Menu

PLT Kadis DLH Anwar Anggana, Masih Ada PR Untuk 3 UPT Pengelolaan Sampah

  Dibaca : 175 kali
PLT Kadis DLH Anwar Anggana, Masih Ada PR Untuk 3 UPT Pengelolaan Sampah

Bogor, Rakyatbicara.co.id – Semenjak pengangkatan sebagai PLT Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor perlu adanya penanganan extra dalam penanganan sampah yang harus dilaksanakan dengan memberikan sarana dan prasarana serta Bangunan kantor yang layak.

Sampah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga). Sementara didalam UU No 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, disebutkan sampah adalah sisa kegiatan sehari hari manusia atau proses alam yang berbentuk padat atau semi padat berupa zat organik atau anorganik bersifat dapat terurai atau tidak dapat terurai yang dianggap sudah tidak berguna lagi dan dibuang.

Adanya sampah Kewajiban bukan dari petugas atau pun dari dinas dlh sendiri melainkan tangung jawab bersama yang hingga kini perlu adanya dukungan kerja sama dan kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan.

Sementara itu PLT Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor Anwar Anggana menjelaskan, Penanganan sampah di 7 UPT sudah baik namun perlu peningkatan pelayanan untuk lebih baik lagi. sementara ini pembuangan sampah hanya di satu lokasi adalah TPAS galuga.

Dalam perbup No.34 tahun 2018 pembentukan UPT Lingkungaan sedangkan Perbup No.34 tahun 2018 pembentukan UPT Pengelolaan Sampah kelas A. ada 8 pengelolaan, meliputi 7 UPT Pengelolaan Sampah dan 1 UPT lingkungaan.

Namun ada 3 kantor UPT pengelolaan sampah yang masih belum layak yaitu UPT Jonggol, UPT Jasinga dan UPT Ciampea. Mulai dari infrastruktur jalan menuju kantor UPT, bangunan kantor, armada dan yang lainnya. untuk armada DLH, kami memiliki armada truk sebanyak 230 armada, belum termasuk Dump truck/tipper truck, truck biasa, truk tronton, streert sweeper dan yang lainnya.

“Sebelumya pada tahun 2020 ini sudah masuk dalam anggaran barang dan jasa, namun adanya covid-19 ini pengurangan angaran negara cukup banyak yang pertama di persial 2 itu sebanyak 18,9 miliyar kemudian di persial 3 hampir 20 miliyar lebih dengan total hampir 40 miliyar di tahun 2020. Kalau tidak salah ada anggaran rehab untuk wilayah UPT II Jonggol tapi saya belum lihat lagi apakah ada atau di hapuskan ataupun di tunda,” terang Anwar Anggana kepada rakyatbicara.co.id pada Rabu (17/06/2020) pukul 10.30 wib.

Di sisi lain Iwan Setiawan Yunior selaku Kepala Pengolahan Sampah UPT II Jonggol mejelaskan, menurut saya untuk UPT belum maksimal. saya juga berharap dalam pengajuan ini dapat dilakukan rehab kantor menyeluruh agar kantor UPT II Jonggol lebih baik, mengingat bangunan kantor sudah lama, terangnya Kamis (18/06/2020).

Lanjut, Anwar Anggana juga akan berencana untuk tahun berikutnya sedang disiapkan berupa zona-zona cluster pembuangan sampah seperti di jasinga, rumpin, parung, caringin dan jonggol. Untuk saat ini sedang mencari lahan-lahan yang nantinya akan digunakan sebagai Tempat Pembuangan Akhir Sampah. Target tahun 2021 untuk merenovasi bangunan gedung Upt terutama di Upt ps Jasinga, Upt ps ciampea dan Upt ps Cibinong dengan desain 2 lantai.

Untuk kedepannya akan dibuatkan claster pada zona-zona yang nantinya untuk setiap wilayah UPT agar mempunyai claster sendiri, untuk itu kita masih mengkaji kembali. Bila dapat terlaksana pada zona-zona wilayah tersebut berjalan pasti dapat mudah pengangkutan dan pembuangannya sehingga wilayah tersebut untuk Sementara dapat melakukan pembuangan sambil menunggu TPPAS di Lulut Nambo beroperasi.

TPPAS regional lulut nambo merupakan kewenangan Provinsi Jabar, Jika melihat kondisi saat ini masih banyak sarana dan prasarana yang belum terbangun diperkirakan tahun 2022 baru akan beroperasi. (hdr).

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!




Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional