Menu

Diduga Banyak Kejanggalan Dalam Sidang Kasus PT.BNB Bogor

  Dibaca : 157 kali
Diduga Banyak Kejanggalan Dalam Sidang Kasus PT.BNB Bogor

Bogor, Rakyatbicara.co.id – Sidang perkara yang berlangsung di pengadilan negeri Cibinong klas 1A di mana” LL ” yang di sangkakan dengan pasal, 372 , 374 dan 378 , dengan mengajukan fee dan atau order fiktif di mana yang bersangkutan pernah bekerja di perusahaan PT. BNB. Rabu, (18/3/2020).

Keberadaan perusahaan Bian Niaga Batuan “PT.BNB” yang beralamat di Jalan raya Jakarta – Bogor km 46 Kelurahan Nanggewer Kecamatan Cibinong Kabupaten Bogor ini bergerak di bidang bisnis penjualan Keramik berkelas, seakan lepas dari pantauan media saat proses persidangan.

PT.BNB ini mencuat setelah terjadinya kasus yang di tuduhkan kepada mantan sales marketing perusahan yang berinisial “LL” 32 tahun, yang dalam dakwaannya menuding saudari “LL” memalsukan data penjualan untuk mendapatkan fee penjualan.

Dalam persidangan yang berlangsung, rabu (18/3/20) di pengadilan negeri Cibinong, Martinus Murdianto yang sebagai Direktur Operasional dari anak cabang perusahan PT. BNB di tanya kuasa hukum tertuduh soal legalitas Martinus Murdianto yang mengaku di persidangan sebagai Direktur Operasional yang dimana juga sebagai saksi dan pemberi kuasa pada rizal sebagai pelapor.

Selesai persidangan Kuasa Hukum tertuduh “LL” saat di wawancarai rakyatbicara.co.id mengatakan “Sejak awal saya sudah menanyakan kapasitas “Martinus Murdianto” diperusahan tersebut, dan tidak ada kuasa yang jelas untuk hadir dalam persidangan, makanya saya menanyakan Surat Keputusan “SK” pengangkatanya segbagai direktur PT. BNB” kata Toisutta.

Toisutta juga menambahkan, “ ada yang janggal dalam pencairan fee yabg di setujui dan ditanda tangani oleh Diretur Operasional PT. BNB, sedangakan yang di tuduhkan oleh klien saya mengenai fee sebesar 0,5%, sedangkan fee itu di bagikan ke tem di lapangan, artinya bukan hanya clien saya aja yang menerima fee tersebut, fee yang diterima clien saya ini sudah terbagi untuk tim yang tergabung debgan clien saya, jika itu atas hasil fee penjualan yang katanya fiktif, artinya bukan cuman clien saya yang menanggung apa yang di tuduhkan, diduga ada oknun juga yang terlibat yang sebagai penerima fee penjualan tersebut” tegas Toisutta.

Disisi lain Martinus saat di wawancarai terpisah oleh rakyatbicara.co.id mengatakan “sudah cukup di ruang sidang, saya tidak mau memberikan kerterangan apapun”, tandas martinus.

Martinus juga mengatakan “ kalu mau diberitakan kirim saja dulu sama saya beritanya, kalau tidak mau panjang urusanya sama saya” tegas Martinus kepada wartawan.(red/rb)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional