Menu

Kurangnya Pengawasan, Kontraktor Abaikan Keselamatan Pekerja

  Dibaca : 65 kali
Kurangnya Pengawasan, Kontraktor Abaikan Keselamatan Pekerja

Bogor. Rakyatbicara.co.id – Ditengah pendemi Covid-19 yang tak kunjung enyah dari bumi nusantara serta desah nafas kuli bangunan  di setiap proyek infrastuktur yang sedang berjalan di seantero bumi tegar beriman. Dari proyek jalan hingga gedung sekolah yang sudah barang tentu bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah ( APBD ) Kabupaten Bogor yang seharusnya dikerjakan dengan menaati peraturan dan perundang-undangan yang ada.

Akan tetapi karena lemahnya pengawasan serta ketidaktegasan dari pemerintah daerah ataupun dari dinas terkait sehingga hampir semua proyek yang melibatkan para pekerja yang mencari nafkah untuk keluarganya dirumah sangat diabaikan keselamatan jiwanya.

Seperti hasil pantauan Rakyatbicara.co.id di lapangan pada beberapa proyek yang sedang berjalan para penyedia jasa atau pihak ketiga dan atau kontaktor sangat abai dengan tidak mengharuskan pekerjanya memakai Alat Pelindung Diri (APD) bahkan tidak menyediakan untuk para kerjanya.

Salah satunya proyek pembangunan gedung Unit Pelayanan Teknis (UPT) Jembatan dan Jalan yang ada di Kelurahan Cibinong, proyek pembangunan gedung sekolah bertingkat sama sekali tidak mengindahkan keselamatan pekerjanya, padahal pekerjanya berada di ketinggian dan sangat dekat dengan saluran listrik bertegangan tinggi.

Tempat berbeda juga salah satu proyek betonisasi jalan yang ada didesa Cibatok Cibungbulan, Cahyo selaku pelaksana lapangan ketika di temui Rakyatbicara.co.id di lokasi berkilah dengan mengatakan para pekerja tidak betah memakai rompi dan helm proyek.

“Sudah pak, sudah saya suruh tapi pekerjanya gak mau pake, karena gerah dan gatal kalau pake rompi sama helm,” katanya.

Tidak menutup kemungkinan proyek yang lainnya tidak mentaati dan sangat abai bahkan tidak perduli dengan keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Dalam undang -undang no.1 tahun 1970 pasal 12 di mana terdapat 5 (lima ) kewajiban utama tenaga dalam penerapan k3 di tempat kerja, antara lain :
1. Memberikan keterangan yang benar apabila diminta  pegawai pengawas /keselamatan kerja.
2. Menggunakan alat  ( APD ) alat pelindung diri  diwajibkan.
3. Memenuhi dan mentaati semua syarat -syarat K3 yang diwajibkan.
4. Meminta pada pengurus agar dilaksanakan semua syarat-syarat K4 yang diwajibkan.
5. Menyatakan keberatan kerja dimana syarat K3 dan APD yang diwajibkan diragukan olehnya kecuali dalam hal khusus ditentukan oleh pengawas dalam batas yang dapat dipertanggungjawabkan.

Selain itu juga di pertegas dalam Bab. IX kewajiban bila memasuki tempat kerja, pasal 13 yang berbunyi ” Barang siapa akan memasuki sesuatu tempat kerja, diwajibkan menaati semua petunjuk petunjuk keselamatan kerja dan memakai alat pelindung diri yang diwajibkan. Dalam peraturan pemerintah RI Nomor. 50 Tahun 2012 juga dijelaskan pentingnya K3 bagi para pekerja dilapangan.

Sedangkan sanksi bagi perusahaan yang tidak menerapkan K3, tertuang dalam undang-undang RI.Nomor. 13.Tahun 2003. Pasal 87, ayat (1) : setiap perusahaan wajib menerapkan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja yang terintegrasi dengan sistem manajemen perusahaan. Bagi perusahaan buang melanggar aturan di atas akan di berikan sanksi Administratif yang tertuang dalam pasal 190 uu.no.13 tentang ketenagakerjaan. (roni)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!





Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional