Pelecehan Terhadap Jurnalistik Oleh Oknum Staf Kantor Camat Wawo Dilaporkan

“Pelecehan Terhadap Jurnalistik Oleh Oknum Staf Kantor Camat Wawo Dilaporkan”

Bima, Rakyatbicara.co.id – Kasus Pelecehan Terhadap Jurnalistik Di Kantor Camat wawo akhirnya ke rana hukum pada hari selasa pagi pukul 08 30 wita, di kantor Camat wawo, Desa Maria, Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (04/12/2019).

Oknum Pegawai staf kantor Camat wawo diduga melakukan pelecehaan Sala satu Pimpinan Media Online Buser Bima, di kantor camat wawo Pada saat sedang membuat berita tentang 6 orang masyarakat wawo di gigit anjing Rabies.

Baca Juga : Pererat Silaturahmi, PGRI Cabang Cibinong Adakan Bukber

Pimpinan Media Buser Bima pada awalnya sedang membuat berita di Ruangan kerja nya kasie Polisi Pamong Praja (POL PP) tiba-tiba salah satu oknum sebut saja (KS) staf kecamatan wawo masuk keruanggan nya, dengan menegur saudara Amir, kemudian amir menanyakan abang dari mana, KS menjawab baru pulang sosialisasi terkait anjing rabies dari desa ntori sampai ujung desa raba, oh iya bang kenapa tidak infokan bang biar saya liput kegiatan nya, agar tambah berita di media saya, berbicara dan sambil ketawa tiba-tiba dia nyeletuk di sebelah “buat apa masuk koran atau media ntoh tidak kenyang ke perut ko, kalau kenyang ke perut saya juga mau ikut masuk haaaaaaaaaaaaa”, ucapnya.

Selesai menulis saya keluar dan menanyakan kepada pol pp dan pj desa riamau, maaf siapa yang berbicara seperti itu tadi, mereka menjawab abah ritwan staf kantor camat wawo. Lalu saya bertanya kenapa dia berbicara seperti itu, “apakah saya pernah bicarakan dia atau saya mengganggu di kantor kecamatan pelayanan masyarakat jangan kasih bahasa seperti itu, kami sebagai masyarakat apalagi saya seorang jurnalis, bahasa bapak ini sudah melecehkan tugas kami sebagai jurnalis, ucap amir kepada rakyatbicara.co.id, Kamis sore (5/12/2019).

Melihat perlakuwan oknum staf tersebut, kami mencoba bertanya kepada warga. ternyata di kantor camat menurut hendi salah satu masyarakat kampung loka di juga pernah merasa di usir di kantor camat itu entah oleh siapa dan tidak jelaskan lewat masenjer nya. berarti semua pegawai kantor camat ini harus di berikan sekolah khusus pelayanan sehingga gimana sih melayani masyarakat itu dengan baik.

Kemudian amir kerumah sekretaris camat (Sekcam). wawo Syarifudin bahsyar S.Sos memberikan informasih bahwa salah satu oknum telah melecehkan saya. Dengan adanya kejadian ini Sekcam akan pertemukan di kantor camat, terang sekcam

Sekcam Syarifudin Bahsyar S.Sos Menyampaikan, ”bila ini terjadi saya akan segera memberikan sanksi atau cara- cara pelayanan terbaik terhadap oknum di kantor camat ini sehingga menkedepankan tatakrama dan sesuai Motto BIMA RAMAH dan WAWO BANGKIT Bima ramah artinya berikan senyum manis dan harus ramah terhadap sesama manusia”, ucap sekcam saat di wawancarai.

Amir salah satu pimpinan media online meminta kepada Bupati Bima agar kasus yang melecehkan jurnalis seperti ini, “jangan di biarkan”. Berikan tindakan atau peringgatan khusus, ini sudah sekian kali di wilayah kabupaten Bima terhadap teman-teman jurnalis atau wartawan mendapatkan kata-kata pelecehan, serta amir juga sudah membuat laporan pengaduan ke pihak kepolisiaan.

Dalam menjalankan tugas jurnalistik wartawan di lindungi UUD RI NO 40 tahun 1999 tentang PERS BAB 8 ketentuan pidana Pasal 18 Ayat 1 yang berbunyi setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan.tindakan berahkibat, menghambat atau menghalang pelaksanana ketentuan pasal 4 Ayat 2 dan Ayat 3 di pidana dengan pidana penjara paling lama 2 tahun atau denda 500 juta rupiah.

Sudah jelas dalam kutip UUD Pers dalam BAB 1 ketentuan Umum Pasal 1 ayat 6. Yang berbunyi Kegiatan jurnalistik adalah kegiatan mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah dan menyampaikan informasi baik dalam bentuk tulisan, suara, gambar suara dan gambar serta data dan grafik mau pun dalam bentuk lainya dengan menggunakan media cetak, media elektronik, dan segala jenis saluran yang tersedia.

Kemerdekaan berpendapat, berekspresi, dan pers adalah hak asasi manusia yang dilindungi Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, dan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia PBB. Kemerdekaan pers adalah sarana masyarakat untuk memperoleh informasi dan berkomunikasi, guna memenuhi kebutuhan hakiki dan meningkatkan kualitas kehidupan manusia. Dalam mewujudkan kemerdekaan pers itu, wartawan Indonesia juga menyadari adanya kepentingan bangsa, tanggung jawab sosial, keberagaman masyarakat, dan norma-norma agama. (Hdr/amr).

Pelecehan Terhadap Jurnalistik Oleh Oknum Staf Kantor Camat Wawo Dilaporkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.