Menu

Saya Mendukung dan Sangat Salut Terhadap Konsep Presiden Joko Widodo

  Dibaca : 39 kali
Saya Mendukung dan Sangat Salut Terhadap Konsep Presiden Joko Widodo

John Nathan Paplinggi : Praktisi usaha, Pengamat Politik dan Sosial Kemasyarakatan

Jakarta, Rakyatbicara.co.id – Ketua Umum Asosiasi Rekanan Pengadaan Barang dan Distributor Indonesia, Sekretaris Jenderal badan interaksi sosial masyarakat BISMA wadah kerukunan umat beragama , Ketua Umum Asosiasi Mediator Indonesia AMINDO

Keputusan Presiden Joko Widodo yang akan memindahkan ibu kota negara ke Kalimantan yakni di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kertanegara dengan pertimbangan minim bencana dan berada di tengah Indonesia.

“ Menyimpulkan Ibu Kota baru yang paling ideal adalah di sebagian Wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian Wilayah Kabupaten Kutai Kertanegara, kata Presiden Joko Widodo di Istana Negara Jakarta Senin (26/8/2010).

Menanggapi hal ini, pengamat dan juga Praktisi usaha, Pengamat Politik dan Sosial Kemasyarakatan Ketua Umum Asosiasi Rekanan Pengadaan Barang dan Distributor Indonesia, Sekretaris Jenderal Badan Interaksi Sosial Masyarakat (BISMA) Wadah Kerukunan Umat Beragama, Ketua Umum Asosiasi Mediator Indonesia AMINDO John Palinggi kepada Rakyatbicara menjelaskan, bahwa pemindahan ibu kota dari Jakarta ke salan satu provinsi di Kalimantan yakni di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kertanegara merupakan kerja besar pemerintahan Presiden JokoWidodo untuk mendistribusikan keseluruh daerah-daerah di Indonesia.

Menurut John, bahwa wacana pemindahan sudah sangat lama di wacanakan mulai dari Presiden Pertama Ir. Soekarno hingga Presiden selanjutnya rencana ini tidak dapat terealisasikan. “Pemindahan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan merupakan kerja besar dalam upaya mendistribusikan pembangunan yang tidak terpusat lagi di pulau Jawa dan kalau hal ini dapat diwujudkan pada masa pemerintahan Joko Widodo maka saya yakin akan terjadi percepatan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di tanah air,” tegasnya Jumat (30/8/2019).

Kata John, memang infrastruktur harus disiapkan kemudian pemilihan wilayah mana yang memenuhi persyaratan infratrukturnya, dan menurut pemikiranya ini pemikiran yang besar Bangsa ini tidak bisa mencapai hal yang besar bila tidak berpikir yang besar dan dirinya mendukung dan sangat salut terhadap konsep Presiden Joko Widodo, bahwa terwujud atau tidak itu dinamika demokrasi politik, bagaimana memutuskan nanti, dalam sidang DPR atau MPR dan lain sebagainya, pungkasnya.

Untuk itu John sangat berharap, perlu kerja keras untuk mewujudkan pemindahan ibu kota dari pulau jawa ke Kalimantan. “Perlu ada kesepakatan dan payung hukumnya memindahkan ibu kota negara dengan DPR dalam bentuk Undang-Undang atau lainnya yang menjadi landasan bagi pemerintah untuk memindahkan ibu kota Jakarta,” tuturnya.

Disamping itu juga kata John, diperlukan anggaran dana yang cukup besar dalam hal ini. Sebagai pusat pemerintahan dan pemerintah tidak dapat di kerjakan sendiri akan tetapi perlu kerjasama (Tim Work) . Tapi kalau kalau ini dilakukan secara bersama-sama dengan pihak swasta yakin pemindahan ibu kota akan cepat terlaksana, katanya.

John berharap, Pemerintah melalui Kementerian Perencanaan- Perencanaan Nasional/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/BAPENAS) dan Kementerian terkait lainnya dapat merencanakan secara matang pemindahan ibu kota negara, termasuk pembangunan gedung gedung dan infrastrtukrnya. Demkian juga tata ruang, kawasan perkantoran, kawasan permukiman dari kawasan komersial, tuturnya.

Dicontohkan John, seperti Malaysia setelah disepakati ibu kota negara sebagai pusat pemerintah dari Kuala lumpur ke Putra Jaya tidak memakan waktu yang terlalu lama dalam waktu kurang lebih 7 tahun Putra Jaya menjadi ibu kota Malaysia dan sekaligus sebagai pusat pemerintahan dapat terlaksana. “Nah Indonesia pun pasti bisa melakukan hal yang sama seperti Malaysia,” yakinya.

Untuk itulah John dengan lantang bicara agar masyarakat tidak meributkan hal pemindahan ibu kota, tapi amati terus bagaimana pemindahanya, nantikan keputusannya melalui legislasi dan Undang-Undang masih jauh ini, akan tetapi tetap berpikir besar seperti itu, Bangsa bisa dapat maju karena manfaat pertama yang dicapai dari pemindahan ibu kota adalah hal pemerataan pembangunan diseluruh pelosok tanah air, itu pememerataannya akan terjadi, tidak ada numpuk di jawa sini, karena disini sudah 100 juta lebih warga negara, disana masih kosong, disini juga banyak pabrik berdiri hingga jawa timur.

“Saya kira pertimbangannya ekonomi, disamping juga berada ditengah-tengah wilayah antara Papua dan Sumatera. Jadi akan melalui proses infrastrktur, pertimbangan demi pertimbangan, dan Bapenas sudah mempersiapkan saya kira sudah diriset sebelum Presiden Joko Widodo menyatakan akan tetapi lebih dalam lagi nanti pada saat perencanannya,” ungkapnya.

Secara tegas John Palinggi menyambut baik visi Pemerintahan Joko Widodo yang fokus pada penciptaan SDM unggul. SDM unggul harus memiliki karakter dan ahlak yang baik, budi pekerti yang terpuji serta selalu berpikiran positif.

Maka dari itu untuk SDM pun dalam mengerjakan proyeksi di Kalimatan Timur nanti yang betul-betul mumpuni dalam bidang sehingga semua cita -cita yang di idamkan dapat terwujud dan tidak ada hambatan apa pun nanti. Dan jangan kawatir dengan itu Joko Widodo sudah mempersipakan SDM yang berkualitas dan mantap,” tutupnya. (Parulian)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!



Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional