Menu

Jangan Sembarangan Ngomong Mau Bubarkan BNN

  Dibaca : 10 kali
Jangan Sembarangan Ngomong Mau Bubarkan BNN
Jakarta, Rakyatbicara.co.id – Wacana pembubaran BNN yang mengemuka disampaikan anggota Komisi III DPR RI Fraksi PDI- Perjuangan Masinton Pasaribu, yang mana mengancam membubarkan Badan Nasional Narkotika (BNN), Menurut dia, kerja BNN tak menunjukkan hasil.
Peredaran narkoba di Indonesia pun menjadi ancaman yang serius. “Saya minta BNN dievaluasi, bubarkan. Kami akan melakukan revisi terhadap undang-undang narkotika dilebur saja BNN, enggak perlu lagi, enggak ada progres,” tegasnya.
Hal ini pun mendapat kritikan tajam oleh Ketua Umum GPAN (Generasi Peduli Anti Narkoba) Brigjen Pol P Des. Siswandi,  Wacana mau membubarkan BNN sangat tidak berlandasan Apapun.
“Saya Yakin Itu Pendapat Pribadi yang kurang Tepat, harusnya, harus menguatkan Lembaga BNN. Seperti BNN Dipimpin oleh Setingkat Menteri. Seperti Menteri Urusan Narkotika Atau bahasa BNN diganti dengan “Badan Anti Narkotika Nasional,” katanya lewat pesan singkatnya kepada Rakyatbicara.co.id, Senin (2/12/2019).
Kata Siswadi, apa yang perlu diperkuat Seperti jumlah personilnya, Peralatanya, Anggarannya dan Profesionalnya.
Siswandi menjelaskan, Bila BNN Dibubarkan maka mafia narkoba internasional ya pesta Pora. yang mana selama ini yang berantas narkoba selain “Polri Ya BNN”.
Berton-ton Sabhu, Berjuta-juta Pil XTC yang telah diungkap BNN. “Harusnya Komisi III DPR  Fokus Menanyakan Kepada Jaksa Agung Selaku Eksekutor, kenapa NAPI yang di Vonis Mati Tidak Mati-mati, bahkan Hanya di Indonesia Hukuman Mati setelah 3 Kali Di Vonis Hukuman Mati Baru Dieksekusi, ketusnya.
Makanya Siswandi menegaskan, Napi Narkoba tidak Pernah Takut dengan kematian. Dijelaskannya, data Napi di Lapas Indonesia sebanyak 260.000 orang
Dari Jumlah tersebut 120.000 orang adalah Napi Narkoba Diantara 120.000 Orang tersebut 40 %nya adalah Penyalahguna dan Pecandu Narkoba.
“Jadi Jangan sembarangan ngomong wacana mau bubarkan BNN, narkoba
napi hukuman mati kasus narkoba lebih 90. orang. mau diapakan, di eksekusi
nunggu grasi, atau nunggu ajalnya tiba, ujar Ketua Umum GPAN tegas. (Parulian).
Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!



Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional