Menu

Pemahaman Wawasan Kebamgsaan Sebagai Penangkal Radikalisme Dan Hoax

  Dibaca : 9 kali
Pemahaman Wawasan Kebamgsaan Sebagai Penangkal Radikalisme Dan Hoax
Foto : Rully Rahadian 
Jakarta, Rakyatbicara.co.id – Radikalisme dan Hoax, dua kata yang akhir-akhir ini memadati berbagai topik pembahasan berbagai media, baik media profesional maupun media sosial. Bahkan dalam candaan sehari-haripun seseorang yang perkataannya diragukan kebenarannya disebut hoax.
Begitu pula dengan radikalisme. Kata ini begitu mencuat belakangan ini, ketika masyarakat dari tingkat pejabat hingga akar rumput menyatakan tekad untuk memerangi radikalisme.
Sejak lima tahun ke belakang, jagat berita kita sudah disesaki oleh belantara media online. Bak pedang bermata dua, dampak media berbasis internet ini memiliki dua kecederungan yaitu positif dan negatif. Positif jika ternyata berita yang diserap target pembacanya dapat memberi wawasan yang mampu meningkatkan intelektualitas, atau malah sebaliknya memberi pengaruh buruk yang menyesatkan pola pikir pembacanya.
Radikalisme dan Hoax memang persoalan krusial yang menjangkiti anak-anak bangsa akhir-akhir ini. Terpaparnya Radikalisme yang tersebar di berbagai lembaga baik dalam sistem pemerintahan maupun BUMN, lembaga tinggi negara, bahkan TNI/Polri pun tidak luput dari masifnya gerakan Radikalisme tersebut.
Hoax sebagai perpanjamgan tangan dari pemikiran-pemikiran pemganut Radikalisme yang menggunakannya sebagai alat untuk penyebaran pahamnya tersebut, menjadi sebuah keresahan yang sangat terasa di masyarakat. Hoax yang merupakan ujaran kebohongan kini sudah menjadi konsumsi publik yang sering dianggap sebagai sebuah kebenaran. Sungguh miris dan mengerikan.
Jika kita telaah lebih dalam, Radikalisme dan Hoax tersebut adalah bagian dari grand scenario yang dibuat para aktor baik asing maupun lokal, yang mempunyai peranan dalam situasi Perang Asimetris yang terjadi di negeri ini. Modus mereka dalam mengacak-acak keteraturan dan keseimbangan yang terjadi dalam kebhinnekaan kita, menjadi momok mengerikan bagi sebuah utopia negara merdeka yang beragam budaya, suku, ras, dan agama, namun aman, damai, dan sentosa.
Sebagai bagian dari warga negara yang sadar akan situasi tersebut, sebaiknya kita harus segera melakukan tindakan yang bersifat antisipatif dalam melawan gerakan Radikalisme dan Hoax tersebut. Kita kadang terbuai oleh dahsyatnya hoax bahkan menjadi bagian dari perseteruan. Padahal kita tidak sadar kita sudah terbenam dalam kubangannya.
Analisa bodohpun tetap akan menunjukkan bahwa pemahaman wawasan kebangsaan yang kuat akan menjaga diri kita terpapar dari hantaran Radikalisme yang bergerak bagai aliran listrik menyengat benak dan kalbu kita, sehingga nalar kita dimatikan, dan kita menjadi bagian darinya. Hoax dalam bentuk dan kekuatan apapun juga tidak mampu mengintimidasi pikiran kita.
Wawasan kebangsaan merupakan tameng yang sangat kuat menahan gempuran Radikalisme dalam Perang Asimetris. Dengan pemahaman wawasan kebangsaam yang mumpuni, kita mampu berpikir secara integral. Ke belakang kita berpikir sejarah bangsa kita yang panjang dengan warisan kearifan lokal yang luar biasa, ke depan kita mampu berpikir sebagai seorang visioner dalam menyikapi pergerakan bangsa dan negara terkait kemajuan teknologi serta arus pergerakan budaya yang mendunia.
Wawasan kebangsaan bukan hal remeh yang bisa kita abaikan lagi. Anak bangsa yang kini dalam persimpangan budaya harus segera diselamatkan demi utuhnya bangsa ini ke depan, khususnya dalam membangun ideologi bangsa yang harus kita jaga yaitu Pancasila.
Penulis adalah Ketua LKBI Lembaga Konservasi Budaya Indonesia dan Wakil Ketua Umum PWOIN Perkumpulan Wartawan Online Independen Nusantara.
Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!



Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional