Joko Hermanto Tolak Hasil Pilkades Desa Sanja

Bogor, rakyatbicara.co.id – Joko Hermanto salah satu calon kepala desa Desa Sanja dengan nomor 1 dalam pemilihan Kepala Desa yang berlangsung pada Minggu (20/12/2020), mempermasalahkan hasil pemilihan kepala desa yang diikutinya karena kuat dugaan ada permainan kotor atau blackkamping yang dilakukan rivalnya.

Dugaan tersebut disampaikannya kepada wartawan rakyatbicara.co.id dan beberapa media saat menyambanginya kediamannya di Jalan raya Citeureup, Sentul RT 01/02 Desa Sanja Kecamatan Citeureup yang juga berseberangan dengan kediaman salah satu calon (incambunt), Rabu (23/12/2020).

“Ya betul dan itu sudah saya jelaskan tadi malam dengan beberapa wartawan ( media ) yang datang kerumah,” Katanya.

Masih menurutnya,” menurut Bapak ( Joko Hermanto ) sebenarnya sudah akurat , karena sudah ada pengakuan dari yang menerima dan tau yang memberikannya. Namun setelah saya datang kepolres ( polres Bogor ) menurut penyidik itu belum cukup sebagai bukti dan saya diminta mencari bukti tambahan yaitu amplop beserta utangnya , bila perlu ada photonya saat menerima. Selain itu ada pembagian sembako pada saat kampanye, ada lagi keanehan lain seperti banyaknya warga yang tidak mendapatkan undangan untuk memilih padahal mereka punya hak pilih, termasuk keponakan saya sendiri yang mempunyai suara hak pilih empat (4 ) orang dalam satu (1) keluarga tidak mendapatkan undangan.

Mungkin itu agak sulit tapi insya Allah saya akan berusaha mudah – mudahan ada hasil memuaskan karena demi tegaknya kebenaran. Dan untuk itu tim saya sudah bekerja dan mendapatkan bukti serta penerimanya, namun belum bisa saya ungkapkan, saya dan tim akan mencari serta mengumpulkan bukti-bukti lagi , karena ini hak saya sebagai warga negara yang merasa dirugikan, dan apabila barang bukti sudah cukup ini akan saya bawa dan laporkan. Dan saya sangat berharap apa yang saya laporkan ini tidak sampai dipeti eskan oleh pihak kepolisian.

Disisi lain ketua panitia Pilkades Desa Sanja saat dimintai tanggapannya seakan bungkam tidak memberikan stagman apapun saat dikonfirmasi via WhatsApp.

Begitu juga saat disambangi di sekretariat kepanitiaan Pilkades salah seorang yang merupakan sekertaris kepanitiaan tidak memberikan stagman apapun dengan alasan ketuanya (H.Katim ) tidak ada, namun yang lebih miris lagi sebagai sekertaris sangat tidak beretika karena sangat tidak mengindahkan kedatangan awak media, yang lebih mengherankan lagi dia mengatakan bahwa kepanitiaan Pilkades sudah dibubarkan karena sudah tidak ada pekerjaan lagi.(Roni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *