Menu

Reaksi Keras Pemuda Pancasila Jateng, Tuntut Syekh Puji Dipenjarakan

  Dibaca : 129 kali
Reaksi Keras Pemuda Pancasila Jateng, Tuntut Syekh Puji Dipenjarakan

Semarang, Rakyatbicara.co.id – Protes Keras dilayangkan oleh PEMUDA PANCASILA PAC Ungaran Barat & Kuasa Hukum Pelapor terhadap perkara Syekh Puji yang kembali menikahi anak umur (7tahun).

Pasalnya, Seperti yang sudah di ketahui bahwa baru-baru ini syekh puji kembali berulah dengan menikahi anak di bawah umur yang baru berusia 7 tahun dan Kasusnya di tangani Dirreskrimum Polda Jateng dan menjadi perhatian komisi perlindungan anak.

Ini kali keduanya syekh puji menikahi anak dibawah umur setelah sebelumnya pernah menikahi bocah berusia 12 tahun pada 2008 silam.

Namun tanpa dasar hukum serta alasan yang jelas ditengah kondisi PANDEMIC tiba – tiba pihak Dirreskrimum Polda Jateng mengeluarkan surat perintah penghentian penyelidikan (SP2L) tertanggal 15/Juni/2020.

Hal ini tentu mengundang banyak reaksi keras dari berbagai elemen masyarakat. Reaksi keras sudah tentu datang dari tim kuasa hukum pelapor yang menangani kasus ini, seperti yang di sampaikan  Heru Budhi Sutrisno, SH. MH. beberapa waktu yang lalu pada Rakyatbicara.co.id.

“Saya dan tim kuasa hukum pelapor sudah melayangkan surat keberatan atas di SP2L kannya kasus ini kepada mabes polri sesuai dengan PERKAPOLRI NO 6 TH 2019 PASAL 9 AYAT 3 dan kami sangat berharap kasus ini medapatkan perhatian dari Kapolri dan menarik kasus ini agar di tangani di sana,” tegasnya. Via WhatsApp.

Dengan di hentikannya kasus syekh puji yang menikahi anak di bawah umur ini juga mendapat respon yang sangat keras dari pimpinan anak cabang  (PAC) Pemuda Pancasila (PP) Ungaran barat kecamatan Ungaran barat Kabupaten Semarang  yang menggelar konferensi pers yang menyatakan sangat keberatan atas dihentikannya dugaan tindak pidana yang di lakukan syekh puji, senin (29/06/2020).

Ada lima sikap tegas  yang di sampaikan PAC.Pemuda Pancasila  Ungaran barat serta mereka juga meminta agar Dirreskrimum Polda Jateng mencabut  dan/atau membatalkan Surat perintah penghentian penyidikan ( SP2L) dan menangani kasus syeih puji dengan serius serta di jatuhi hukuman sesuai dengan undang – undang yang berlaku serta undang – undang perlindungan anak yang memberlakukan hukuman kebiri ,” Sampai Heru Budhi Sutrisno.SH.MH . Minggu 5/ 7 / 2020 via whastApp.(roni)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!




Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional