Menu

Neneng Minta Rekruitmen PJLP Di Pemda DKI Harus Transparan

  Dibaca : 92 kali
Neneng Minta Rekruitmen PJLP Di Pemda DKI Harus Transparan
Jakarta, Rakyatbicara.co.id – Rekruitmen Penyedia Jasa Lainnya Orang Perorangan (PJLP) yang dilakukan oleh Pemda DKI pada 2020, mendapatkan perhatian khusus para wakil rakyat yang duduk di Kebon Sirih.
Perhatian itu dikarenakan, adanya isu jika dalam penerimaan PJLP di Jakarta, sarat terjadi pungli dan tekanan orang kuat di DKI yang memasukan orang dekatnya, meski tidak berdomisili di Jakarta.
Adanya isu permainan seperti itu, dianggap mengangkangi visi dan misi gubernur Anis Baswedan yang menginginkan Jakarta maju kotanya, sejahtera warganya. Karena dampaknya, menghambat generasi muda yang berada pada usia produktif yang berdomisili di Jakarta, mendapatkan lapangan pekerjaan.
Anggota DPRD DKI dari Fraksi Demokrat, Neneng Hasanah yang meminta agar penerimaan PJLP harus mendapatkan pengawasan ekstra agar lebih transparan dalam proses penerimaanya.
“Sudin Lingkungan Hidup dan Sudin SDA di Pulau Seribu jangan takut oleh tekanan pihak mana pun. Kalau memang punya potensi dan memenuhi syarat, orang tersebut harus diterima. Dan ini harus diterapkan pula oleh Kasudin di wilayah lainya,” ujar anggota DPRD dari Fraksi Demokrat, Neneng Hasanah kepada wartawan Rakyatbicara.co.id.
Menurut anggota Komisi D DPRD DKI itu, dalam proses penerimaan yang dianggap sangat mengecewakan, seperti yang terjadi pada Dinas Kehutanan. Dalam prakteknya, meski membuka pendaftaran secara luas lewat online, namun penerimaan terhadap PJLP justru sangat minim.
“Buat apa membuka penerimaan PJLP tapi pada kenyataannya masyarakat Jakarta banyak yang mengalami kekecewaan. Yang mendaftarkan diri 500 orang lebih. Ternyata yang diterima hanya 12 orang saja. Belum lagi banyak pula PJLP itu yang diterima, ini kan sama halnya memberikan janji palsu pada masyarakat,” sesalnya.
Lebih jauh, anggota DPRD DKi yang sudah tiga periode terpilih dari dapil II Jakarta itu berharap agar semangat mengurangi pengangguran di Jakarta harus dikedepankan oleh pihak-pihak terkait. Dengan mengedepankan, warga yang berdomisili di DKI.
“Kalau untuk mengurangi pengangguran di Jakarta. Harusnya orang Jakarta yang diprioritaskan dalam penerimaan PJLP dong. Jangan orang luar Jakarta seperti Depok, Tanggerang, Bekasi dan wilayah lainnya yang justru diterima dalam mengisi pos lowongan pekerjaan di Jakarta” pintanya. (wbo).
Editor:
KOMENTAR

1 Komentar

  1. Sarah



Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional