Menu

Pihak RSUD Cibinong Berkilah Yang Betul Siapa

  Dibaca : 25 kali
Pihak RSUD Cibinong Berkilah Yang Betul Siapa
Bogor, Rakyatbicara.co.id –  Pihak RSUD CIBINONG melalui Hemat Gumilang Cahaya yang di dampingi Miftah membantah bahwa pasien meninggal dunia karena di tahan pihak rumah sakit, dalam hal ini bagian keuangan RSUD CIBINONG telah menyampaikan kepada awak media, pada Kamis (28/05/2020).
Tidak benar pihak kami (RSUD) telah menahan pasien dan meninggal dunia karena tidak bisa membayar dan di haruskan untuk membayar biaya terlebih dahulu sebesar 75% biaya perawatan,” katanya.
Adapun biaya tersebut untuk biaya ambulance sebesar Rp.300.000,- dan dengan rinciannya pembayaran sopir Rp.250.000,00 dan bensin Rp.50.000,00 dan itu memang ada aturan regulasinya, dan sebelumnya pasien memang sudah di perbolehkan pulang karena berdasarkan analisa dokter yang merawatnya kesehatannya meningkat dan maka di perbolehkan pulang,” ucap Gumilang.
Namun awak media sangat menyayangkan dengan tidak di hadirkannya Wandi serta Dokter yang menangani pasien dan memperbolehkan pasien pulang.
Karena sebelumnya sudah sangat jelas pihak keuangan rumah sakit ( Wandi ) sebelumnya telah bersikukuh kepada keluarga pasien dengan tidak di perbolehkan meninggalkan rumah sakit jika tidak melunasi biaya sebesar 75%, dengan adanya biaya tetsebut diduga pasien telah shock dan telah meninggalkan dunia.
Sebelumnya Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, melalui Wandi bagian keuangan mengatakan apabila tidak bisa membayar biaya sebesar 75% dulu, maka saya tidak bisa pulangkan karena kami pun resmi ada aturannya.
Seperti diketahui, sebelum meninggal Dahliah (49) warga kampung kupu-kupu Rt 02 Rw 06 pasir putih, sawangan, kota depok sempat dinyatakan sehat dan diperbolehkan pulang oleh dokter pada hari yang sama pada Rabu (27/05/2020) sekitar pukul 15 30 Wib.
Namun karena tidak mampu membayar biaya administrasi rumah sakit sebesar Rp.2.485.300,- untuk kepulangan pasien tersebut tertunda karena pihak rumah sakit belum dapat memberikan kepulangan pasien sebelum melunasi seluruh biaya.
Pihak keluarga kurang mampu ini pun kebingungan saat diminta menemui bagian keuangan, sempat meminta penangguhan pembayaran karena sedang memproses pembuatan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) si pasien. Namun pihak RSUD Cibinong bagian keuangan bersikukuh agar administrasi tersebut dibayarkan minimal 75% dari total tagihan. (Rb).
Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!




Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional