Menu

Sengketa Jual Beli Lahan di Desa Dukong Terus Bergulir

  Dibaca : 78 kali
Sengketa Jual Beli Lahan di Desa Dukong Terus Bergulir

Belitung, Rakyatbicara.co.id – Setelah sekian bulan yang menguras tenaga dan pikiran pihak-pihak terkait tidak terkecuali Nazuri alias Dody dkk sebagai perwakilan warga Desa Dukong Kecamatan Tanjungpandan Kabupaten Belitung.

Berawal Pemerintah Desa Dukong mengeluarkan Surat Keterangan Tanah (SKT) seluas 1,3 Ha atas nama Andry yang terletak di jalan pilang dalam Rt.003 Rw.001 Dusun pilang 1 Desa Dukong Kecamatan Tanjungpandan. SKT atas nama Andry dengan nomor: 956/SKT /DK/VI/ 2018. Kronologis timbulnya SKT oleh pihak Pemerintah Desa Dukong sesuai surat permohonan yang bersangkutan yang ditujukan kepada ketua Rt pada tanggal 8 mei 2018.

Kemudian surat pernyataan (pengakuan) bermeterai tanggal 8 mei 2018 dan surat pengantar Rt tanggal 8 mei 2018 yang ditujukan kepada Kades Dukong tanggal 8 mei 2018 serta berita acara pemeriksaan lapangan pada tanggal 8 mei 2018 yang isinya benar mengelola/mengusahakan sebidang tanah untuk perumahan seluas 13.162 m2.

Dokumen-dokumen yang diperlihatkan setelah berbulan bulan permasalahan ini diawali dengan mediasi 3 kali dikantor BPD Desa Dukong, 1 kali RDP di ruang rapat DPRD Kabupaten Belitung (Komisi I) dan 1 kali diruang rapat kantor Camat Tanjungpandan sebelum pertemuan Anggota Komisi I DPRD Prov. Babel diruang rapat Kantor Camat Tanjungpandan, Pada Jumat (08/01/21).

Bahwa tanah tersebut diperoleh yang bersangkutan (Andry) dari tanah ganti rugi pada tahun 2017 (sesuai kwitansi) pelunasan kepada pihak PT. KIA pada tanggal 23 maret 2018. Lahan tersebut telah dikelola sebelumnya oleh pihak PT. KIA sejak tahun 1973 sampai tahun 2017.

Setelah beberapa kali pertemuan dengan pihak-pihak terkait baik pertemuan dengan BPD Desa Dukong, pihak Kecamatan dan Komisi I DPRD Kabupaten Belitung untuk menyelesaikan masalah lahan eks PT. KIA dengan terbitnya SKT atas nama Andry oleh pemerintah Desa Dukong, tidak juga ada penyelesaian. Oleh pihak yang ingin lahan eks. PT. KIA khususnya warga Desa Dukong untuk kembali lahan dimaksud ke Desa Dukong, permohonan dilayangkan ke komisi I DPRD Prov. Babel untuk diadakan pertemuan. Pada hari Jumat 8 Januari 2021 diadakan pertemuan di ruang rapat kantor Camat Tanjungpandan dengan agenda yang sama yakni, untuk menyelesaikan lahan eks.PT. KIA yang diperjual belikan.

Hadir dalam pertemuan, camat Tanjungpandan Sanwani, Sekcam Zeindera jaya, BA, SAP, 4 orang anggota DPRD prov. Babel (komisi I) yakni, Hellyana,SH, Taufik Mardin, Erwandi dan Zarkani.

Dari pihak pemerintah Desa Dukong, Zainal (Kades), Sekdes dan Kasi pemerintahan. Sementara perwakilan warga Desa Dukong dihadiri Nazuri alias Dody dkk beserta undangan lainnya.

Usai pertemuan, Hellyana ketua komisi I DPRD Prov. Babel saat ditanya awak media tanggapannya terkait masalah ini mengatakan, menurut mereka bahwa eks.PT. KIA sudah ada transaksi jual beli lahan dengan PT. JWA berdasarkan segel yang ada dari tahun 1973 (HGU) dan muncul lagi SKT, ini adalah penjelasan kades bahwa semua lahan yang 19,3 Hektare atas nama Andry dan Firdaus. Itu pointnya menurut keterangan Kades Zainal, tutur Hellyana.

Lanjut Hellyana, ketika HGU itu berakhir secara otomatis harus dikembalikan kepada Pemerintah setempat karena Pemerintah yang mengeluarkan izin-izinnya baik berupa HGU atau IUP. Jika Pemerintah Desa membutuhkan, maka aset tersebut dimintakan kepemerintah setempat dan ini harus digaris bawahi, tegas Hellyana.

Menurut Hellyana sampai saat ini belum ada berkas-berkas yang lengkap sebagai pegangan dan itu kita mintakan nantinya kepihak Kecamatan maupun pihak pemerintah Desa setelah mereka mempelajari terlebih dulu baru nanti diserahkan sama kita, ungkapnya.

Awalnya kami dari komisi I berkirim surat ke pihak Kecamatan Tanjungpandan, karena ada permohonan untuk pengukuran kembali lahan eks.PT. KIA serta mendengar langsung keterangan dari masing-masing pihak kronologis jual beli lahan tersebut.

Untuk pengukuran ulang yang pertama sebut Hellyana,dimana pihak penjual dan pembeli (eks.PT. KIA dan PT. JWA ) tidak hadir pada saat pengukuran ulang.

Hellyana juga dengan tegas mengatakan, walaupun pihak tersebut tidak hadir karena memang itu haknya Desa untuk melakukan pengukuran ulang terhadap peta wilayah di Desanya/daerahnya. Maka dengan petunjuk/bimbingan pak Camat, silahkan diukur ulang dan menurut kami juga begitu, ujarnya.

Untuk pengukuran ulang ini tadi juga sudah disepakati agar tau batas-batas dan sebagainya yang berkaitan dengan lahan tersebut.

Sesuai dengan permintaan pihak Pemerintah Desa,batas waktu 2 minggu dari sekarang (8/1/21) akan dilakukan pengukuran ulang dan kita tunggu atau lihat eksennya, tegasnya.

Hellyana juga meminta kepada awak media yang ikut meliput jalannya mediasi agar ditanyakan setelah 2 minggu supaya kami mengetahui, dan insya Allah kami akan berkoordinasi dengan pihak pertanahan sekaligus untuk memastikan keberadaan HGU itu.

Kami akan membantu Pemerintah Desa,Kecamatan dan Pemkab Belitung karena lahan 19,3 Ha itu lumayan luas.Pertanahan sebagai mitra kami, akan mempertanyakan keberadaan HGU ini mulai kapan dan berakhir kapan, ungkap Hellyana.

Kemudian sebut Hellyana, jika ada peningkatan SKT tersebut untuk ditingkatkan ke sertifikat, kami akan menyampaikan kronologis bahwa jual beli tanah ini tidak benar berdasarkan fakta-fakta yang ada, dan tidak memenuhi kriteria yang seharusnya. Ini bisa kita katakan dan menurut kami bahwa jual beli ini ilegal, tegasnya.

Saat ditanya media ini apakah ikut menyaksikan pengukuran ulang, Hellyana mengatakan jika diberitahukan atau ada undangan, kami akan datang dan menyaksikan pengukuran ulang dan mudah-mudahan tidak ada halangan, imbuhnya.

Saya berharap masalah ini dapat cepat selesai dan kami komisi I akan mengadakan rapat dulu untuk mengambil kesimpulan langkah apa baiknya dan jangan sampai ke jalur Hukum. Jika pun nantinya tidak ada titik penyelesaian, mau tidak mau diselesaikan dengan jalur Hukum, ungkap Hellyana. (sm).

 

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!





Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional