Menu

Fajriel Reivian Pelajar SMKN 2 Bangga Menjadi Paskibra Di Tahun Ini

  Dibaca : 102 kali
Fajriel Reivian Pelajar SMKN 2 Bangga Menjadi Paskibra Di Tahun Ini
Bogor, Rakyatbicara.co.id – Fajriel Reivan Nurraya, seorang pelajar kelas 11 SMKN 2 Magetan yang lahir di Kabupaten Bogor kini ambil bagian dalam pasukan pengibar bendera (Paskibra) di tahun 2020 ini di Kabupaten Magetan.
Fajriel Reihan Nurraya pada pendataan,  Dirinya terkendala administrasi (Akta Kelahiran) untuk bisa naik ke Paskibraka tingkat Provinsi, karena untuk mencapai tingkat Provinsi, haruslah asli putra daerah.
Adapun perjalanan yang ia tempuh sehingga ia terpilih menjadi anggota Paskibra Kabupaten Magetan, tidak lah mudah. Pelajar yang sebelumnya berasal dari SMP Negeri 1 Ngariboyo ini tinggal bersama kakek dan neneknya di Desa Tumpang Selopanggung Magetan Jawa Timur.
Pada perayaan Hari Kemerdekaan RI Ke-75, Fajriel Reivian terpilih menjadi bagian Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Kabupaten Magetan dari SMKN 2 Magetan, Senin (17/08/2020).
“Fajriel Reivan Nurraya mengatakan, Alhamdulilah setelah terpilih nya dan di tunjuk untuk menjadi pasukan pengibar bendera (Paskibra) serta terus berlatih saya dapat merasakan hari kemerdakan Republik Indonesia ke 75”.
Fajriel Reivan Nurraya, pasca perceraian orang tuanya, ia pun tinggal bersama ibu dan adiknya Anindias Sandrie, bersama Kakek dan neneknya. Putra dari ayah yang bernama Ardi Gunara Iskandar yang berdomisili di Kota Depok dan Ibunya yang bernama Neti Sumarsono asli Magetan, ini juga pernah mengalami operasi jantung di RSUP dr. Sardjito Jogjakarta pada bulan Mei 2019″.
“Saat ditemui, Ardi Gunara selaku ayah Fajriel Reivan mengatakan bahwa dirinya mengaku merasa bangga atas capaian anaknya. “Saya salut atas apa yang telah ia capai. Meski orang tuanya bercerai, namun demikian, ia telah tumbuh menjadi anak yang tegar dan dewasa. Hal ini telah ia buktikan atas terpilihnya ia menjadi salah satu Pengibar Bendera Merah Putih (Paskibra) di Kabupaten Magetan” paparnya.
“Diusianya yang beranjak dewasa, dengan segudang kegiatan ekstra kurikuler sekolah dan kegiatan lingkungan, Fajriel Reivan mampu ikuti meski pun dirinya sangat menginginkannya, namun penyakit yang dideritanya, memaksanya untuk membatasi semua kegiatannya”.
Dispensasi dan kebijakan dari pihak sekolah atas apa yang dideritanya pun diberikan, termasuk ulangan dan tes evaluasi belajar yang ia jalani di rumah dengan terbaring.
Seiring berjalannya waktu, meja operasi pun harus ia tempuh sebagai upaya untuk mengembalikan kesehatannya agar bisa seperti anak-anak lain seusianya.
Kini, pasca operasi jantung tersebut, ia pun tumbuh dan berkembang menjadi anak remaja yang normal dan kembali bisa beraktivitas seperti anak remaja lain sebayanya. Pencak Silat hingga Paskibra ia ikuti.
Ardi pun berharap, untuk kedepannya, Fajriel Reivan Nurraya bisa menjadi anak yang membanggakan kedua orang tuanya dan menjaga nama baik keluarganya serta berguna bagi keluarga, bangsa dan masyarakat, pungkasnya. (hdr).
Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!




Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional