah hal-hal yang mengganggu kepada masyarakat. konsepnya”, kalo lingkungan itu merasa terganggu bahkan masyarakat merasa terancam.

“Oleh karena itu dengan situasi dan cara Presiden Jokowi menangani dan merespon dengan cara meminta diselesaikan,” jelas Menteri.

Apalagi kemarin tanggal 26 Februari, bapak presiden memerintahkan lagi kepada saya, agar menyelesaikan pemukiman-pemukiman yang ada di dalam hutan atau pelosok.

“Artinya apa, apakah rakyat itu ada di dalam hutan atau ada dimana harus mendapatkan pelayanan publik yang sama jadi paradigmatik banget,” tandasnya.

Perlu di ketahui sebelumnya awak media melakukan konfirmasi terhadap salah seorang warga desa Pondok Panjang Lebak Banten, yang mengetahui duduk persoalan terkait tempat pembuangan sampah akhir (TPSA) Cihara. Ace Sugiri, S.Hut, mantan Kades ini mengatakan, dengan pendirian TPSA Cihara sebetulnya tidak ada yang menguntungkan untuk desa pondok panjang. Apalagi untuk menempuh perizinan yang dilakukan oleh TPSA Cihara prosesnya dulu berjalan baru izin makanya di ketawain sama saya, masa daerah saya jadi tempat pembuangan.

“Masyarakat desa pondok panjang tidak ada yang mau jadi pemulung paling pemulung itu berapa orang tapi efek negatifnya bisa dirasakan Oleh ribu orang,” ungkapnya ketika di temui di rumahnya beberapa waktu lalu, tepatnya pada tanggal (5/11/2018).

Lebih lanjut Dia menjelaskan, dulu saya pernah meminta konpensasi ketika menjadi kepala desa, intinya minta air bersih berapa Kartu Keluarga (KK). Terus konpensasi yang lainnya agar tidak bau ini menyangkut dampak di dua desa yaitu desa Pondok Panjang dan desa Citepusen. “Moto Lebak Sehat, Lebak Sehat “mana” ini lebak penyakit akhirnya.

“Kalo untuk masalah sampah bagi saya menjadi targetan karena penyakit dan mudharatnya beneran banyak nyusahin. Pemerintah ngomongnya bisaan tapi kenyataan nya palsu bohong,” ungkap Ace.

“Ketika setiap reses dulu, waktu masih jadi kepala desa, tiap reses dewan saya selalu mengajukan minta di tutup minta…di tutup, tapi kenyataanya sebesar Dewan saja kayaknya habis reses tidak dilaksanakan,” ujarnya. (Red/hdr).

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!





Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional