Menu

Heru Budhi Sutrisno, Angkat Bicara Terkait Kejanggalan Perkara Klainnya

  Dibaca : 240 kali
Heru Budhi Sutrisno, Angkat Bicara Terkait Kejanggalan Perkara Klainnya

Bogor, Rakyatbicara.co.id – Setelah mendampingi perjalanan proses sidang yang di sangkakan kepada Klainnya yang bernama Lala 32 tahun, Kasus Klainnya di nilai agak sumir.

Menurut pandangan Penasehat Hukum terdakwa Lala, HERU BUDHI SUTRISNO, S.H., M.H. yang juga Mantan penyidik di BARESKRIM MABES POLRI, Temuan dalam persidangan bahwa sejak dimulainya penyidikan hak tersangka sudah mulai dikebiri.

Misalnya seperti, saat di penyidik LALA menunjukan bukti chat WhatsApp (WA) dengan MIMI diabaikan. Karena dalam persidangan tidak ada keterangan dari Provider Telkomsel yang menjelaskan apakah itu nomor atas nama MIMI atau bukan,” Heru. Pada wartawan, Selasa (14/04/2020).

Masih menurut Heru, ” Seharusnya kalo Penyidik ragu apakah chat WA antara LALA dengan MIM, penyidik bisa mengirim surat untuk menerangkan hal tersebut. Inikan tidak, alamat MIMI dinyatakan tidak benar atau fiktif hanya berdasarkan dengan keterangan dua orang saksi saja yang tidak mempunyai dasar kekuatan hukum sama sekali,” ujar Heru.

” Seharusnya kalo memang keterangan tersebut betul orang yang tinggal di alamat yang diretikan MIMI, sebaiknya aparat setempat seperti RT/RW di buatkan BAP nya, sehingga apa yang dinyatakan oleh dua orang yang mengaku tinggal di alamat yang diberikan MIMI tersebut mempunyai kekuatan hukum,” tambahnya lagi.

” Seperti yang dikatakan LALA Masalah Saman memesan atau tidak tetapi kenyataannya surat jalan untuk pengantaran barang atas nama Saman ada juga dan diterima, untuk masalah siapa yang membayar itu bukan untuk dipermasalahkan, yang penting ada pengiriman barang serta ada bukti pembayaran dan itu faktanya.

Apalagi sesuai keterangan dari semua saksi dari BNB semua sale order (SO ) baik kecil maupun besar tidak akan bisa jalan kalau tidak ada tanda tangan dari perusahaan dan atasannya yaitu MARTINUS, dan itu diakui oleh MARTINUS. Lalu mengapa dalam Perkara ini hanya LALA saja yang di jadikan tersangka. Karena sudah jelas- jelas bahwa tanpa tanda tangan MARTINUS SO tersebut tidak bisa dijalankan.

Dengan temuan- temuan ini kami Team Kuasa Hukum LALA berpendapat bahwa,

1. Ada hak – hak tersangka yaitu hak untuk mendapat persamaan di muka hukum terrampas.
2. Hak membela diri juga terabaikan.

Karena saya paham betul saat saya masih menjadi Penyidik itu saya lakukan, karena penyidik wajib memberikan seluruh hak – hak tersangka pada saat pemeriksaan di tingkat penyidikan. Dan selanjutnya Team kuasa hukum akan melaporkan saudara MARTINUS ke Penyidik sesuai dengan Apa yang dikatakan majelis hakim yang terhormat hingga 3 x “LAPORKAN KEPOLISI”, Jika anda merasa ada yang tidak sesuai dan dia terlibat,” tandasnya menirukan majelis hakim. (Rn).

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!




Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional