3 Point Penting Rapat WPR Beltim, Burhanudin: Kita Mengatur Pertambangan Secara Legal

Belitung Timur, rakyatbicara.co.id – Wakil Bupati Belitung Timur (Beltim) Burhanudin (Aan) memimpin rapat pembahasan rekomendasi Bupati terkait draf usulan peta Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) Kabupaten Beltim di kantor Bupati Beltim, Selasa (26/01/2021).
Rapat yang dihadiri OPD terkait dan para camat serta kades se-Beltim dilaksanakan guna mendapatkan masukan atau tanggapan sebelum draf usulan peta WPR disampaikan ke Pemerintah pusat melalui pemerintah Provinsi Babel.
Hal ini adalah upaya kita bersama dalam memberikan ruang bagi masyarakat dalam melakukan aktifitas penambangan dari aspek legalitas dan kesesuaian ruang, kata Aan dalam sambutannya.
Namun demikian kata Aan, kita harus memperhatikan aspek-aspek bahwa peran masyarakat dalam aktifitas pertambangan didukung dengan kesesuaian lokasi tambang dan tata ruang wilayah yakni tata ruang wilayah kabupaten serta memenuhi daya dukung lingkungan dan daya tampung masyarakat.
Dalam hal ini Kita mengatur pertambangan secara legal dan jangan sampai orang menambang tidak sesuai dengan aturan, ungkap Wabup.
Dalam kegiatan tersebut, berbagai usulan dari desa dan kecamatan disampaikan pada rapat karena untuk penentuan WPR haruslah mempertimbangkan usulan dari Desa-Desa yang memenuhi syarat untuk direkomendasikan menjadi WPR.
Dalam rapat tersebut ada 3 point penting yang dapat disimpulkan yakni:
1. Sesuai penetapan WPR di Kabupaten Beltim berdasarkan usulan Desa agar mengevaluasi kembali pemanfaatan terhadap WPR yang ada di wilayah Desanya.
2. Berdasarkan evaluasi sesuai angka 1 diatas, diminta kepada kepala Desa untuk memberikan rekomendasi atas WPR di wilayahnya baik ada atau tidak adanya perubahan peruntukkan melalui musyawarah Desa.
3. Rekomendasi desa agar disampaikan paling lama satu minggu setelah pembahasan ini yang nantinya akan ditindaklanjuti Pemkab Beltim kepada Pemprov Babel. (ver/sm).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *