Menu

Disdik Belitung Timur Canangkan Gerakan Indonesia Membaca (GIM)

  Dibaca : 55 kali
Disdik Belitung Timur Canangkan Gerakan Indonesia Membaca (GIM)
Belitung Timur, Rakyatbicara.co.id – Asisten III Bidang Administrasi Umum Zuryanti melakukan pemukulan gong menandai pencanangan GIM Tingkat Kabupaten Beltim tahun 2020 di Auditorium Zahari MZ, Rabu (23/12/2020).
Penyelenggaran Pencanangan GIM ini diharapkan dapat meningkatkan komitmen pemerintah serta kesadaran masyarakat untuk meningkatkan literasi secara berkesinambungan.
Tujuan kegiatan ini untuk menumbuhkan dan meningkatkan minat dan budaya baca masyarakat untuk mendukung gerakan literasi masyarakat, serta Mendorong partisipasi masyarakat untuk berperan serta dalam meningkatkan jumlah melek huruf dan mendorong peningkatan budaya baca masyarakat,” ungkap Ketua Panitia Pencanangan GIM, Kristian Ajie.
Kepala Bidang PAUD dan DIKMAS Dindik Beltim itu menyatakan, dalam kegiatan pencanangan ini juga dilaksanakan Penyerahan Draft Peraturan Bupati Beltim tentang Gerakan Literasi Kabupaten dan Rencana Aksi Daerah Gerakan Literasi Kabupaten Beltim Tahun 2021-2024 kepada Bupati Belitung Timur (Beltim).
Kegiatan ini dimaksudkan sebagai komitmen Dinas Pendidikan Kabupaten Beltim sebagai leading sector gerakan literasi nasional, untuk kemudian dibahas bersama stakeholder terkait dan akan disesuaikan dalam RPJMD Tahun 2021-2024, sehingga menjadi acuan dalam penyusunan Rencana Strategis SKPD Dinas Pendidikan Kabupaten Beltim tahun 2021-2024,” kata Ajie.
Selain itu, Bupati Beltim juga menyerahkan buku bacaan secara simbolis kepada perwakilan peserta didik pada jenjang PAUD, SD dan SMP serta warga belajar Program Kesetaraan Paket C pada PKBM dan perwakilan Paguyuban Orang Tua.
Hal ini dimaksudkan bahwa melalui GIM tingkat Kabupaten Beltim diharapkan mampu untuk memberikan motivasi yang positif dalam peningkatan minat baca tidak hanya di sekolah, akan tetapi juga di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Kita juga sekaligus melaksanakan penyerahan Donasi Buku dari Bank Sumsel Babel Cabang Manggar dan PT. Timah Wilayah Produksi Belitung. Bantuan ini merupakan bentuk nyata kepedulian dari sektor dunia usaha dan dunia industri untuk kemajuan dunia pendidikan dan literasi di Kabupaten Beltim,” ujar Ajie.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Beltim, Amrizal mengatakan sesuai hasil survey UNESCO tahun 2011, hanya 1 dari 1.000 orang di Indonesia yang memiliki minat baca. Kondisi ini juga diakuinya tidak jauh beda dengan yang ada di Kabupaten Beltim saat ini.
Dengan adanya pencanangan ini kita ingin membaca itu jadi suatu kebutuhan. Bukan hanya di sekolah, namun juga di lingkungan sosial, masyarakat serta di perusahaan ataupun tempat publik lainnya, kata Amrizal.
Amrizal juga menekankan dalam hsl membaca setidaknya ada transfer ilmu dan pengaplikasian dalam dunia nyata. Menurutnya, hasil dari membaca dapat digunakan untuk menambah penghasilan.
Seperti hari ini, semua yang ditampilkan dan dijual di stan-stan merupakan hasil dari apa yang mereka dapat di buku. Mereka baca dan selanjutnya mereka terapkan, hingga jadilah hal yang bermanfaat bagi banyak orang, ujarnya.
Selain itu Amrizal berharap agar semuanya berkomitmen untuk membangun GIM, memperkuat kolaborasi dari semua unsur dan meningkatkan kemampuan literasi dalam menghadapi kehidupan.
Untuk itu saya berterima kasih kepada PT Timah (Tbk) dan Bank Sumsel Babel Cabang Manggar yang sudah mendonasikan buku, yang tentunya buku-buku ini dapat dimanfaatkan oleh masyrakat mulai dari anak-anak hingga dewasa,” ucapnya.
Sementara itu, Bupati Beltim melalui Asisten III Zuryanti mengakui jika budaya membaca buku lambat laun kian pudar dan ditinggalkan oleh masyarakat. Teknologi digitalisasi menggantikan peran buka, tak heran jika budaya membaca buku saat ini mulai ditinggalkan.
Terlebih bagi anak-anak, dengan hadirnya permainan dalam gadget, membuat mereka lebih gemar bermain game daripada membaca buku. Hal ini jadi keprihatinan kita bersama apalagi mereka adalah modal masa depan,” kata Zuryanti.
Zuryanti mengharapkan agar pemangku kepentingan melakukan inovasi menyeluruh agar GIM benar-benar berjalan bukan sekedar seremonial, namun dapat digiatkan dan menjadi kebiasaan.
“Saya minta sarana membaca seperti Perpustakaan Umum Daerah, Perpustakaan Desa, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat, Taman Bacaan Masyarakat untuk terus meningkatkan mutu buku bacaan dan sarana prasarana yang ada sehingga masyarakat betah dan dapat menjadi rumah kedua untuk mendapatkan ilmu, ungkapnya. (sm/diskominfo).
Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional