Menu

BMKG Paparkan Capaian 2020 dan Rencana Program Kerja 2021 dalam Rapat Kerja dengan DPR RI

  Dibaca : 65 kali
BMKG Paparkan Capaian 2020 dan Rencana Program Kerja 2021 dalam Rapat Kerja dengan DPR RI
Jakarta, rakyatbicara.co.id – Kepala BMKG Dwikorita Karnawati didampingi Pejabat Pimpinan Tinggi di lingkungan BMKG menghadiri Rapat Dengar Pendapat yang diselenggarakan oleh Komisi V DPR RI di Gedung Nusantara DPR RI, Selasa(9/2) dengan agenda Evaluasi Pelaksanaan Anggaran Tahun 2020 serta Program Kerja BMKG dan BNPP/BASARNAS Tahun 2021.
Dalam rapat tersebut Kepala BMKG menjelaskan prosentase capaian, target dan hasil kerja BMKG selama 2020 baik yang terealisasi beserta dengan anggaran yang telah digunakan oleh BMKG di tahun 2020.
“Perkembangan BMKG 2020 semula 3,05 T mengalami pengurangan sehingga pada akhir menjadi 2,241 T. Realisasinya saat pandemi Covid 19 kami mengalami kurang dari target, namun dengan upaya dan strategi pada akhir tahun dapat mecapai 92,60%.
Beberapa kegiatan mengalami kurang dari target terutama penyelenggaran pendidikan program Diploma karena tahun ini kami tidak menerima Taruna. Realisasi anggaran penanganan Covid mencapai 85,71% dari yang ditargetkan” tutur Dwikorita.
Dwikorita juga menyampaikan capaian strategis yang berhasil dilaksanakan. Salah satunya di bidang Meteorologi, berhasil membangun Radar Cuaca di Wamena, di lokasi yang sangat rawan karena berada di dalam mangkok diantara gunung-gunung.
Selain itu, terkait dengan kegiatan Impact Base Forecasting, BMKG secara virtual melakukan diskusi grup (training) untuk para forecaster guna meningkatkan kemampuan dalam memberikan prakiraan, juga melakukan pemasangan penambahan instrumen-instrumen untuk observasi cuaca penerbangan karena menghadapi potensi cuaca ekstrem yang dikhawatirkan banyak terjadi gangguan pada penerbangan.
“Capaian lainnya di bidang Klimatologi yaitu melakukan Sekolah Lapang Iklim, kami tingkatkan intensitas kegiatannya dan kami segerakan operasional di lapangan untuk melakukan panen.
Kami juga meningkatkan kemampuan analisis perubahan iklim, analisis ini untuk memprediksi bahwa La Nina akan datang dan terjadinya bulan-bulan untuk hujan ekstrem. Capaian utama dalam program Geofisika kami meningkatkan ketepatan dalam menyebarluaskan informasi dengan membangun sistem untuk Warning Reiciever New Generation (WRS-NG), dapat lebih cepat dalam menyebarluaskan informasi gempa bumi dan peringatan dini tsunami dapat disampaikan dalam waktu 2-4 menit.
Kami menggunakan aplikasi mobile phone info BMKG yang dinilai oleh Badan Meteorologi dunia sebagai yang terbaik dalam memberikan pelayanan informasi cuaca untuk sector khusus,”imbuhnya.
Dwikorita juga memaparkan target-target ke depan dalam penyusunan program kerja BMKG.
“Yang perlu kami tingkatkan adalah melengkapi instrumen-instrumen untuk deteksi dini, seperti radar-radar cuaca yang saat ini baru ada 41 buah dari target sesungguhnya adalah sekitar 60-70 radar cuaca. Sehingga setiap tahun kami memiliki anggaran pembelian alat-alat tersebut.
Dan kami harus berupaya semaksimal mungkin mempertahankan anggaran pemeliharaan karena peralatan kami sudah banyak yang usianya lebih dari 10 tahun, sehingga prioritas kami yaitu melakukan peremajaan / meningkatkan pemeliharaan alat-alat tersebut. Kami juga perlu menambah alat pendeteksi gempa bumi,” jelasnya.
“Sedangkan untuk kriteria utama penentuan lokasi Sekolah Lapang Iklim (SLI) diselenggarakan di daerah yang terdampak perubahan iklim, juga diselenggarakan tergantung pula pada dukungan dari pemerintah daerah terutama dinas pertanian atau dinas terkait untuk berkolaborasi sumber daya. Kami juga telah bekerjasama dengan pihak lain seperti Bank Indonesia dan dinas-dinas terkait untuk berkolaborasi,”imbuh Dwikorita.
Menanggapi apa yang disampaikan oleh BMKG, Komisi V DPR RI sepakat bahwa dalam melaksanakan refocusingdan realokasi belanja program/kegiatan untuk TA 2021 tetap mengutamakan kegiatan berbasis kerakyatan yang memberi manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat.
Komisi V DPR RI juga meminta BMKG untuk meningkatkan pemantauan terhadap fenomena iklim global seperti El Nino dan La Nina, curah hujan ekstrem, peningkatan pemantauan gempabumi dan peringatan dini tsunami serta menginformasikannya kepada publik. (Red).
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!




Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional