Menu

Tuntut Dana CSR, Warga Seruduk Kantor Desa Kusu

  Dibaca : 163 kali
Tuntut Dana CSR, Warga Seruduk Kantor Desa Kusu

Halut, Rakyatbicara.co.id – Masyarakat Kecamatan Kao, Kabupaten Halmahera Utara (Halut), seruduk Kantor Desa (Kandes) Kusu menanyakan keberadaan dan menuntut pembagian dana Corporate Social Responsibility (CSR), Senin (05/08/2019).

Massa Aksi yang berkumpul di depan Kandes Kusu meminta penjelasan tentang keberadaan Dana CSR dari PT. Nusa Halmahera Mineral (NHM) sebesar Rp. 350 juta dan menuntut Pemerintah Desa untuk membagikan dana tersebut ke masyarakat. Dalam aksi tersebut masyarakat sempat melakukan pemalangan kantor desa karena merasa tidak puas dengan jawaban Pemdes Kusu.

Dalam pertemuan dengan Pemerintah Desa (Pemdes), Remo yang mewakili masyarakat Desa Kusu menuntut agar secepatnya 70 persen dana CSR diserahkan, karena dana tersebut milik masyarakat.

“Kami meminta dana yang berjumlah 70 % diserahkan pada masyarakat dalam bentuk uang dan bila ada temuan, masyarakat akan siap bertanggung jawab terhadap resikonya. Kami meminta uang tersebut karena uang yang berasal dari CSR adalah hak dari rakyat,” ucapnya.

Kepala Desa Kusu Nasrun Radji saat menemui massa aksi mengatakan, pada tanggal 11 Juli 2019 dana CSR yang berjumlah 350 juta sudah di cairkan dan disimpan kedalam rekening Desa. Dana tersebut diserahkan kepada tim desa karena RT I belum menyerahkan data masyarakat dan program Desa.

“Uang akan diserahkan ke tim bila data dari semua RT sudah masuk ke Pemerintah Desa dan Dana 70 persen akan diserahkan kepada masyarakat sedangkan 25 persen akan digunakan untuk program pemberdayaan, sedangkan 5 persen lagi akan digunakan untuk oprasional tim desa, sesui regulasi, pemdes tidak mau ambil resiko bila dana CSR tersebut dibagi kepada masyarakat dalam bentuk uang,” tegasnya.

Sedangkan sekertaris tim Desa Yuswandi Pawate dalam pertemuan itu juga menyampaikan, pada rapat tanggal 18 Juli 2019 telah disepakati dana akan di bagikan dalam bentuk program, Karena ada beberapa RT yang ingin agar dana tersebut dibagi dalam bentuk uang.

“menghindari adanya resiko penyalahgunaan anggaran dan perbedaan permintaan dari masyarakat kami dari tim desa mengembalikan permasalahan ini ke desa, karena dalam rapat terakhir sudah ada berita acara yang sudah ditanda tangani oleh  Pemdes bersama masyarakat, kami dari tim desa menyarankan agar di adakan rapat ulang,” katanya.

Sementara itu Camat Kao Melkianus Laranga, saat menemui massa aksi menypaikan, dana CSR tidak boleh di ambil dalam bentuk uang tapi harus dalam bentuk program yang sudah disetujui oleh masyarakat beserta pemdes, bahkan camat memohon agar masalah tersebut bisa diselesaikan dengan kepala dingin karena akibat dari permasalahan yang sama sudah ada Kades yang dipanggil ke Kabupaten karena bagikan dana CSR dalam bentuk uang.

“Bila ada penyimpangan penggunaan dana CSR maka kepala desa dan orang yang bertanda tangan pada pencairan dana tersebut akan diproses hukum, selain itu kalau dipaksakan dan masyarakat tetap meminta dana tersebut di bagikan dalam bentuk uang saya selaku Camat tidak berani bertanggung jawab,” tegasnya.

Setelah melakukan pertemuan dengan camat, masyarakat kembali melaksanakan rapat dengan pemdes kusu dimana hasil rapat tersebut pemdes akan menyerahkan dana.

Pemerintah Desa Kusu bersama warga Desa Kusu kembali melakukan rapat dengan hasil pihak Pemdes Kusu akan menyerahkan dana tersebut dan langsung membuat SPP (Surat Perintah Pembayaran) dan berita acara penyerahan yang ditanda tangani oleh Pemdes dan tim desa serta disaksikan oleh masyarakat desa kusu, pemerintah desa Kusu menyerahkan 70 % dana CSR (Rp.245.000.000) kepada ketua tim desa untuk di gunakan dalam program peningkatan kesejahteraan masyarakat. (Willy).

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!




Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional