Menu

KIP/PIP Tak Unjung Sampai, Orang Tua Murid Menunggu Kepastian, Menjadi Ladang Bisnis Pendidikan Kab. Bogor

  Dibaca : 553 kali
KIP/PIP Tak Unjung Sampai, Orang Tua Murid  Menunggu Kepastian, Menjadi Ladang Bisnis Pendidikan Kab. Bogor

Bogor, Rakyatbicara.co.id – Adanya program yang di jalankan oleh pemerintah pusat memiliki harapan dengan program non tunai dapat memangkas birokrasi menjelimet yang sudah mengakar dan mengurat di Negeri ini, sehingga beberapa dampak negatip hasil birokrasi dapat dihindari. Non-Tunai apakah jejak salah satu dari sekian puluh mungkin ratus mungkin juga juta polemik di masa transisi ini.

Salah satu Orang tua murid Contohnya kartika, ia mengatakan mempunyai anak dan bersekolah di MI Al-Manaf kelas 5, Desa Purwasari Kecamatana Dramaga Keluhkan dalam bantuan pemerintah melalui Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) atau di sebut Program Indonesia Pintar (PIP).

Kartika menjelaskan dalam program Indonesia Pintar, anaknya mendapatkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) pada waktu anaknya duduk di kelas 3, hingga kini baru 2 kali bisa merasakan manisnya mangfaat uang dari program tersebut dengan total nominalnya Rp. 450.000 itu pun dibayarkan 2 termin, lalu pada menaiki kelas 4 hanya mendapatkan 1 kali namun kenapa pada kelas 5 ini tidak ada sama sekali, “mohon pa di cek dong”, ucap kartika kepada rakyatbicara.co.id.

Keanehan pun bertambah saat Ibu Kartika Juga menceritakan “bahwa sejak dari awal mendapatkan KIP atau PIP, hingga kini tidak pernah melihat apalagi memegang pada buku tabungan begitu pun kartu dan pin nya, sehingga saat menerima 2 kali bantuan itu saya terima dari pihak sekolah melalui Guru saat di bagikan di sekolah bahkan buku tabungan anak saya di simpan di sekolahan dengan alasan di pinjamkan untuk laporan” pungkasnya.

“Kartika berharap, “kalau memang anak saya masih mendapatkan bantuan dari pemerintah melalui program PIP tersebut atuh ‘Alhamdulillah’ saya ucapkan banyak-banyak terima kasih kepada bapak Presiden, ya… Berarti masih ada hak anak saya yang masih mengendap di KIP itu ya.. ?.

Ketika konfirmasi pihak sekolah melalui televon seluler (WA) kepala sekolah Jaenal Mutaqin mengatakan, “program Indonesia pintar (PIP) Alhamdulillah di kami berjalan lancar, mengingat kami juga kan dalam program tersebut sipatnya hanya mendampingi/membantu, pencairan nya juga kan langsung ke penerima mangfaat ya itu rekening siswa dan buku serta atm juga di pegang oleh para orang tua, akan tetapi disaat ada kesalahan dalam proses administrasi atau pada saat pengetikan pin di Atm yang pada akhirnya mengakibatkan terblokir ya kartu, kita yang membantu menyelesaikan ke bank, “terang nya.

Tambahnya, “siswa di MI Al-manaf hingga kini Alhamdulillah pada tahun 2019 ada 66 orang yang mendapatkan program tersebut, walaupun di tahun 2018 lalu ada sekitar 88 murid yang mendapatkan. dengan nominal masing-masing siswa ada yang 450.000 ada juga yang hanya mendapatkan 225.000, yang hanya mendapatkan 225.000 biasanya siswa kelas satu dan siswa kelas akhir dikarnakan pas mendapatkan atau lulus posisinya di semester 2.”

Kata Heni, “siswa yang tercantum dalam SK, Kemenag sudah tentu siswa yang mendapatkan program indonesia pintar (PIP) juga dapat dipastikan mendapatkan kartu KIP nya, nah ada siswa yang memiliki kartu Indonesia Pintar (KIP) tapi tidak mendapatkan Program nya. sementara masyarakat terkadang kan tidak faham, sehingga yang jadi bulan-bulanan pertanyaan masyarakat ya sekolah/yayasan” ungkapnya.

Akan tetapi kenapa pihak sekolah tidak menjelaskan detil untuk pemahaman kepada para orang tua murid yang mendapatkan kartu tersebut, atau pun ada kemungkinan sekenario dalam pendataan murid ke provinsi dan pusat. (hdr).

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!




Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional