Menu

Pdt. Dr. Tony Mulia MA: Dr. Morris Cerullo Kembali Ke Indonesia

  Dibaca : 162 kali
Pdt. Dr. Tony Mulia MA: Dr. Morris Cerullo Kembali Ke Indonesia

Jakarta, Rakyatbicara.co.id – Dr. Morris Cerullo 88 Tahun asal San Diego Amerika kembali hadir ke Indonesia, sebagai pembicara besar selama 7 tahun dekade, 70 tahun dalam pelayanan. Dimana kali pertama kedatangan Dr. Morris Cerullo 40 tahun yang lalu di Manado tahun 1972, dan seterusnya kedatangannya membawa Api dan kegerakan yang melahirkan, memunculkan hamba-hamba Tuhan besar seperti Pdt. Yeremia Rim, Pdt. Alex Abraham, Pdt. Niko Nyolorahardjo, Pdt. Petrus Agung Purnomo dan Pdt. Timotius Arifin.

Memasuki tahun 2017 Tuhan berbicara kepada Dr. Morris Cerullo, untuk pergi ke seluruh dunia memberitakan bahwa dia mengalami mujizat kesembuhan. Ketika Dr. Morris mau memberitakan mujizat yang Tuhan telah lakukan, maka hadirat kuasa Tuhan yang besar akan terjadi. Dan Dr. Morris datang kembali ke Indonesia 26-28 Oktober 2017 dihadiri oleh 2000-3000 umat Tuhan dari berbagai daerah di Indonesia di Christ Cathederal Serpong.

Di tahun ini adalah tahun ke 40 kedatangannya ke Indonesia September 2019, Dr. Morris Cerullo ingin mengimpertasikan Api dan Karunia yang dirinya miliki kepada umat Tuhan di Indonesia. Dr. Morris Cerullo percaya bahwa waktu ini adalah waktunya Tuhan bagi anda, para gembala, hamba Tuhan, pendoa dan jemaat Tuhan untuk menerima lawatannya Api Roh Kudus.

Dalam inilah sebagai Ketua Panitia Pdt. Dr. Tony Mulia menjelaskan kehadiran Morris Cerullo kembali ke Indonesia 26-27 September 2019, Di usia 88 tahun Dr. Morris Cerullo, Menurut Tony, Dr. Morris Cerullo, adalah serang “legendaris” karena dari tahun 1972 sudah datang ke Manado untuk kali pertama, dan pertama kali datang ke Jakarta di tahun 1979. 40 tahun yang lalu kata Tony, dia datang kejakarta buat KKR di Glora Bung Karno dan waktu itu dihadiri kira kira 2000-3000 orang.

Namun, selama beberapa hari sempat di stop oleh pemerintah karena takut terjadi sesuatu, tapi Morrisnya tidak datang akhirnya anak-anak muda disitu termasuk Petrus Agung, Bambang Budianto mereka bisa melayani karena orang sakit dan sembuh. Ternyata kesembuhan bukan karena Morrisnya, akan tetapi karena kuasa roh kudus bekerja disana yang bekerja di Glora Bung Karno tahun 1979.

“Untuk orang orantua banyak kesaksian bahwa lewat tahun 1979 itu ada kebangunan rohani di Indonesia. dan mungkin bukan kebetulan juga 2 minggu lalu saya bersama-sama hamba Tuhan Edy Leo, Timotius Arifin, dan lainnya, di Semarang sama-sama memperingati 40 tahun lawatan Tuhan di kota Semarang. Jadi, tahun 1979 tahun yang sama Morris datang kemari, mereka itu dilawat Tuhan di Semarang juga, dan akhirnya munculah gereja-gereja besar, disana. Itu angkatan 1979.

Jadi waktu itu saya berpikir kok selaras sekali mereka mempringati 40 tahun lawatan Tuhan di Semarang dan ternyata Morris juga untuk kejakarta tahun yang ke 40,” urainya saat memberikan keterangan kepada awak media Perkumpulan Wartawan Media Kristiani Indonesia (PERWAMKI) di Gereja Kristen Bersinar (GKB) di Kawasan Kelapa Gading, Sabtu (10/8/2019) didampingi oleh Pdt. Gavin Can.

Acara Indonesia Conference Of The Spirit akan di gelar selama 2 hari mulai pukul 14.00 Wib hingga 21.00 Wib. Bertempat di Integrity Convention Center Mega Glodok Kemayoran Jakarta Pusat, jemaat tuhan yang ingin hadir dapat menghubungi pihak panitia. Informasi dan registrasi bisa hubungi dewi 021- 4584.1225, 0811191916.

Sementara pandangan yang sama dijelaskan Pdt. Gavin Can. Katanya, Saya melihat seorang Dr. Morris Cerullo hamba Tuhan diumur yang begitu seniormangat untuk memberitakan kabar injil keseluruh bangsa-bangsa. “Kita lihat hatinya yang begitu tulus untuk melayani diusia yang tua. Banyak orang terjun dalam pelayanan bertahun-tahun tidak dipungkiri ada yang merasa lelah, cape, tapi di umur sekian Morris masih berapi-api. waktu saya bertemu sekitar 20 tahun lalu, saya tanya Bapak dari mana, kok bisa man of prayer api mempertahankan apinya.

Gairahnya untuk melayani, bukan hanya di kota atau negaranya sendiri tapi, bangsa-bangsa lain seperti Afrika, Asia, Amerika Latin, Eropa dan Indonesia. Morris begitu setia melayani untuk Tuhan sampai hari ini,” tutupnya. (parulian).

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!



Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional