Menu

Bentengi keluarga, lingkungan, Tidak Terjangkit Masalah Narkoba

  Dibaca : 214 kali
Bentengi keluarga, lingkungan, Tidak Terjangkit Masalah Narkoba

Jakarta, Rakyatbicara.co.id – Kegiatan sosialisasi kepada seluruh anggota forum kumunikasi putra putri purnawirawan dan putra putri TNI POLRI (FKPPI) Se-DKI Jakarta jumat 25 oktober 2019. Pertemuan itu digelar, untuk sosialisasi kepada seluruh anggota FKKPI Se- DKI Jakarta di ruang rapat BNN gedung utama, pada hari Jumat (25/10/2019).

Acara diisi oleh sambutan ketua FKKPI DKI Jakarta, sambutan Pangdam Jaya, sambutan arahan Deputi Pencegahan, penyematan satgas anti narkoba kepada 10 orang yang mewakili lima wilayah di DKI, Ikar janji satgas anti narkoba, diskusi di isi oleh kepala BNNP Provinsi DKI Brigjen Pol Tagam Sinaga S.H, Effi M. Zulkfli S.H, M.H Kasubagminops Kesatuan Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya, Asisten Teritorial (ASTER) Inf. Jakcy Ariestanto dan Jefry Tambayong SH Ketua Fokan.

Dalam pemaparannya sebagai pembicara pertama Effi M. Zulkfli S.H, M.H Kasubagminops Kesatuan Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya. menjelaskan, bagaimana kondisi di DKI saat ini khususnya di Jakarta. Masalah Narkoba memang sudah semakin menakutkan dan mengancam semua sendi-sendi kehidupan di Jakarta.

Kata Effi, Kenapa sering dilakukan penyuluhan narkoba, karena Indonesia sudah darurat narkoba. Melalui penilitian BNN untuk pemuda, anak anak itu sudah 250 juta penduduk Indonesia 3,7 juta yang sudah terjangkit dan di indikasi menggunakan narkoba. Itu dari anak anak dan pemuda.

Kemudian lanjut Effi, juga dari penilitian dari BNN juga bahwa setiap hari ada 40- 50 meninggal dunia akibat mengkonsumsi narkoba. Bayangakan, sehingga Indonesia darurat narkoba. Kenapa, inilah fungsinya dari pencegahan saya tidak bosan-bosan berbusa-busa mulut saya mondok di sekolah, kampus, dan di masyarakat harus seperti ini. Tidak ada kata lain memang, hanya penyampaian, pencegahan seperti ini sosialisasi.

Kita belum bisa membuat metode lain bagaimana cara pencegahannya. Pencegahannya adalah dari disendiri. Kualitas dalam pendidikan dalam pola berpikir dan harus pandai melihat dalam pergaulan, ujarnya sat menjadi pembiacar di Gedung BNN lantai 7 untuk sosialisasi kepada seluruh anggota Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI POLRI (FKPPI) Se-DKI Jakarta

Dijelaskan Effi, Negara ini sudah maju kepolisian pun bisa menyediliki dan menangkap para pelaku pelaku bandar informasi pun diperlukan juga. Agar bila ada terjadi sesuatu di lingkungan asrma yang mencurigakan orang masuk dan sering keluar masuk sekitar kompleks ini perlu di curigai bersama.

Informasikan ke Drektorat Narkoba Polda Metro Jaya bahkan BNN. kata Effi bahwa di Jakarta ini, tren penggunaan narkoba meningkat. Kenapa, banyak yang ditangkap. Bandar, pabrik, tapi tetap saja masih ada pengguna. “Inilah yang menjadi masalah. Karena sekarang pemasoknya itu sudah tidak lagi lewat udara darat, tapi lewat laut.

Dari lewat laut diungkap penangkap 1 ton lebih. Inilah persoalan yang harus kita sikapi bersama-sama agar peredaran narkoba ini betul-betul kita kerjasama agar masalah ini dapat diatasi bersama dan masuk ke negara ini, pintanya.

Diterangkan Effi bahwa bahwa ancaman narkoba itu, dan ajakan untuk menggunakan narkoba itu selalu ada. Oleh karena itu bentengi diri kita dengan pencegahan, tidak cukup dengan pihak kepolisian memberikan penyuluhan-penyuluhan akan tetapi bentengi diri kita, keluarga, lingkungan, kita bekerjasama supaya lingkungan kita terjangkit masalah narkoba, tuturnya.

Disisi lain Jefry Tambayong, SH Ketua Umum Forum Organisasi Kemasyarakatan Anti Narkoba (FOKAN) sangat mengasperesiasi untuk FKKPI ini tidak perkara mudah untuk membentuk 350 satgas anti narkoba. Dan orang-orang yang mau rela hati ada di tempat ini saya terharu.

“Saya berkecimpung di dunia P4GN ini bersama Arman Depari masuk tahun ke 14. Mengatakan, kalau kita nggak sungguh-sungguh dalam hal narkoba. Ini bukan segedar satgas, tapi ini suatu kesadaran bahwa negara kita ini sedang menuju kehancuran. Akibat narkoba,” tegasnya.

Jefry Tambayong sangat berharap, semua harus dukung BNNP DKI Jakarta, Polda Metro Jaya, FKKPI. Foka, dan seluruh organisasi yang ada di dalamnya, ajak untuk peran ormas. Bersama-sama berganteng tangan untuk sama-sama mencegah peredaran narkoba dan memberantas narkoba. Benar nggak negara serius dalam penanganan P4GN ini.

Kalau penanganannya tidak dari hilir ke hulu, masalah narkoba tidak akan selesai-selesai. Kenapa, bagaimana orang mau di rehab malah di penjara. Padahal sudah ada Sema, Seja, Perber dan peraturan bersama, ini semua harus di rehab bukan di penjara,” pintanya.

Maka dari itu Jefry berharap, dengan adanya relawan FKKPI mari bersama-sama untuk memberantas narkoba bersama-sama. Agar Bangsa dan Negara ini betul-betul bebas dari narkoba. Dan ada gerakan yang Riil dari FKKPI dan nyata untuk pemberantasan narkoba bersama sama, ungkapnya.

Disisi Berbeda Brigjen Pol Tagam Sinaga S.H Kepala BNN Provinsi DKI Jakarta menegaskan kembali bahwa Jakarta darurat narkoba. “Kenapa sih narkoba nggak selesai selesai di Jakarta ini”.

“Jakarta nomor satu dalam masalah narkoba”. dijelaskan Tagam bahwa ini adalah ini penyakit kronis. Dan pembunuh massal. Masuknya narkoba ke Jakarta luar biasa. Ada dari darat, laut, dan udara. Banyak peredaran narkoba ini dilakukan oleh oknum-oknum aparat pun banyak yang tertangkap. Sipir-sipir tahanan pun banyak yang bermain, dan narapidana pun ikut bermain.

Karena inilah bisnis yang menggiurkan. Kemudian masalah hukum pun belum mampu memberikan efek jera. Kenapa banyak para bandar sudah di hukum mati. Contoh fredy gunawan sudah di hukum mati. Sudah sampai tiga kali dibuat hukuman mati. Terakhir di eksekusi. 80 persen tempat hiburan di Jakarta berdar narkoba.

“Saya hanya meminta dan focus untuk sekolah -sekolah untuk mecek narkoba. Untuk menyelamatkan anak-anak sekolah dari bahaya penggunaan narkoba. cek dan tes urin kepada anak-anak sekolah,”urainya.

Ditegaskan Tagam, bahwa Perintah dari presiden, BNNP DKI sudah melakukan sosialisasi, membentuk satgas, melaksanakan tes urin. Jadi inilah yang BNNP Provinsi lakukan di semua instansi. Maupun organisasi, katanya.

Sekali lagi Brigjen Pol Tagam Sinaga S.H Kepala BNN Provinsi DKI Jakarta Negara mengatakan, bahwa Bangsa ini sudah darurat narkoba. persoalanyang sering terjadi di semua tahan, dimana Tahan 18000, sedangkan kapasitasnya Cuma 5000, makanya kata tagam, nggak kaget lapas di bakar, ada keributan.

Kenapa kapasitasnya Cuma 5000. Diisi 1800. Kemudian 13000 adalah pengguna narkotika 75 persen narapidana di penjara di seluruh Jakarta ini adalah pengguna narkotika selebihnya tahan pencurian, perampokan, pembuhan. “Negara perlu memperhatikan hal ini untuk kedepannya.

Untuk para bandar narkoba harus masuk dan di hukum mati, tapi kalau pengguna itu harus di rehabilitasi bukan di penjara. Kenapa di penjara dan di rehablitasi, kalau di penjara dia tidak pulih.

Bahkan dari pecandu berkembang jadi kurir, lama-lama jadi pengedar. Pendekatan dalam narkoba ada dua, yakni kesehatan dan pendekatan dengan iman, pintanya.

Brigjen Pol Tagam Sinaga S.H Kepala BNN Provinsi DKI Jakarta Negara berharap, pembentukan relawan anti narkoba berdasarkan azas Pancasila. Semua bekerja secara iklas dan tulus, suka rela dan professional. Kemudian bekerjasama seluruh BNN yang ada di Indonesia. BNN Provinsi dan kota. Satgas anti narkoba mampu mempengaruhi para penyala guna khususnya di lingkungan asrama, katanya. (Parulian).

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!




Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional