Menu

Gerakan Tanam dan Pelihara Pohon Pemprov Jabar, SMK N 2 Kota Bogor Berikan Ratusan Bibit Pohon

  Dibaca : 132 kali
Gerakan Tanam dan Pelihara Pohon Pemprov Jabar, SMK N 2 Kota Bogor Berikan Ratusan Bibit Pohon

Bogor, Rakyatbicara.co.id – Pemerintahan Provinsi Jawa Barat lakukan Gerakan Tanam dan pelihara di semua instansi dan mendapat sambutan positif bidang pendidikan pemerintah kota bogor.

Hal ini nyata saat  SMK Negeri 2 memberikan ratusan bibit pohon kepada dinas kehutanan wilayah I Bogor saat berkunjung di sekolah, senin (27/7/2020).

Melalui Surat edaran Gubernur Jawa barat 552.4/17rek tentang pelaksanaan tanam dan pelihara pohon di lahan-lahan kritis kabupaten/kota kini sudah sampai di tingkatan sekolah.

Kepala sekolah SMK N 2 kota bogor ‘Joko Mustiko’ mendukung program pemerintah namun Joko juga berikan Masukan untuk Pemprov
“dalam rangka penanaman sejuta pohon yang melibatkan instansi, kewenangannya melibatkan dinas perhutani, kalau hanya mengandalkan sekolah tidak akan terpenuhi, sebaiknya libatkan pihak-pihak yang peduli,” kata joko.

Joko juga menambahkan “ saya berharap gubernur merangkul organisasi atau komunitas agar kegiatan ini bisah terpenuhi.”

Sebelumnya Gubernur jawa barat sudah menjelaskan, gerakan tanam dan pelihara pohon ini didasari beberapa penelitian ilmiah, salah satunya disertasi asal Institut Teknologi Bandung (ITB) terkait naiknya suhu di Indonesia dengan mengambil sampel Kota Bandung yang dilaksanakan sekitar lima tahun.

Dilansir dari jabarprov.go.id Dari disertasi tersebut, Kang Emil menyimpulkan bahwa naiknya suhu disebabkan karena bangunan yang semakin banyak sementara pohon terus berkurang.

“Bumi makin panas karena manusia berpopulasi. Akibat dari populasi ini mengakibatkan semua berloma-lomba berebut sumber daya, berebut air, jalan mau ke kantor atau sekolah, berebut layanan pendidikan, kesehatan, dan berebut ruang yang mengakibatkan zona hijau jadi berkurang dan zona bangunan menjadi bertambah,” tutur Kang Emil.

Untuk itu, Kang Emil berujar bahwa gerakan menanam dan memelihara pohon ini harus dilakukan di dua wilayah, yakni di tanah-tanah yang normal dan menanam pohon di atap bangunan (urban farming) atau di halaman gedung-gedung beton sehingga menjadi penghasil oksigen.

Kang Emil juga merujuk hasil penelitian di Amerika Serikat terkait manfaat lain dari pohon. Hasil penelitian itu menyatakan, orang yang sering melihat dan memegang pohon maka stimulasi pada otaknya akan lebih kencang sehingga daya hafalnya akan lebih tinggi.

“Jadi, saya imbau perusahaan-perusahaan atau tempat kerja, di kantor tiap mejanya dikasih pot bunga yang bisa hidup secara interior. Itu kalau stres pegang saja daunnya,” ucap Kang Emil.

Sementara hasil penelitian secara psikologi, lanjut Kang Emil, menyatakan bahwa apabila kita berdiri di bawah pohon besar maka adrenalin kita akan turun sehingga daya kerja otak akan lebih rileks.

“Hujan oksigen dari pohon besar akan menurunkan derajat adrenalin dan stres sehingga bisa lebih rileks,” kata Kang Emil.
“Inilah kajian-kajian ilmiah yang saya kuasai yang melahirkan Gerakan 50 Juta Pohon,” tuturnya.

Pemerintah Daerah Provinsi Jabar melalui Dinas Kehutanan pun sudah mengkalkulasi 50 juta pohon sebagai jumlah yang dibutuhkan untuk mengembalikan kualitas ekosistem di Jabar.(cox/ded)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!





Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional