Menu

Advokat Clanse Pakpahan S,H : Rekayasa Perdamaian Jadi Modus Penipuan

  Dibaca : 84 kali
Advokat Clanse Pakpahan S,H : Rekayasa Perdamaian Jadi Modus Penipuan

Jakarta, Rakyatbicara.co.id – PN Jaktim, kamis (05/03/2020) kembali menggelar sidang perkara pidana pasal 378 KUHP dan 385 ayat 1 KUHP yang teregistrasi di SIPP PN. Jaktim No: 54/pid.B/2020/PN.Jkt.Tim dengan terdakwa Amsarin.

Sidang yang dipimpin oleh Muhammad Sirad yang didampingi Alek adam faisal dan Muarif, beragendakan saksi yang sudah disiapkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nugraha. S.H, dari kantor kejaksaan tinggi DKI Jakarta.

Hadir dalam persidangan Ahmad Muhamad, Asep, Titin aryanti, Bumansyur, Asmat jaya dan Rukiah sebagai saksi atas lahan seluas 8500 meter milik ahli waris Satta Rokib bin nasir dan ahli waris djantuk dijalan raya bekasi KM 21.

Yang mana tanah tersebut sudah dikuasakan oleh ahli waris pada Andi Wijaya. SH & Partner. Namun, tanpa diketahui oleh tim kuasa hukum maupun ahli waris, sudah dijual belikan pada Edi kartono.

Keterangan dari ahli waris Satta dan djantuk mereka tidak mengetahui kalau tanah milik nenek mereka sudah dijual terdakwa amsarin kepada edi kartono. Namun sanggahan edi kartono kalau dia membeli tanah seluas 8500 meter berdasarkan akte perdamaian pada tahun 2014 antara kedua belah pihak.

Hal ini dibenarkan oleh saksi ahmad muhamad tapi dengan perjanjian yaitu 50%-50% bila laku dijual. Namun terdakwa amsarin membatalkan perjanjian tersebut menjadi 70%-30% yakni terdakwa 70%, dan ahmad muhamad 30%, tapi itupun ditolak oleh ahmad muhamad karena tidak sesuai dengan perjanjian pertama waktu dinotaris.

Dan saat hakim mempertanyakan kepada saksi Asep, bumansyur, Asmat jaya, Rukiah apakah sebagai ahli waris djantuk mengetahui kalau tanah milik djantuk, telah dijual? dengan kompak para saksi menjawab kalau mereka tidak mengetahui, kami mengetahui saat kami dipanggil oleh penyidik polda metro jaya.

Sementara itu, Advokat Clanse Pakpahan, S.H, selaku kuasa hukum ahli waris mengatakan kalau letak lahan tersebut dijalan Raya Bekasi km 20 kelurahan rawaterate kecamatan pulogadung jakarta timur, bukan dijalan Raya Bekasi Km 21 yang diterangkan oleh saksi Ahmad Muhammad.

Adalah tanah Satta Rokib bin Nasir yang hasil eksekusi oleh pengadilan negeri jakarta timur yang penyerahannya oleh ketua Pengadilan Negeri Jakarta Timur kepada Clanse Pakpahan, S.H. Advokat selaku kuasa hukum dan juga kuasa mandat menjual atau mengalihkan.

Namun oleh terdakwa Amsarin merekayasa kembali dengan cara membuat perdamaian dengan seorang ahli waris dan merubah persil dan girik tanah Satta Rokib menjadi seolah olah persil dan girik Djantuk.

Kemudian menjualnya ke Edi Kartono, dengan cara merusak pagar dan gerbang objek tanah tersebut, terbukti mereka pelaku dan turut serta penyerobotan pasal 485 KUHP sebagaimana tuduhan dakwaan jaksa penuntut umum.

Ditambahkan Clanse Pakpahan, S.H, sejak kapan Andi Wijaya. S.H, menguasai lahan tersebut? apakah dia mengetahui tentang eksekusi tanah tersebut. dan sejak kapan dia dikuasakan oleh ahli waris Satta Rokib bin Nasir dan ahli waris Djantuk? karena sampai saat ini saya sebagai kuasa hukum penuh kedua ahli waris lahan seluas 9800 meter, tapi yang sudah terukur baru 8500 meter, karena ada musholla yang belum diukur dilapangan, ucapnya.

Masih kata Clanse, Perdamaian jadi modus penipuan, tidak ada lagi perkara diatas tanah itu sejak paska eksekusi dan penyerahan pisik oleh pengadilan Jakarta timur. tapi aneh bin ajaib, terdakwa Amsarin merekayasa perdamaian dengan saksi Ahmad Muhammad. Dan sebagai kuasa hukum, Clanse Pakpahan, S.H, tegur keras Ahmad Muhammad lantaran bertindak diluar kapasitasnya, lagi lagi ditipu oleh terdakwa Amsarin dan Edi kertono, Tegasnya. (Rd)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!




Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional