Menu

DisdukCapil Kab. Bogor Respon Warga Yang Sedang Koma Untuk Mendapatkan E-KTP

  Dibaca : 780 kali
DisdukCapil Kab. Bogor Respon Warga Yang Sedang Koma Untuk Mendapatkan E-KTP

Bogor, Rakyatbicara.co.id – Adanya warga kabupaten bogor yang sebelumnya di rawat di salah satu rumah sakit, Pasien yang bernama Ijan warga kampung pariuk Rt. 002 Rw. 007 Desa Nanggung Kabupaten Bogor. sedang di rawat di ruangan ICCU Rumah Sakit PMI BOGOR terkendala dengan biaya yang melambung tinggi.

Ijan dan istri dengan kesibukan sehari-hari hanya memulung dan mempunyai dua orang anak.

Dengan biaya yang melambung tinggi, keluarga pasien melanjutkan dengan membuat kartu Jaminan Kesehataan Daerah (Jamkesda), namun terkendala dengan KTP yang belum di jadikan E-KTP. Serta terkendala dalam Perekaman E- KTP, dikarnakan pasen belum melakukan perekaman E-KTP.

Maka salah satu pihak keluarga atas nama Murdi (Adik dari Ijan), melanjutkan untuk mengurus surat ke Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil (DisdukCapil) Kabupaten Bogor di Cibinong guna pelengkapan persyaratan untuk pembuatan Jamkesda.

Namun Disdukcapil terkendala dalam perekaman karna yang bersangkutan tidak dapat dihadirkan, di karnakan saudara ijan sedang koma, Ujar Murdi.

Setibanya Murdi ke disdukcapil serta di dampingi salah seorang anggota Masyarakat Pejuang Bogor (MPB) Heri Sudirman Serta menjelaskan riwayat pasien.

Dengan respon cepat, Kepala Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Dr. R H. Oetje Subagdja telah menurunkan staffnya guna melakukan perekaman E-KTP di ruang ICCU PMI Kota Bogor.

Perekaman berhasil di lakukan serta dilanjutkan dengan pembuatan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) dan di serahkan langsung oleh pihak keluarga. Namun pada hari rabu tanggal (17/4/19) pasien menghembuskan napas terakhir, Ungkap Heri Sudirman.

“Pasien dinyatakan meninggal oleh pihak rumah sakit” akan tetapi pihak keluarga kebingungan, dikarnakan keluarga masih menanggung beban tagihan yang harus dibayarkan dengan biaya perawatan mencapai Rp.34.202.000,- (tiga puluh empat juta dua ribu rupiah).

Setelah mendengar biaya rumah sakit tinggi, Muklan yang sehari-hari buruh tani adalah ayah dari almarhum Ijan berharap dan memohon kepada pihak pemerintah kabupaten bogor dapat membantu dan meringankan beban biaya rumah sakit, mengingat jumlah yang harus di bayar tidak mungkin bisa di bayarkan. (hdr,heri.s).

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!




Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional