Menu

Gereja Memiliki Peran Penting Dalam Memperkokoh Ketahanan Nasional

  Dibaca : 35 kali
Gereja Memiliki Peran Penting Dalam Memperkokoh Ketahanan Nasional
Jakarta, Rakyatbicara.co.id – Bekerjasama dengan Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia (UKI)  dan HKBP Kernolong, menggelar Jumpa tokoh dan bincang ringan bertempat di Graha William Soeryajaya Kampus UKI Cawang Jalan Mayjen Sutoyo Jakarta Timur, Selasa (27/08/2019).
Dengan mengangkat Tema “Harapan untuk gereja dan Bangsa dalam rangka Memperingati 100 tahun HKBP di Jakarta”.
Hadir dalam acara itu sebagai Keynote speaker: Jend (Purn) Luhut Binsar Panjaitan, MPA Menko Kemaritiman RI,  Rektor UKI  Dr. Dhaniswara K. Harjono S.H, M.H, MBA, Pdt. Resort HKBP Kernolong  Maurixon Silitonga,  jemaat HKBP Kernolong, tamu undangan.  Hadir sebagai tokoh dan bincang-bincang dalam acara itu, Sekum PGI Gomar Gultom, Miranda Gultom, Pascarella Manurung, Darwin Silalahi, Wilson Rajaguguk, Sahat  M. Sinurat, Binsar Pakpahan dan  Martuani Sormin dengan di pandu MC Charles Bonar Sirait.

Jend (Purn) Luhut Binsar Panjaitan, MPA Menko Kemaritiman RI, Rakyatbicara.co.id.

Dalam sambutannya Luhut berharap dengan kemajuan dan kecanggihan teknologi yang begitu cepat. Orang-orang Batak ikut berperan dan ambil bagian dalam hal ini. Kalau tidak, orang Batak akan ketinggalan jauh dengan perkembangan dunia. “Saya berharap khususnya orang Batak Kristiani  SDM-nya harus menjadi kunci. Jadi kalau orang Kristen mau eksis, Batak mau eksis  harus menguasai teknologi.
Mari kita siapkan anak-anak kita untuk menuju kesana. Untuk sekolah mengambil bidang bidang teknologi, IT dan lainnya. Jadi orang-orang pintar harus melihat ini menjadi suatu tantangan untuk maju,” kata Jend (Purn) Luhut Binsar Panjaitan, MPA Menko Kemaritiman RI, saat memberikan Keynote speaker.
Disisi lain Luhut menyinggung masalah Danau toba. Kata Luhut Presiden Joko Widodo sangat perhatian betul dengan pelestariambuat klaster-klaster buat  paket satu sampai lima hari. Dan kami harapkan orang orang batak dapat  bekerja sama untuk membangun hotel, pinta Luhut.
Batak ini menurut pandangan Luhut, memang  harus kompak untuk membangun daerahnya. Kata kuncinya,  pariwisata di danau toba itu ia harus Danau Tobanya.  “Jadi kalau Danau Toba tidak bersih, ya repot kita nggak ada yang mau datang. Karena Danau Toba itu adalah daya jual. Kalau itu tidak bersih dan bau siapa yang mau datang. Ini menjadi masalah. Jadi gereja HKBP itu harus berperan.
Untuk menghimbau kepada semua jemaat bahwa Danau Toba itu Asset terbesar bagi orang Batak. Karena bersinggungan dengan semua daerah-daerah sekitar Danau Toba, ujar Menko Kemaritiman RI, Dijelaskan Luhut Panjaitan, bahwa Gereja harus membangun rohani dari pada  jemaatnya untuk menuju kemajuan.
Demikan juga untuk pendeta  harus memberikan contoh kepada jemaatnya. Terutama dapat menjelaskan akan kemajuan teknologi kedepan. Karena akan terjadi perubahan- perubahan jaman, gereja juga harus berperan untuk menjawab hal ini.  Gereja pun harus bersikap dengan arif dan dengan bagus  untuk menjawab tantangan itu, tegas Luhut.
Dari kaca mata Luhut, dirinya ada kekawatiran mengenai pembangunan Danau Toba tapi dirinya melihat bahwa peranan HKBP baik gereja masih kurang. Hampir tidak ada respon. Padahal kata Luhut,  kalau ini  di manfaat luar biasa. Tapi kalau nggak dimanfaatkan bagaimana. Jemaat itu tidak kaya dengan rohani, akan tetapi  kekayaan rohani itu penting. “Jadi pimpinan HKBP harus bisa merakyat sama dengan Presiden Joko Widodo. Jadi harus memberikan contoh kesederhanaan. Masa HKBP nggak bisa sederhana. Tapi kita juga punya kewajiban mengurus pendeta kita dengan baik,” pungkasnya.
Dijelaskan Luhut Binsar Panjaitan,  bahwa Ekskalasi perang dagang antara AS dan Tiongkok yang terus meningkat telah mengancam perekonomian golabal diambang resesi. Fundamental ekonomi Indonesia masih cukup kuat dalam menghadapi ancaman tersebut, karena masih mampu tumbuh diatas 5 persen yang terkendali dan angka kemiskinan qini ratio yang terus turun.
Untuk itu lanjut Luhut, Pemerintah tetap waspada dan telah menyiapkan langkah-langkah taktis jika perekonomian global memburuk. Salah satunya adalah, menarik invesatsi guna mendorong peningkatan nilai tambah sumber daya alam di Indonesia. Contohnya, adalah hilirisasi nikel menjadi stainless steel dan komponen lithium battery. Upaya peningkatan nilai tambah ini akan diperluas kepada CPO, karet, bauksit, batubara dan lain-lain.
Disisi lain Luhut menekankan, Pengembangan SDM menjadi fundamental dalam menjawab revolusi industry 4.0. pemerintah berkomitmen untuk mengalokasikan dana 20 persen dari APBN untuk anggaran pendidikan. “Gereja memiliki peran penting dalam memperkokoh ketahanan nasional dalam menghadapi ancaman disintegrasi Bangsa yang muncul dari radikalisme separatisme serta penyebaran narkoba dikalangan generasi muda, tutupnya. (Parulian).
Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!



Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional