Menu

Speedboat Ngorana Mabeno Bantuan KPDT Tahun 2013 Diduga Disalah Gunakan

  Dibaca : 33 kali
Speedboat Ngorana Mabeno Bantuan KPDT Tahun 2013 Diduga Disalah Gunakan
Halut, Rakyatbicara.co.id – Speedboat yang diperuntukan untuk membantu transportasi masyarakat di kecamatan Loloda Kepulauan Kabupaten Halmahera Utara keberadaannya dipertanyakan. speedboat yang merupakan bantuan Pemerintah Pusat (Pempus) dan bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2013 tak kunjung diberikan hingga saat ini.
Risal Hamanur Mantan Camat Loloda Utara, ketika ditanyakan sejumlah wartawan membenarkan bahwa bantuan speedboat tersebut diminta melalui proposal ke pemerintah pusat untuk membantu masyarakat dalam penyiapan sarana transportasi antar pulau.
Lanjut risal, bantuan ini didatangkan pada 2013 lalu. Namun di tahan pihak Badan Perencanaan Pembangun Daerah(BAPPEDA) Kabupaten Halmahera Utara (Halut) sejak dipimpin Deki Tawaris, dengan alasan bahwa pembiayaan speedboat sangat besar sehingga ditahan untuk kepentingan operasional di Bappeda.
“Mantan Bupati sebelumnya telah memerintahkan untuk langsung diberikan tetapi masih di tahan di Bappeda,” terangnya kepada sejumlah wartawan di kantor Bupati, Selasa (03/09/2019).
Ia justru menanyakan keberadaan speedboat tersebut. Pasalnya fisik speedboat sudah tidak diketahui keberadaannya. Padahal, masyarakat Loloda Utara sangat membutuhkan keberadaan speedboat untuk kepentingan di kecamatan dan masyarakat dalam pelayanan antar pulau.
“Teman-teman tolong cari tahu keberadaan speedboat ini. Pasalnya, informasinya nama speed Ngorana Mabeno sebagai nama yang dipakai sudah dihapus dan diduga dipakai untuk kepentingan lain,” pintanya.
Sementara itu, Deki Tawaris saat dikonfirmasi via telpon celular menjelaskan bahwa speedboat tersebut merupakan bantuan pusat dan merupakan aset pusat yang diperuntukan penggunaannya dari Kementerian Desa Tertinggal bagi masyarakat di Loloda Kepulauan.
Dia beralasan, Saat itu kesepakatannya, Bappeda akan merubah bodi speedboat karena bodi sangat kecil sedangkan mesinnya besar. Selain itu operasional juga tentunya sangat besar dan justru akan menyengsarakan masyarakat.
“Saat ini speedboat tersebut ada di pelabuhan speed boat angin mamiri Dufa-Dufa Desa Gamsungi. Saat diberikan pusat, sangat tidak cocok dengan kondisi laut disana sehingga waktu itu kami menahan untuk merubah bodinya sesuai dengan anggaran di Bappeda, namun karena saya sudah diganti sehingga terhenti,” jelasnya.
Ditambahkannya, bahwa sudah diberikan pusat untuk pemanfaatan di Halut tapi bodi dan mesin tidak sesui, langsung diserahkan kepada orang yang menjaganya.
“Setelah diperiksa oleh kementrian PDT, bodi dan mesin tidak sesui, sudah dibuat rekomendasi melalui pembahasan maka di usulkan ada penyusuai bodi oleh Bappeda tapi saat itu biaya oprasionalnya sangat besar dan tidak tersedia dalam APBD, Speedboat ini merupakan aset pusat dan tidak tercatat aset disini.
Untuk berita acara penyerahannya saya sudah lupa. Nantinya bisa dikroscek ke lapangan terkait keberadaan speed tersebut,” ungkapnya.
Amatan rakyatbicara.co.id, saat berada di pelabuhan angin mamiri, speedboat Ngorana Mabeno yang merupakan bantuan kementrian PDT untuk masyarakat Kecamatan Loloda Kepulauan sudah dibiarkan terbengkalai dan dalam kondisi rusak parah. (Willy).
Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!



Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional