Menu

Apel Persiapan Sarana dan Prasarana Penanganan dan Pencegahan Karhutla Tahun 2020, Wujudkan Langit Biru Tanpa Asap

  Dibaca : 75 kali
Apel Persiapan Sarana dan Prasarana Penanganan dan Pencegahan Karhutla Tahun 2020, Wujudkan Langit Biru Tanpa Asap
Meranti, Rakyatbicara.co.id – Bupati Kepulauan Meranti Drs. H. Irwan M.Si, menghadiri acara Apel Persiapan Sarana dan Prasarana Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2020 di Kepulauan Meranti, kegiatan dalam rangka mengecek persiapan peralatan dan petugas ditiap Kecamatan dalam mengantisipasi Karhuta di Meranti itu, dipusatkan di Halaman Mapolres Meranti, Sabtu pagi (25/1/2020).
Wakil Ketua DPRD Meranti H. Khalid Ali, Penjabat Sekda Meranti Bambang Supriyanto SE MM, Asisten I Sekdakab. Meranti Syamsuddin SH MH, Wakapolres Meranti Kompol. Irmardison, Kasatpol PP Meranti Helfandi SE M.Si, Ketua MUI Meranti H. Mustafa S.Ag, Kepala BPBD Meranti Drs. Idris Sudin, Kadis LHK Meranti Drs. H. Irmansyah, Camat Tebing Tinggi Rayan Pribadi SH dan Para Camat dan Kades Se-Kabupaten Meranti, Masyarakat Peduli Api (MPA), Danramil Selatpanjang, Satpol PP, Tokoh Masyarakat/Agama/ dan lainnya.
Kegiatan Apel Persiapan Sarana dan Prasarana Penanganan dan Pencegahan Karhutla Tahun 2020 di Meranti, diawali dengan peninjauan pasukan dan cek peralatan yang dilakukan oleh Bupati Meranti bersama Kapolres.
Menyikapi kegiatan itu Bupati Kepulauan Meranti Drs. H. Irwan M.Si dalam sambutannya mengatakan, hari ini merupakan hari yang mengembirakan bagi Kepulauan Meranti khususnya dalam upaya antisipasi dan penanggulangan Karhutla di Meranti.
“Disini kita mengecek semua persiapan untuk mengatasi Karhutla di Meranti semoga dengan persiapan itu kita semakin siap menghadapi Karhutla dimusim kemarau saat ini,” ujar Bupati.
Seperti diketahui kondisi lahan Meranti yang sebagian besar Gambut sangat berpotensi terjadinya Karlahut untuk itu Bupati juga berharap kepada masyarakat memahami situasi ini dengan tidak melakukan hal-hal yang dapat memicu terjadinya Karhutla di Meranti.
Lebih jauh dijelaskan Bupati, untuk mengatasi Karhutla di Meranti yang paling efektif adalah dengan kembali kepada kearifan lokal yaitu dengan mempertahankan tanaman Sagu yang mampu memberikan kelembaban pada lahan gambut. Selain itu juga membangu kanal-kanal yang langsung mengalir kelaut.
“Mari bersama-sama kita kembali kepada kearifan lokal dengan menjaga kelestarian tanaman Sagu, selain itu juga saya meminta kepada Kades dan Camat untuk membangun sekat kanal agar airnya tidak langsung kelaut tapi bisa menjaga kelembaban,” jelas Bupati.
Bupati menyarankan bagaimana Kanal-Kanal dibuat sekat agar air tidak langsung mengalir kelaut agar lahan selalu lembab dan tidak mudak terbakar.
Cara ini menurut Bupati sudah terbukti dalam pilot project di Desa Sungai Tohor dimana tanaman Sagu dengan Embung dapat memberikan kelembaban maksimal pada pahan Gambut. Selain itu juga jika terjadi Karlahut sumber air dapat dengan mudah diperoleh.
Kemudian terkait dukungan peralatan pemadaman api dikatakan Bupati, Pemkab. Meranti telah melakukan pengadaan yang dikoordinir oleh BPBD Meranti. “Nantinya BPBD akan memberikan bantuan mini strike kepada tiap Kecamatan yang ada di Meranti dan sisanya akan di standbye kan di kantor BPBD,” pungkasnya.
Dan untuk deteksi dini, Pemkab. Meranti juga akan menyiapkan alat sensor yang dipusatkan di BPBD, alat ini akan memberitahukan jika terjadi api yang terhubung ke ponsel masing-masing petugas sehingga upaya penanggulangan dapat segera dilakukan.
Sementara itu Kapolres Kepulauan Meranti AKBP. Taufik Lukman, dalam pidatonya saat bertindak sebagai pembina Apel Persiapan Sarana dan Prasarana Penanganan dan Pencegahan Karhutla Tahun 2020 di Kepulauan Meranti, menegaskan Kepolisian bersama Pemda dan semua pihak terkait siap untuk melakukan penanggulangan dan antisipasi Karhutla.
Ia berharap Karhutla yang sempat terjadi pada tahun 2019 lalu yang membakar lahan seluas 569 Ha tidak terjadi lagi. “Kita berharap melalui Apel Siaga Karhutla ini yang didukung dengan kerjasama semua pihak dapat mewujudkan langit yang selalu biru di Meranti, langit biru bebas asap,” ujarnya.
Selanjutnya diakui Kapolres dari hasil kunjungannya dibeberapa perusahaan yang beroperasi di Meranti telah mempersiapkan peralatan yang optimal begitu juga Kecamatan.
Diharapkan dengan dukungan penerapan Teknologi Lancang Kuning Polri yang berfungsi sebagai pendeteksi kebakaran upaya penanggulangan Karhutla lebih maksimal. “Kami juga meminta Desa dan Kecamatan ikut mendaftarkan dan memasang aplikasi Lancang Kuning itu diwilayahnya masing-masing sehingga jika terjadi Karhutla dapat segera ditangani,” ucapnya.
Kemudian untuk mengoptimalkan penanggulangan Karhutla Kapolres Meranti menghimbau beberapa Desa yang masih belum memiliki peralatan pemadaman dihimbau untuk segera menyiapkan alat.
Dan Polres Meranti melalui Babinkamtibmas juga terus menyampaikan himbauan dan maklumat secara mobile dan dinamis ketengah sebagai pengingat kepada masyarakat untuk tidak membakar lahan. “Mari bersama kita jaga hutan dan lahan kita dari Kebakaran Lahan,” ujar Kapolres Meranti.
Tak lupa Taufik juga mengingatkan kepada masyaraka pencari madu dan yang membuka lahan untuk tidak membakar lahan dan membuang puntung rokok sembarangan karena hal itu dapat memicu terjadinya Karhutla.
Senada dengan Bupati, Kapolres Meranti juga menyarankan penambahan embung dilokasi-lokasi rawan Karlahut. “Tanpa adanya sumber air secanggih apapun peralatan dan petugas tidak akan ada artinya, silahkan Camat dan Kades berkoorndasi dengan Polsek dan Perusahaan untuk membuat embung,” harapnya.
Kegiatan Apel Siaga Karhutla Tahun 2020 ditutup dengan kegiatan penyerahan bantuan peralatan pemadam kebakaran berupa pompa air secara simbolis dari Bupati Meranti kepada Kapolres Merantimyang dilanjutkan dengan deklarasi. (M. Nasution).
Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!





Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional