Menu

103 Anak Yatim Makan Siang Gratis Di Restoran Pappa Jack

  Dibaca : 17 kali
103 Anak Yatim Makan Siang Gratis Di Restoran Pappa Jack
Jakarta, Rakyatbicara.co.id – Sebanyak 103 anak-anak yatim di wilayah Kecamatan Tanjung Priok menikmati jamuan makan siang di Restoran Pappa Jack, Kelurahan Sunter Agung, Kecamatan Tanjung Priok, Sabtu (14/9/2019).
Selain makan siang direstoran ternama, anak-anak yatim juga mendapatkan santunan dari Baznas Bazis DKI Jakarta sebesar Rp 1 Juta per orang.
Memberikan santunan dan mengajak anak-anak yatim untuk makan siang bersama di restoran ternama adalah agenda utama kegiatan lebaran anak yatim yang diadakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang berkolaborasi dengan semua unsur.
“Melalui kegiatan ini, kita bisa bersilaturahmi sekaligus memupuk rasa kebersamaan, memiliki dan kepedulian terhadap sesama,” ujar Syamsul Huda, Camat Tanjung Priok bersama Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Jakarta Utara, Darmawan, Lurah Sunter Agung, Danang Wijanarko saat mendampingi 103 anak-anak yatim makan siang bersama di Restoran Pappa Jack, Sunter Agung.
Sedangkan anak-anak yatim yang mendapatkan kesempatan untuk makan siang di Restoran Pappa Jack berasal dari Kelurahan Kebon Bawang (15), Kelurahan Sunter Jaya (30), Kelurahan Papanggo (15), Kelurahan Tanjung Priok (15) dan Kelurahan Sunter Agung (28). Bahkan disiapkan 2 bus Enjoy Jakarta untuk mengantarkan ratusan anak-anak yatim menuju Restoran Pappa Jack.
Dengan sangat antusias, anak-anak yatim tersebut melahap menu makan siang seperti gulai ayam, telor, teri kacang, lalapan dan nasi. Tak hanya itu saja, aneka buah segar dan es krim makin melengkapi hidangan makan siang. “Senang bisa makan di restoran bareng sama teman-teman.
Makanannya enak terus ada es krimnya juga,” ucap Rafa (6), salah satu anak yatim dari RW 012 Kelurahan Kebon Bawang.
Sejak umur 4 tahun, ia harus rela menjalani hari-harinya tanpa ayah tercinta. “Sekarang cuma ada ibu, kakak sama adik,” tutur anak ke 4 dari 5 bersaudara.
Untuk menyambung hidupnya sehari-hari, ibunda Rafa mencari nafkah dengan menjadi buruh cuci. “Anak saya ada 5, yang besar sudah SMP dan yang kecil umurnya 2 tahun kalau Rafa anak keempat. Suami saya meninggal karena penyakit paru-paru, dulu suami saya kerjanya jadi tukang parkir di mal. Sekarang saya harus kerja jadi buruh cuci dengan penghasilan Rp 800 ribu per bulan untuk menafkahi anak-anak saya,” terang Suryanti, ibu dari Rafa.
Ia mengucapkan terima kasih kepada Pemprov DKI Jakarta karena sudah ikut membahagiakan anaknya. “Alhamdulillah, anak saya diajak makan siang di restoran dan mendapatkan santunan dari Bazis DKI Jakarta. Terima kasih sudah peduli terhadap keluarga saya,” ungkapnya saat menemani Rafa. (wbo).
Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!



Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional