Menu

Penyakit Kaki Gajah Masih Ancam Masyarakat Aceh Timur

  Dibaca : 24 kali
Penyakit Kaki Gajah Masih Ancam Masyarakat Aceh Timur
Aceh Timur, Rakyatbicara.co.id – Penyakit kaki gajah atau filariasis yang dapat mengakibatkan cacat tetap bagi penderitanya, hingga kini masih ditemukan di Aceh Timur.
Penyakit yang disebabkan oleh berbagai jenis nyamuk yang mengandung larva atau bahasa latinnya microfilariasis masih mengancam masyarakat Aceh Timur yang menguasai teknologi untuk melakukan pencegahan dan pemberantasan penyakit tersebut.
Filariasis merupakan penyakit yang mengenai saluran kelenjar limfa (getah bening).
Penyakit tersebut dapat menyerang semua golongan umur dan dapat menimbulkan kecacatan menetap, stigma sosial, hambatan psikologis, sumber daya manusia (SDM) menurun dan kerugian ekonomi.
Gejala klinis filariasis pada tahap awal, yakni demam berulang lebih dari satu sampai dua kali setiap bulan bila bekerja berat, tetapi dapat sembuh tanpa diobati dan timbul benjolan dan terasa nyeri pada lipatan paha atau ketiak tanpa ada luka, terjadi pembengkakan pada kaki, tangan, skrotum, dan sebagainya.
Gejala pada tahap lanjut (kronis), yakni pembesaran yang timbul pada kaki, tangan, kantong buah zakar, payudara, atau alat kelamin wanita dan lama-kelamaan pembesaran tersebut menjadi cacat menetap.
Upaya pemberantasan penyakit kaki gajah atau filariasis terus dilakukan oleh pemerintah pusat hingga kabupaten Aceh Timur dengan target pada tahun 2019 penyakit tersebut masih di temukan di Aceh Timur.
Aceh Timur adalah Salah satu pemerintah daerah yang serius memberantas penyakit kaki gajah melalui dinas Kesehatan.
Dinkes Aceh Timur memberikan perhatian yang relatif cukup besar dalam memberantas penyakit kaki gajah karena masih cukup banyak warganya yang terjangkit penyakit tersebut.
Mikrofilaria di Kabupaten Aceh Timur  mencapai di atas 1 persen,kalau memang masyarakat tersebut harus minum obat, Hal ini berarti menunjukkan masyarakat kabupaten Aceh Timur berpotensi terserang penyakit kaki gajah (filariasis).
Kepala Dinas Kesehatan melalui Kabid P2P T.Zainal Abidin,S.Km menjelaskan bahwa filariasis merupakan penyakit menular yang menjadi masalah daerah secara umum.
Guna mencegah penyebarluasan penyakit tersebut, pihaknya gencar menjalankan program antisipasi dan pengobatan filariasis.
Dalam rangka pencegahan penyakit kaki gajah dan pengobatan itu, jajaran Dinas Kesehatan gencar melakukan sosialisasi mengenai cara mencegah serangan penyakit tersebut dengan pemberian obat massal pencegahan (POMP).
Selain itu, dilakukan pemeriksaan darah pada jari dan tangan, advokasi, sosialisasi, dan pemberian obat kepada masyarakat.
Kegiatan POMP filariasis kepada masyarakat Aceh  Timur pemeriksaan darah, dan sosialisasi, serta kegiatan lainnya hingga pelosok desa bertujuan memberikan penjelasan secara perinci mengenai penyakit tersebut serta langkah pencegahannya.
Melalui upaya tersebut diharapkan masyarakat di Kabupaten Aceh Timur dapat melakukan berbagai upaya pencegahan penyakit tersebut yang pada akhirnya penyakit filariasis dapat diberantas hingga tuntas.
“Program antisipatif untuk melindungi masyarakat dari penyakit tersebut selaras dengan program nasional, yakni mewujudkan eliminasi filaria pada tahun ini,” kata Kabid P2P. T.Zainal Abidin.
Tambah T.Zainal Abidin mengatakan bahwa filariasis atau penyakit kaki gajah merupakan penyakit menular menahun yang disebabkan oleh cacing filaria dan ditularkan melalui nyamuk.
Penyakit kaki gajah menjadi perhatian pemerintah karena hingga kini tersebar hampir di seluruh kabupaten Aceh Timur.
Filariasis perlu diberantas karena berpotensi menurunkan kualitas sumber daya manusia, dapat menimbulkan kecacatan tetap, stigma sosial di tengah masyarakat, serta hambatan psikologis dan kerugian ekonomi.
“Kabupaten Aceh Timur mikrofilaria di atas 1 persen. Bila mikrofilarianya di atas 1 persen, harus dilakukan join plan eliminasi filaria dengan kabupaten tetangga. Bila tidak demikian, akan ada saling kirim filaria,” ungkapnya.
Tahap awal  penyakit filariasis ditandai dengan demam berulang lebih 1–2 kali setiap bulan bila bekerja berat. Meski demikian, dapat sembuh tanpa diobati.
“Penderita filariasis mengalami benjolan dan terasa nyeri pada lipat paha atau ketiak tanpa ada luka,” katanya.
Filariasis merupakan penyakit yang serius di dunia maupun di Kabupaten Aceh Timur Oleh karena itu, tidak ada pilihan harus serius diatasi, terlebih sektor kesehatan dan pendidikan adalah prioritas untuk mewujudkan Permata ,” ujar Kabid P2P T.Zainal Abidin.
Tidak semua orang bisa meminum obat itu karena ada beberapa faktor kondisi tubuh terpaksa masyarakat harus menunda mengonsumsinya, di antaranya untuk ibu hamil, anak kurang dari dua tahun, penderita penyakit kronis, penderita darah tinggi, dan usia di atas 70 tahun.
Sementara itu,T.Zainal Abidin  menambahkan bahwa tujuan umum eliminasi filariasis adalah agar penyakit kaki gajah tidak menjadi masalah kesehatan di kabupaten Aceh Timur pada tahun 2020.
Strategi program memutuskan mata rantai filariasis dengan pemberian obat massal pencegahan (POMP) dan upaya pemberantasan lainnya akan terus dijalankan. (Iwan).
Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!



Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional