Menu

Diduga Penipuan & Penggelapan PT JakMed Libatkan Banyak Oknum

  Dibaca : 114 kali
Diduga Penipuan & Penggelapan PT JakMed Libatkan Banyak Oknum

Bogor, Rakyatbicara.co.id – Sidang dugaan kasus penipuan ( pasal 378 ) dan penggelapan ( pasal 372 ) dengan terdakwa Fikri Salim yang berlangsung di Pengadilan Negeri Cibinong kelas 1A ( ruang Kusuma Atmaja ) Bogor, semakin menguatkan hal itu . Karena kuat dugaan bahwa terdakwa membuat akta jual beli palsu dengan memalsukan tandatangan anak pimpinan PT Jakarta Medika (Jakmed).

Ini di sampaikan Kamaruddin Simanjuntak. SH. Selaku kuasa hukum setelah mengikuti sidang dengan agenda pembacaan duplik kuasa hukum terdakwa. Kamis 9/7/2020.

Menurutnya,” bahwa terdakwa Fikri Salim (alias Kiki ) ini memang berniat menipu, karena dia sesungguhnya hanya sebagai pelaksana proyek, akan tetapi membuat kartu nama dengan jabatan sebagai manajer umum di PT Jakarta medika ( Jakmed ). Dan hebatnya lagi Selama ini terdakwa (Fikri Salim) selalu mengalihkan dan/atau mengaku sebagai suami siri dari pemegang saham terbesar PT Jakmed ini . Padahal faktanya tidak demikian, itu sudah dibuktikan di pengadilan,” ungkap Kamaruddin Simanjuntak.

Masih kata Kamaruddin ,” kasus penipuan dan penggelapan aset PT Jakarta medika kuat dugaan dilakukan oleh orang dalam, selain terdakwa Fikri Salim, diduga belasan oknum karyawan juga terlibat termasuk direktur keuangannya dan kasusnya juga sedang disidangkan. Dan beberapa saksi yang juga karyawan PT Jakarta medika sudah mengakui di persidangan.

“Selain bukti-bukti yang sudah kami sampaikan di persidangan sulit dibantah kebenarannya. Untuk itu Kami berharap majelis hakim dapat melihat hal tersebut dengan hati nurani demi keadilan,” ujar Kamaruddin.

Kamaruddin juga menjelaskan,” bahwa sedianya pembelian tanah yang dimanipulasi terdakwa Fikri Salim itu akan dan /atau untuk pembangunan panti asuhan. Khususnya akan menampung santri-santri dari pesantren mantan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia ( MUI ) Din Syamsudin. Yang nantinya di sana akan diajarkan usaha mandiri sehingga tidak hidup mengandalkan sumbangan saja. Namun semuanya kandas akibat dari mencuatnya kasus ini, yang berdampak pada terbengkalainya pembangunan.

Sementara kuasa hukum Fikri Salim, Alvin Wijaya Kusuma di persidangan menyebutkan dakwaan JPU, tidak secara jelas menjelaskan apa-apa yang terkandung dari unsur utama pasal 263 KUHP yaitu apakah terdakwa membuat suatu surat palsu atau memalsukan suatu surat.

Namun demikian jaksa penuntut umum tetap pada tuntutannya seperti yang di sampaikan dalam replik
Berdasarkan bukti-bukti yang ada, kami tetap menuntut terdakwa Fikri Salim sesuai dengan tuntutan kami yakni tujuh tahun penjara.(Roni)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!





Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional