Menu

Vidio Viral APDESI Sukabumi, Dapat Kecaman Dari PWRI Bogor

  Dibaca : 121 kali
Vidio Viral APDESI Sukabumi, Dapat Kecaman Dari PWRI Bogor

Sukabumi, Rakyatbicara.co.id – Belum lama ini beredar video viral puluhan kepala desa di wilayah kabupaten sukabumi yang membuat pernyataan terkait adanya Lembaga Suadaya Masyarakat LSM dan Media dimana dalam pernyataan tersebut, Ketua Asosiasi Perangkat Desa APDESI kabupaten sukabumi merasa terganggu adanya fungsi LSM dan Pers yang selalu mengawal kinerja para kepala desa.

Dalam pernyataan video yang sempat viral tersebut, Asosiasi APDESI kabupaten sukabumi membuat pernyataan, akan melawan LSM dan Media yang mengobok-oboK kepala desa yang tergabung dalam APDESI kabupaten Sukabumi.
Dengan adanya video berdurasi 23 deitik itu membuat salah satu organisasi Media “PWRI” Persatua Wartawan Republik Indonesia turun ke sukabumi dan meminta klarifikasi kepada ketua Organisasi ABDESI kabupaten Sukabumi.

Ketua PWRI Bogor “Rohmat Selamat.SH,Mkn” mengatakan bahwa hal ini tidak sepatutnya dilakukan sebagai pelayan publik, mereka seharusnya memberikan contoh yang baik kepada masyarakat dan tidak seharusnya menyerukan seruan perlawanan kepada wartawan dan LSM.

“Seharusnya jika ada permasalahan yang terjadi terkait tugas jurnalis kepada para pelayan publik yang menyangkut hal ini, kan ada ruang dialog jika ada permasalahan ini”, tegas Rohmat.

Rohmat juga menambahkan,”Media didirikan berdasarkan Undang – Undang No. 40 Tahun 1999 dan menjadi corong informasi publik baik melalui Media Cetak, Media Elektronik, maupun Media Online serta menjadi ujung tombak informasi sekaligus sebagai kontrol sosial di Negara Kesatuan Republik Indonesia serta mengacu pula kepada Undang – Undang No. 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik ( KIP ) Oleh karena itu kami dari Persatua Wartawan Republim Indonesia (PWRI) Bogor Raya sangat menyayangkan sekali sikap yang telah dideklarasikan melalui video yang dapat mengundang atau memprovokasi Masyarakat serta pihak-pihak lainnya yang tidak memahami substansi/pokok permasalahan sehingga bisa memicu terjadinya perpecahan, persatuan, dan kesatuan bangsa di Negara yang kita cintai ini” tutupnya.

Sementara itu dilansir dari sukabumiupdate.com perwakilan APDESI kabupaten Sukabumi telah mengklarifikasi terkait video yang beredar melalui pesan singkatnya.

“Assalamualaikum, kami atas nama APDESI Kabupaten Sukabumi, akan menyampaikan klarifikasi terkait video viral pernyataan sikap kemarin yang menjadi polemik. Maka dari itu, kami mengundang insan media pada 25 November 2020, Pukul 10.30 WIB. di Sekretariat APDESI Jl. Pelabuhan II, (Sebelum Jl. Lingkar Selatan). Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.”

Mewakili Ketua Apdesi dan pengurus yang memberikan delegasi untuk menyampaikan permohonan maaf atas video yang beredar yang disampaikan oleh temen-temen APDESI. Video yang direkam oleh rekan-rekan kepala desa tadi siang itu, ungkapan yang sebetulnya disampaikan untuk oknum media dan oknum LSM, bukan ditujukan untuk temen-temen media dan LSM yang selama ini bekerja baik membantu pemerintah dan masyarakat,” jelas Deden Gunaefi.

Untuk itu APDESI menurut Deden dengan setulus hati, sehat jasmani dan rohani tanpa paksaan dari siapapun menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada LSM dan media yang resah dan tersinggung dan dirugikan atas penyataan kepala desa dalam video tersebut.(cox)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!





Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional