Menu

Pengengolahan Bahan Jadi Kayu Secara Ilegal Di Sungai Tohor Banan Semakin Merajalela

  Dibaca : 143 kali
Pengengolahan Bahan Jadi Kayu Secara Ilegal Di Sungai Tohor Banan Semakin Merajalela

Meranti, Rayatbicara.co.id – Puluhan Ton tumpukkan Kayu bahan jadi hasil Pembalakan secara Ilegal di kawasan Hutan Negara Desa Sungai Tohor Kecamatan Tebing Tinggi Timur Kabupaten kepulauan Meranti Provinsi Riau terlihat semakin merajalela tampa ada gangguan dari manapun, diduga aktivitas pembalakan Hutan secara Liar seolah olah mendapat restu dari pihak Istansi yang terkait.

Banyak ucapan yang dilontarkan oleh kalangan masyarakat terhadap awak media , terkait hancurnya hutan tersebut akibat pembiaran oleh pihak tertentu semenjak dihapuskan Kantor Dinas Kehutanan Kabupaten Kepulauan Meranti beberapa tahun yang silam, disaat itulah pengusaha pembalakan Hutan secara Liar semakin menjadi jadi, ungkapannya.

Ada juga kritikan dari kalangan masyarakat , mengatakan terkait pembalakan Kayu secara Liar biarkan saja,itu usaha masyarakat cari makan, lebih baik uruskan Korupsi yang dilakukan oleh Oknum oknum tertentu selama ini belum ada tersentuh Hukum.

Sesuai hasil pantauan awak media ini dilapangan terlihat bermacam jenis kayu dan ukuran kayu di Sungai Tohor Kanan yang tak asing lagi selama ini, setiap ditanya dengan masyarakat maupun pekerja mereka mengatakan kami tidak tahu pemiliknya.

Begitu juga terlihat Kades Desa Sungai Tohor Kanan diduga merestui usaha pembalakan Hutan secara Liar demi kepentingan pribadi, bukan menyelamatkan hutan,apa bila hutan habis akan menimbul kan kebakran(Karhutla)merugikan semua pihak tentu ada apa sebaliknya..?.

Menurut sumber dari masyarakat setempat inisial Mz mengatakan pada awak media ini baru baru ini, terkait aktivitas Pembalakan Hutan secara Liar, hal itu tidak asing lagi karena sudah berjalan cukup lama, nampaknya mereka tidak merasa takut, bahwa usaha tersebut sudah dirapikan lebih awal oleh Oknum tertentu, kalau ada razia kayu dari pihak istansi. terkait, mereka lebih awal sudah mengetahui, katanya.

Mz juga mengatakan setiap melalukan isi muatan Kapal tidak tanggung-tanggung mencampai ratusan ton yang akan dibawa keluar Daerah Meranti ,diduga pihak Istansi terkait dengan sengaja membiarkan aktivitas usaha pembalakan kayu secara Ilegal Loging dikawasan tersebut di duga ada indikasi saling kerjasama dengan Oknum tertentu

Padahal dalam Undang undang Nonor 18 Tahun 2013, Pasal 92 Ayat ( 1 ) Tentang pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan, perseorangan dengan sengaja, begitu juga Pasal 17 Ayat ( 2 ) Huruf a, dengan Pidana Pencara Paling Sedikit Tiga Tahun dan Palinglama 10 ( Sepuluh ) tahun serta Pidana Denda Palingsedikit Rp 1.500.000. 000, ( Satu miliar Lima ratus juta rupiah) dan Paling banyak Rp 5.000. 000. 000, ( Lima miliar rupiah

Sewaktu awak media ini ingin melakukan konfirmasi dengan Kepala Kantor Pemerintah Provinsi Riau Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui UPT Kesatuan Pengelolaan Hutan Tebing Tinggi 3 Februari 2020 dikantornya Jalan Pramuka Kabupaten Kepulauan Meranti, namun tidak berhasil, menurut staf kantornya bapak lagi Pekanbaru belum masuk kantor paparannya,(M.nst)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!





Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional