Menu

Berbagai Elemen Masyarakat di 4 Kecamatan Cileungsi Rayakan HUT RI ke-74 Di Bantaran Kali

  Dibaca : 27 kali
Berbagai Elemen Masyarakat di 4 Kecamatan Cileungsi Rayakan HUT RI ke-74 Di Bantaran Kali

Bogor, Rakyatbicara.co.id – Menjelang hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 74, masyarakat dari berbagai elemen di empat kecamatan cileungsi mengadakan upacara sekaligus kampanye peduli lingkungan hidup di bantaran Sempadan sungai cileungsi yang berlokasi di bawah jembatan cikuda desa wanaherang kecamatan gunung putri kabupaten bogor, Minggu (18/08/2019).

Dalam kegiatan tersebut, panitia sudah menyiapkan spanduk yang bertuliskan “KITA JAGA ALAM, ALAM JAGA KITA”, sebagai bentuk rasa pedulinya masyarakat terhadap sungai yang dulunya bersih sekarang sudah tercemar serta di tandatangangi seluruh peserta upacara.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk tindak lanjud acara susur sungai yang telah di adakan akhir bulan kemarin, dan pada saat bouling yang sudah menjadi agenda bupati, masyarakat sudah menyerahkan kepada bupati dari hasil susur sungai.

Menurut Eko Sauful Rohmat, anggota dewan dari komisi 3 fraksi PKS DPRD kabupaten Bogor menyampaikan “kegiatan ini di lakukan sebagai pesan moral bagi pemerintah pusat, pemerintah daerah, parah Pengusaha yang telah berinvestasi di tempat kita, Paling tidak harus menjaga lingkungan menjaga keaslian sungai, inilah pesan dari kami bersama relawan Bela Alam” terangnya.

Eko juga menambahkah bawasanya “hari kemerdekaan indonesia yang ke 74, sungai cileungsi ini juga harus merdeka, karena sungai cileungsi ini menghidupi empat kecamatan sehingga pemanfaatan dan keasliannya tetap terjaga, dari kejernihan dan bauh dari sungainya sudah tidak seperti 20 tahun yang lalu”

Terkait dengan laporan dari Bela Alam tentang adanya 20 titik pembuangan limbah dan sampah sembarangan, eko juga menjelaskan “ Tahun 2018 lalu kami menerima bahkan ada bebebrapa yang sudah di limpahkan ke kejaksaan terkait pencemaran sungani cileungsi ini, namun pemerintah daerah hanya menerapkan sangsing dari peraturan daerah sehingga sangsi untuk para pelaku pencemaran lingkungan terutama pencemaran Limbah berbahaya sangat-sangat ringan”tuturnya.

“Kami bersama rekan-rekan akan mendorong untuk penerapan Undang – undang 32 tahun 2009 tentang lingkungan hidup, yang artinya dalam penerapan sangsi tersebut nantinya dapat menimbulkan efek jerah”jelasnya Eko.

Ditempat berbeda ketua Umum komite peduli Lingkungan Hidup Indonesia KPLHI “Iwan Setiawan” mengatakan “sungai bukan tempat pembuangan limbah tp sebagai sumber kehidupan semua makhluk hidup”.

Iwan menghimbau agar “penegak hukum supaya industri yang membuang limbah ke sungai harus di tutup kalau perlu di beton pembuangan limbahnya seperti di wilayah DAS citarum” tuturnya iwan dengan tegas.

Dalam acara turut hadir anggota dewan dari komisi 3 praksi PKS Eko Sauful Rohman DPRD Kabupaten Bogor, Binmas Polsek Gunung Putri, Babinsa 2105, Satpol PP, para aktifitas peduli lingkungan dan warga masyarakat wanaherang. (Red/hrd)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!



Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional