Menu

Anak 11 Tahun Alami Gizi Buruk, Ibu Damayanti Binggung Harus Kemana

  Dibaca : 103 kali
Anak 11 Tahun Alami Gizi Buruk, Ibu Damayanti Binggung Harus Kemana

Bogor, Rakyatbicara.co.id – Pengalaman terjadi pada semua ibu yang sedang mengandung dan melanjutkan proses melahirkan hingga lahirlah seorang anak dengan diberi nama Khorunisya anak pertama dari perkawinan Randika Satria dengan Damayanti.

“Damayanti ibu dari Khorunisya menjelaskan, setelah proses melahirkan serta ketidak taunya dan segala informasi maka seorang ibu melakukan dengan sepengetuannya hanya dengan melakukan imunisasi dan kontrol ke kelinik yang di lakukan oleh bidan.

Setelah berobat ke kelinik dan menjalani pemeriksaan lanjutan, maka dari pihak kelinik dianjurkan untuk pasien Khorunisya harus di rujuk dengan mendapatkan surat rekomendasi dokter dengan diaknosa dispepsia pada 19/3/2018 dan di lanjutkan untuk terapi ke RSUD untuk poli bedah umum P.D abses mamis Epileps dan Epileps abses manos. namun pada tanggal 27 November 2018 surat keterangan di berikan kepada keluarga pasien dengan alasan pasien belum bisa dikembalikan ke fasilitas petunjuk dengan alasan Observasi luka pada tangan pasien dengan mengunakan BPJS perusahan.

Khorunisya umur 11 tahun tinggal di alamat kp. Nanggela Rt. 04/003 Desa Nangerang Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat.

“Lanjut pada tanggal 24 September 2020 pasien kembali mengalami kejang-kejang lalu di bawa kembali ke kelinik untuk di rujuk dengan bukti rujukan diagnosa Tumor Regio geme deylo. Namun kembali lagi pihak keluarga pasrah di karenakan tidak adanya biaya untuk pengobatan lanjutan maka keluarlah surat persetujuan/penolakan rujukan kepada pasien”.

Pihak ipsm, pendamping desa, BPD desa, babinsa, pihak puskesmas, ABK, dan kebidanan pernah mendatangi rumah namun belum ada sosusinya karna pasien harus mempunyai BPJS terlebih dulu baru dapat di bawa ke rumah sakit. Kurangnya asupan gizi pasti anak tersebut mengalami penurunan berat badan mulai 23 kg hingga turun secara draktis hingga 13 kg. namun tidak ada solusi cepat untuk anak saya, ucap Damayanti kepada rakyatbicara.co.id pada Jumat (09/10/2020).

“Perjalanan dan perjuangan seorang ayah, terus memberikan semangat untuk kesembuhan anaknya, dengan semangat dan meminta bantuan ataupun pertolongan kepada pihak RT, RW dan pihak desa sudah dilakukan oleh kedua orang tua Khorunisya, namun pihak orang tua di sayangkan tidak lagi bekerja dikarnakan kontrak kerja berakhir pada tanggal 08 Agustus tahun 2019 yang tadinya BPJS kesehatan di bayarkan oleh pihak perusahaan dan kini tidak lagi dibayarkan”.

Ketika kami menginformasikan ke pada kepala puskesmas, bahwa pihak puskesmas tajurhalang baru mendapatkan informasi bahwa ada warga yang sakit seperti ini dan kita akan kordinasikan ke pihak bidan desa setempat, ucap kepala puskesmas tajurhalang Dr. Frans saat di hubungi.

“Kini Randika Satria ayah pasien kesulitan untuk melakukan biaya pengobatan ke rumah sakit, di tambah lagi BPJS kesehatan yang di miliki dari perusahan tidak lagi di lanjutkan” (dinon aktifkan).

Kini Khorunisya menderita dan di urus di rumah dengan seadanya. belum lagi pada saat Khoruisya mendengar kaget langsung reaksi kejang-kejang pun terjadi hingga 10-20 menit di lakukan. (hdr)

 

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional