Menu

Diduga Hendak Habiskan Anggaran, Dinkes Aceh Timur Lakukan Sosialisasi Kaki Gajah

  Dibaca : 56 kali
Diduga Hendak Habiskan Anggaran, Dinkes Aceh Timur Lakukan Sosialisasi Kaki Gajah
Aceh Timur, Rakyatbicara.co.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh Timur melaksanakan koordinasi POPM dan evaluasi pemberian obat pencegahan penyakit Filariasis (kaki gajah) di aula Rumah Sakit Graha Bunda Idi Rayeuk, Selasa (17//09/2019).
Diduga Koordinasi POPM Filariasis tersebut dilakukan Dinkes hendak menghabiskan anggaran tahun 2019 karena menurut  Narasumber yang tidak mau di sebutkan namanya mengatakan, yang hadir juga orang orang Dinkes, Puskesmas, Camat, OPD.
Narasumber, kegiatan juga orang Dari Dinkes dan Nara Sumber (undangan) kegiatan lain juga orang yang sama, apa lagi di Aceh Timur tidak ada Narasumber yang lain.
Masyarakat Aceh Timur juga tidak banyak mengetahui tentang adanya obat kaki gajah jadi percuma sosialisasi hanya untuk camat, Puskesmas, dan pejabat lainnya bukan untuk masyarakat, menurut Narasumber yang tidak mau di sebutkan namanya.
Kalau hanya sosialisasi koordinasi POPM Filariasis lebih baik dilakukan pemberian langsung kepada masyarakat yang membutuhkan ataupun obat kaki gajah bisa ke Puskesmas atau Bides lebih irit anggaran di banding buat sosialisasi untuk camat, Puskesmas bukan untuk masyarakat.
Selain itu pada pemberian obat pencegahan Filariasis atau yang sering disebut dengan penyakit kaki gajah beberapa tahun lalu juga tidak banyak Masyarakat yang mengetahui.
Beberapa orang warga kecamatan Idi Rayeuk, yang tidak mau menyebutkan namanya mengatakan karena kurangnya sosialisasi ke masyarakat yang dilakukan Dinkes setempat sehingga Masyarakat sekitar tidak banyak mendapatkan obat yang dimaksud, Alhasil lanjut warga program yang telah dicanangkan oleh Pemerintah dikhawatirkan tidak akan berjalan sesuai dengan keinginan Pemerintah.
Acara dibuka oleh Topik kasi Dinkes program filariasis dengan mengatakan Dinas Kesehatan (Dinkes) telah mensiasati kegiatan Evaluasi dan monitoring terhadap penyakit Filariasis.
Kasi Program filariasis di Dinkes saat dikonfirmasi disela acara mengatakan kegiatan ini tidak ada anggaran yang hanya tersedia anggaran untuk honor peserta perorangan 125.000 dan nasi kotak.
Pada malam hari kami mencoba untuk konfirmasi kembali melalui telepon selulernya, hp di angkat oleh saudara Topik. namun dimatikan kami mencoba kembali namun dimatikan kembali alias tidak mau di wawancara.
Seharusnya saudara topik terbuka saja, tentang anggaran sosialisasi terkait pengadaan obat kaki gajah tersebut.
“Memberikan kebaikan kepada Masyarakat  gampang-gampang susah karena mereka takut dengan efek samping, padahal efek samping dari obat tersebut hanya pusing, mual saja”, terkesan topik enggan menjawab pertanyaan awak media. lalu telepon selulernya di matikan di duga dalam kegiatan ini kurang transparan.
Pantauan media ini pada acara koordinasi POPM dan evaluasi pemberian obat penyakit filariasis yang dilaksanakan oleh Dinkes Aceh Timur di duga untuk menghabiskan anggaran tahun 2019 karena terlihat dari pejabat Dinkes sepertinya kalang kabut saat di konfirmasi dan Masyarakat tidak banyak yang tau karena yang hadir hanya Camat, Puskesmas, dan peserta dari OPD dan peserta dari pegawai rumah sakit tanpa adanya masyarakat yang ikut serta dalam sosialisai. (Iwan).
Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!



Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional