Menu

Giliran Gas LPG Ukuran 12 KG Mulai Langka

  Dibaca : 79 kali
Giliran Gas LPG Ukuran 12 KG Mulai Langka
Belitung Timur, Rakyatbicara.co.id – Sangat miris jika gas LPG ukuran 12 kg juga susah ditemukan dipasaran als langka.Jika biasanya gas LPG subsidi 3 kg stoknya habis di pangkalan atau hilang dari pasaran mungkin hal biasa, Namun beda halnya saat gas LPG non subsidi 12 kg yang langka.
Sejak dua minggu belakangan ini stok gas elpiji 12 kilo di Kabupaten Belitung Timur sulit ditemukan. jika pun ada, harganya yang semula Rp 175.000 – Rp 180.000, jadi melonjak hingga Rp 200.000 hingga Rp 250.000.
Susahnya mencari gas elpiji diungkapkan oleh Marliawati (44). Pemilik rumah makan di kawasan Jalan Sudirman Manggar ini mengaku sudah seminggu belakangan ini sulit mendapatkan gas tabung LPG 3 kg maupun yang 12 kg.
Dia menyebut, ayah nya yang biasanya mencari sampai berkeliling kemana-mana tapi tidak ada juga. Sudah berapa minggu ini sudah susah untuk mencarinya, ungkap Meli sapaan Marliawati di warung makannya, Jum’at (08/01/21).
Warga Desa Mekar Jaya Manggar itu menyesalkan kondisi ini. Mengingat dalam sehari kebutuhan gas untuk dapurnya bisa mencapai 3 kg.
Biasanya tiga kilo yang susah,namun  ini malah merambat ke yang 12 kg juga susah. Tadi ada yang makan di sini cerita di Tanjung (Kabupaten Belitung) sudah mencapai Rp 280 ribu pertabung,” beber Meli.
Sementara Erta (29) pemilik Toko Cemara, salah satu sub agen Gas Elpiji di Kecamatan Manggar mengatakan sudah satu minggu belakangan ini tokonya tidak memiliki persediaan gas 12 kg Hal ini menurutnya karena pengiriman dari agen juga tidak pernah datang atau masih kosong.
“Minggu ini stoknya belum pernah datang. Kalau order kita terus tapi kan stoknya di agen juga masih kosong,” kata Erta.
Menurut Erta kondisi ini terjadi akibat pengiriman gas yang diangkut menggunakan kapal hanya mampu membawa setengah dari muatan, lantaran cuaca yang kurang bersahabat dan seluruh stok gas di Pulau Belitung terkena imbas.
“Karena angin kencang, kapal pembawa gas tiga kilogram pernah dua kali tenggelam jadi tidak normal. Begitu datang kapal selanjutnya kapasitas pengiriman barang cuma setengah dari kapal dan tidak full dan lagian datangnya hanya seminggu sekali itupun setengah dari biasanya, ungkap Erta.
Saat normal, Erta mengatakan gas elpiji tabung 12 kilogram dijual dengan harga Rp 175.000. Namun sejak adanya kelangkaan dia pun menjual dengan harga Rp 185 ribu per tabung.
“Kalau kita kan jual lagi dengan langganan, seperti warung atau pengecer, Jadi kadang harga di mereka bisa naik lagi,” ujar Erta. Konsumen beralih dari Gas 3 kg ke 12 kg.
Menanggapi adanya kelangkaan gas elpiji 12 kilogram di pasaran, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Perdagangan (DPMPTSPP) Kabupaten Belitung Timur Asep Suharyanto menyatakan, langkanya gas akibat beralihnya konsumen gas elpiji subsidi tiga kilogram ke non subsidi 12 kilogram.
“Kemungkinan menurut analisis kami di lapangan ada peralihan gas tiga kilo ke gas 12 kilo. karena beberapa waktu lalu kapal pengangkut tiga kilo tenggelam,” terang Asep, saat ditemui di ruang kerjanya.
Apalagi pada saat kondisi sekarang ini Asep mengatakan, permintaan gas sedang tinggi, sedangkan persediaan berkurang. Hal ini menyebabkan harga gas 12 kg dan tiga kg ikut melambung tinggi.
“Tadi tim kami sudah melakukan pelacakan ke beberapa agen-agen 12 kilogram di Kabupaten Beltim. Kemungkinan kami akan langsung turun mengecek ke lapangan apakah kelangkaan ini akibat distribusinya yang memang tidak lancar atau ada indikasi ‘permainan’ menahan stok untuk menaikkan harga,” kata Asep.
Senin (11/1/21) Dinas Perdagangan juga akan menggandeng Satgas Pangan Polres Beltim untuk turun ke lapangan guna mengecek ketersediaan dan harga gas elpiji 12 kilogram. “Senin besok kita turun dan hasil penelurusan di lapangan nantinya akan kita jadikan bahan laporan,” ungkap Asep.
Asep pun menghimbau kepada pedagang agar tidak menaikkan harga gas semaunya di tengah kelangkaan. Apalagi laporan dari masyarakat sudah banyak yang masuk akibat kelangkaan gas dan kenaikan harga jual yang tinggi.
“Memang ini gas non subsidi jadi tidak ada HET (Harga Eceran Tertinggi), namun karena ini barang kebutuhan ada harga yang disarankan oleh Pertamina, Inilah yang akan kami cek,” ujarnya. (sm/ver).
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!




Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional