Menu

UHO Bicara Seminar Hasil Hutan Bukan Kayu Khususnya Madu, Ada ILMI-SULTRA

  Dibaca : 22 kali
UHO Bicara Seminar Hasil Hutan Bukan Kayu Khususnya Madu, Ada ILMI-SULTRA
Kendari, Rakyatbicara.co.id – Dalam sela-sela acara seminar nasional hasil hutan bukan kayu yang di adakan oleh Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan Universitas Halu Oleo. Pengurus ikatan lebah madu indonesia cabang sulawesi tenggara (ILMI-SULTRA).
Ikut dikukuhkan oleh Dirjen pengelolaan hutan produksi lestari yang diwakili Kepala sub direktorat hasil hutan bukan kayu hutan produksi kementerian lingkungan hidup dan kehutanan Republik Indonedia Oleh Ir. Ibrahim, MM yang berlangsung di hotel clarion ruang pinishi, dimana bapak Ibrahim dalam sambutannya ILMI SULTRA harus mengemban amanah tersebut  dalam hal pemanfaatan hasil hutan bukan kayu khususnya lebah madu yang ada di sultra.
Dalam wawancaranya Ketua Ikatan Lembah Madu Indonesia Propinsi Sulawesi Tenggara Suhardi, SP dalam sela-sela acara seminar tersebut merasa bersyukur ILMI-SULTRA dapat dibentuk dan dikukuhkan yang hadir di Sultra untuk menjembatani seluruh kegiatan dan usaha permaduan baik mulai dari peternak, pemburu, pengumpul sampai penjual.
Hadirnya ILMI di sultra dengan tugas awalnya akan mendata segala aktivitas usaha permaduan, habitat, vegetasi, jenis nektarnya, jumlah produksi dalam setiap koloni madu sehingga bisa dikalkulasikan produksi madu disetiap daerah yang kemudian dapat di diversifikasi dan kualifikasi jenis madu yang ada SULTRA, juga terkait standarisasi harga madu dari kualifikasinya lebah madu yang ada sehingga harganya sesuai.
Ada 4 jenis lebah madu yang ada yakni :
1. apis dorsata atau lebah madu raksasa merupakan lebah madu asia yg berhabitat di hutan, membuat sarang dengan hanya satu sisiran yang menggantung ditahan dan diranting pohon, langit langit terbuka dan tebing jurang bebatuan.
2. Apis mellifera merupakan lebah budidaya yang paling unggul. Selain menghasilkan madu yang melimpah, lebah jenis ini juga sangat jinak (maksudnya tidak mudah menyerang/menyengat) dan relatif mudah pemeliharaan.
3. Trigona merupakan penghasil propolis yang paling terkenal. san memiliki tubuh lebih kecil dibandingkan lebah madu lainnya.
4. Apis celana merupakan salah satu species lebah madu bertubuh kecil, suka bersarang dilubang lubang pohon dengan bentuk sarang berupa lembaran lembaran berbentuk setengah lingkaran.
Dimana prinsip pemanasan madu hutan ada dua cara yakni Lestari dan Higienis.
“Lestari” yaitu suatu sistem panen yang hanya mengambil bagian madu dan menyisahkan sedikit untuk anakan atau 25% dati bagian kepala madu yang harus ditinggalkan.
“Higienis”yaitu dimana peralatan panen dan pengolahan panen tidak merusak kualitas madu. Vegetasi tanaman melimpah di sulawesi tenggara berdampak terhadap jumlah produksi madu, nektar, rasa, kekentalan, kadar kandungan airnya, kandungan kadar gula, serta tingkat asam aminonya serta nutrisi yang terkandung didalam madu tersebut.
Lebih lanjut untuk program kerja awal ILMI-SULTRA telah meresmikan Rumah Lebah Madu Kendari yang menyediakan berbagai jenis produk lebah madu beserta olahannya yang bertempat di Jalan Lawata No.45 B Kel. Mandonga Kec. Mandonga (Toko Lokha Shabby).
Dimana produk madu yang dijual tersebut merupakan hasil produk anggota pengurus ILMI SULTRA yang bertujuan sebagai sentra pemasaran lebah madu, menjaga kestabilan harga, juga untuk mengedukasikan kepada penikmat madu/pembeli akan berbagai produk madu yang ada di sultra khususnya mengenai madu asli yang dijual di Rumah Lebah Madu Kendari seperti produk madu Lokha Madu, Madu Asli Abu Ken, Madu Latoma, Madu AduQi, Madu Trigona Kambaka. (Ardi).
Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!



Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional