Menu

TERIMAKASIH POLISI TELAH MEMBAKAR SEMANGAT RAKYAT ACEH

  Dibaca : 33 kali
TERIMAKASIH POLISI TELAH MEMBAKAR SEMANGAT RAKYAT ACEH

Aceh Timur, Rakyatbicara.co.id – Melihat atas tindakan yang telah di lakukan oleh oknum Polisi polresta Banda Aceh yang telah menangkap 5 mahasiswa dan memukuli salah satu anggota DPRA dari Partai Aceh dalam aksi memperingati 14 tahun damai Aceh dan pengibaran bendera Aceh di gedung Rakyat Aceh, tindakan ini sangat di sesalkan oleh banyak pihak salah satu nya yaitu Gerakan Aneuk Muda Sosial (GAMS Aceh) namun di samping itu kami mengucapkan terimakasih atas percikan api yang di lanturkan oleh pihak polisi sehingga ini menjadi landasan untuk masyarakat aceh kembali mengingat akan sejarah konflik dahulu.

Ketua GAMS ACEH Riski Maulizar dalam pers rilis nya mengatakan” saya sangat menyesalkan atas terjadinya penangkapan 5 mahasiswa dan pemukulan terhadap salah satu anggota DPRA yang sedang melayani rakyat nya dalam aksi mereka mengemukakan aspirasi rakyat aceh yang belum terimplementasikan sudah 14 tahun.

Namun di samping itu saya juga mengucapkan terimakasih kepada oknum polisi yang telah melakukan tindakan tidak menyenangkan tersebut karna dengan hal yang telah di lakukan nya maka ini akan menjadi sebuah penggalangan kekuatan besar rakyat dalam memperjuangkan ketidakadilan ini, jadi jangan salahkan rakyat kalau apa yang telah di lakukan ini akan mengundang lebih banyak elemen dalam kekuatan yang lebih besar sehingga momentum peringatan 14 tahun damai aceh ini akan mengukir sejarah nya kembali dalam memperjuangkan hak aceh.

Menurut nya Bendera Bintang Bulan yang di perjuangkan oleh mahasiswa dalam aksi tersebut juga adalah bendera bangsa aceh, bukanlah bendera milik GAM,
polemik bendera ini juga sebuah pengkhianatan besar yang tertuang dalam MOU Helsinki di Finlandia, karna dalam perundingan tersebut di hadapan Dunia RI menyepakati perdamaian dengan GAM pejuang kemerdekaan, bukan lah gerakan sparatis atau Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Bendera perjuangan kemerdekaan yang d perjuangkan dalam masa konflik dulu itu bendera bulan bintang yang di akui dunia, bukan bendera sparatis, dan damai antara RI itu dengan GAM yang berlandaskan bendera bulan bintang tersebut, namun kenapa ini disebut melanggar undang undang bahwa bendera itu sparatis dan harus di revisi.

Oleh karena nya kami berharap agar persoalan ini harus segera di tuntaskan antara kedua belah pihak RI dan GAM dan kami menuntut untuk teman teman mahasiswa segera untuk di lepaskan, ini negara demokrasi setiap insan berhak dalam mengemukakan pendapat dan wajib untuk di hargai, bukan di bungkam seperti jaman konflik, jangan pernah membuat luka baru untuk aceh karna luka lama belum usai sembuh. (Iwan).

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!



Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional