Menu

Pendidikan Menjadi Faktor Integral Agar Generasi Muda Bebas dari Narkoba

  Dibaca : 42 kali
Pendidikan Menjadi Faktor Integral Agar Generasi Muda Bebas dari Narkoba

Jakarta, rakyatbicara.co.id – Mengenal lebih dekat sosok perempuan mempunyai jiwa sosial dan maju dalam berpikir ini, yang mempunyai rasa sosial yang tinggi untuk berorganisasi ia dia adalah Praicy Tania Tewu, S.H lulusan Sarjana Hukum dari Univeritas Kristen Indonesia (UKI).

Berbicara perjalanan karir dan pendidikan hingga dirinya begitu mencitai dunia hukum kata Dia, memulai kuliah dari tahun 2011, tapi dulu hobbnya jalan-jalan, disaat menjalankan skripsi dirinya tertarik untuk mengangkat judul “Perlindungan Hukum terhadap pelaku usaha sewa menyewa aplikasi Airbnb”.

Diceritakan Praicy Tania Tewu dalam perjalannnya, sebelum lulus kuliah dirinya sudah coba-coba usaha macam-macam dari usaha jastip, sampai jual makanan, namun, katanya memang tidak disitu passion, jadi tidak dilanjutkan.

Akhirnya untuk memfokuskan menyelesaikan kuliahnya dimasa kuliah Praicy Tania Tewu pernah magang dikantor hukum Girsang Handayani & Partners, disana Dirinya melihat mentor-mentor menyelesaikan masalah-masalah hukum.

“Tapi pada saat itu minimnya pengetahuan didunia hukum, mendorong saya untuk ingin tahu lebih banyak lagi. Sampai akhirnya setelah lulus kuliah, mengikuti Pendidikan Khusus Profesi Advokat, dan UPA, disitu menambah keyakinan saya dengan dunia hukum. Untungnya setelah lulus PKPA & UPA, 2 minggu kemudian langsung di terima di WIEM LAW FIRM.

Dengan mentoring dari Tim WIEM, yang selalu mendorong Associatenya untuk belajar. Akhirnya disitu saya explore ketertarikan saya dibidang hukum, emang dasarnya kepo, jadi kyk kata Aristotle “The more you know, the more you realize you don’t know”.

Atas dukungan keluarga dan juga lingkungan kerja yang suportif sehingga menjadi motivasi saya untuk ambil Program Pascasarjana di Universitas Kristen Indonesia (UKI) untuk menimba ilmu hukum lebih dalam lagi,” kata Praicy Tania Tewu, S.H kepada rakyatbicara.co.id menceritakan, Jumat (25/02/2021).

Sebagai Penggiat di Yayasan Lembaga Bantuan Hukum & Gerakan Anti Narkoba Lembaga Misi Restitusi Rakyat Imparsial (YLBH & GAN LMRRI) Praicy Tania Tewu, melihat peredaran narkoba bagi generasi muda saat ini sudah sangat mengkhawatirkan.

Presiden jokowi pun tegas-tegas mengatakan bahwa indonesia sudah “darurat narkoba”. Namun peredaran barang haram ini sampai saat ini semakin menjadi-jadi. Menurutnya, pada masa tertentu, narkoba sempat menjadi popular culture, beberapa artis meninggal karena overdose, band/artist pengguna narkoba. Tawuran, anarkis yang muncul diberita-berita, sehingga, bullying itu normal. Namun masa tersebut sudah mulai ketinggalan jaman. Sekarang masanya dimana yang menjadi panutan itu sepedahan, hidup sehat, berani speak up.

Praicy Tania Tewu berpandangan, Sosialisasi dan Edukasi harus sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Harus ditangani lebih serius, sehingga sosialisasi dan edukasi tidak hanya masuk telinga kiri dan keluar telinga kanan. Perlu ada riset untuk menanggulangi hal ini, dari aspek psikologi, sosiologi hukum, dan sebagainya. Perlu ada pengawalan terhadap generasi muda, agar bebas dari narkoba, pintanya.

Adanya hukuman tegas untuk para pengedar dan pemakai agar adanya Efek Jera bagi pada saat ini yang masih belum adanya ketegasan untuk membuat efek jera bagi Praicy Tania Tewu, Perlu ada regulasi yang tegas untuk membedakan pengedar dan pemakai, untuk pengedar tentu perlu diberikan sanksi yang tegas, dan untuk pengguna perlu direhabilitasi, “karena saya yakin, pengguna itu hanya korban,” tegasnya.

Penggunaan dan peredaran narkoba ini sudah merambah kesemua aspek dari tingkat atas bahkan sampai masyarakat yg terbawah pun tercetus akan barang haram ini. Dari pandangan Praicy Tania Tewu, kalau dibilang factor kemiskinan, buktinya banyak orang-orang kaya tertangkap narkoba.

Jadi akar permasalahannya dimana, mungkin di penyediaan narkoba tersebut. Narkoba itu produksinya dari mana..? “Saya juga kurang paham, harusnya bakar aja pabriknya kalo ada,” keluhnya.

Bagi Praicy Tania Tewu, Pendidikan juga menjadi faktor integral agar generasi kedepan bebas dari narkoba, pengawasan dari orangtua, dan sekolah sangat memiliki peran yang penting.

Menurutnya, pembicaraan mengenai narkoba seharusnya bukan hal yang tabu lagi, dari jenjang SMP & SMA seharusnya mereka di perkenalkan jenis-jenis narkoba, dan akibat-akibatnya. Sehingga interaksi pertama antara anak muda dengan narkoba, bukan dari pergaulan, tapi melalui ilmu pengetahuan, imbuhnya.

Menutup perbincangan Praicy Tania Tewu SH berpandangan, untuk bersih dari narkoba, bersih dari korupsi, diperlakukan sama dimata hukum, itu cita-cita bersama, tidak hanya pemerintah.

“Karena saya yakin pemerintah telah melakukan upaya terbaiknya untuk mencegah hal tersebut. Tinggal oknum-oknumnya aja. Menyongsong seratus tahun Indonesia merderka, pada tahun 2045, generasi muda harus siap secara mental, maka dari itu perlu memiliki jiwa toleransi yang tinggi, meningkatkan budaya baca juga penting. Menyambut dunia yang borderless Generasi muda juga perlu disiapkan agar paham teknologi,” pungkasnya. (Lian).

 

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!




Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional