Menu

Ketum GPAN Menanggapi Menkumham RI Tentang Pemerintah Bakal Merehabilitasi 21.540: Narapidana Narkotika

  Dibaca : 98 kali
Ketum GPAN Menanggapi Menkumham RI Tentang Pemerintah Bakal Merehabilitasi 21.540: Narapidana Narkotika

Jakarta, Rakytbicara.co.id – Persoalan Narkoba di Bangsa ini, menjadi persoalan yang sangat serius untuk semua elemen di bangsa ini. Terlebih narkoba sudah menyentuh semua lapisan masyarakat bawah hingga lapisan atas. Pertanyaannya, apakah masalah ini kita biarkan begitu saja, akankah generasi muda bangsa akan mati sia- sia akan penggunaan barang haram ini.

Atas dasar itulah, Ketua Umum GPAN Brigjen Pol (Purn) Siswandi menegaskan, pernyataan tersebut memberikan angin Segar terhadap Penanggulangan Penyalahguna Narkoba yang di bui dipenjara, sudah saatnya pemerintah Mengedepankan kewenangan utuk Merehabiltasi para Penyalahguna dan Pecandu Narkoba.

Lebih dari 260.000 orang Napi kejahatan di Indonesia, dari jumlah tersebut 120.000 org Napi. Narkoba 40 % dari 120.000 tersebut adalah Para Penyalahguna Narkoba yg dikriminalkan harus mereka itu lah direhabilitasi, demikian ditegaskannya saat memberikan keterangan kepada media tentang narkoba khususnya bagi korban menyala guna maupun pecandu narkoba, seperti kasus Nunung yang dituntut JPU 1,5 tahun penjara, sedangkan vonis Hakim 18 bulan rehabilitasi, Sabtu (7/2019) di kantor GPAN jalan Gunawarman jakarta Selatan.

Sebagai Ketum GPAN Siswadi sangat Mendukung bila Pemerintah akan
merehabilitasi 21 ribu lebih hal tersebut sesuai amanah UU 35 thn 2009 tentang narkotika kenapa penerintah, DPR tidak melaksanakan. Tindakan tegas tehadap Para Bandar Sindikat narkoba…?, katanya.

Ditegaskan Siswadi, 90 Narapidana Narkoba yang divonis hukuman Mati, namun sampai saat ini tidak dilakukan EXCEKUSI..
.? Ini menjadi Polemix di Masyarakat.
Tatkala Aparat mengungkap Kartel Syndikat narkoba dng BB Ratusan Ribu Kg bahkan Berton-ton serta Berjuta-juta Pill XTC semua Memberikan Apresiasi pada BNN maupun Polri.

“JPU, Menuntut hukuman mati kita acungkan. Jempol Bahkan Hakim Memvonis Mati. Semua puas Namun, Kelanjutannya apa Yang dihukum mati kagak Mati-mati apakah Kita menunggu sampai mereka- mereka itu berbuat dan mengendalikan Dari lapas Lagi dan ketangkap Lagi.

Dihukum mati Lagi Aneh kan
Hanya di Republik Ini Napi Narkoba bisa mati Sampai 3 kali Seperti Fredi Budiman Sampai Vonis mati tiga kali baru dieksekusi,” tegaskan.

Untuk itu Siswandi berharap semoga komponen anak Bangsa waspada
Indonesia sudah smenjadi bencana narkoba. (Parulian).

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!




Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional