Pengabdian, Pemberdayaan Kualitas Lingkungan & 18 Jenis Tanaman Pangan Untuk Negeri 

Jakarta. rakyatbicara.co.id – Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia ( SIL.UI ) mengadakan peresmian program pengabdian dan pemberdayaan masyarakat bersama masyarakat Kampung Nelayan Muara Angke, Jakarta Utara, Pada Jumat (06/02/2021) siang.

Kegiatan ini merupakan puncak aksi dari rangkaian pengabdian dan pemberdayaan masyarakat SIL UI yang sudah dilakukan di Kampung Nelayan selama 5 bulan sejak Agustus 2020 dalam rangka memulihkan, menjaga, serta memelihara kualitas lingkungan (Go Green).

Dalam kegiatannya, SIL UI berhasil menanam 18 jenis bibit dan benih tanaman pangan, termasuk tanaman obat keluarga (TOGA) di lahan sempit gang Kampung Nelayan yang sudah mulai bisa dipanen warga.

Tanaman yang ditanam di antaranya seperti kencur, sereh hijau, jahe merah, kemangi, pandan, lidah buaya, sambung nyawa, cabai rawit, bayam, seledri, pakcoy, kangkung, bawang merah, salam, katuk, jeruk purut, jambu biji, dan pepaya.

Kegiatan pemanfaatan lahan tidak produktif menjadi taman pangan (edible garden) ini bertujuan membangun komunitas masyarakat dalam lingkup mikro secara gotong-royong untuk dapat memelihara lingkungan dan menjaga ketahanan pangan dengan pertanian kota demi peningkatan kualitas lingkungan, pendidikan, dan dan masyarakat yang guyub.

Manajer Riset sekaligus Kepala Program Studi S2 SIL UI Dr. Hayati Sari Hasibuan, ST., MT menegaskan “Pengabdian dan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan di Kampung Nelayan ini sangat penting untuk revitalisasi masyarakat pesisir dan ruangnya.”

Lebih lanjut Dia mengatakan, “Esensi kegiatan berkaitan dengan aspek ekosistem, masyarakat, infrastruktur, dan perekonomian di sana. Pemberdayaan dan pengabdian masyarakat juga dapat membantu memecahkan permasalahan dengan ikut melakukan penerapan, pengembangkan, dan penyebarluasan ilmu yang sudah dilakukan.”

Selain itu juga SIL UI telah aktif melakukan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat di Kawasan Kampung Nelayan sejak 2019. Kegiatan yang berkaitan dengan pola hidup bersih dan pemanfaatan panen air hujan untuk fasilitas umum warga di musala.

Program tahun ini dilakukan dengan tujuan yang berbeda, yaitu dengan melakukan aksi pemulihan lingkungan dengan melakukan penghijauan dan pemanfaatan sampah plastik menjadi pot sederhana.

Kegiatan Go Green dilaksanakan secara kolaboratif dengan kegiatan Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat dengan program lain seperti kegiatan UI Mengajar, Pembuatan Pojok Ramah Anak, dan pembuatan balai warga dengan berbahan dasar bambu.

Kegiatan utama aksi UI untuk Negeri (Go Green) dilakukan pada tanggal 12 dan 19 Desember 2020. Kegiatan yang dilakukan adalah edukasi urban farming dan pemasangan instalasi vertical garden yang dilakukan secara gotong-royong antara warga dengan pihak UI.

Pihak UI dengan penyuluh dari Suku Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian Jakarta Utara berkolaborasi memberikan edukasi pada warga Kampung Nelayan mengenai cara melakukan urban farming, mulai dari pembuatan pupuk cair dari sampah organik, penyemaian, regrowing sayuran, dan pemeliharaan tanaman.

Pemberdayaan dan pengabdian masyarakat yang telah dilakukan memberikan dampak positif bagi masyarakat Kampung Nelayan.

Terbukti, dengan implementasi urban farming pada lahan sempit di gang sebagai ruang berkebun dapat menjadi aktivitas altematif yang baik di kondisi berkurangnya mobilitas akibat PSBB yang masih berlangsung.

Selain itu, taman pangan dapat membantu warga dalam pemenuhan kebutuhan pangan harian, dan merupakan upaya yang cukup efektif dalam mengurangi sampah non organik ( Plastik ) maupun organik dari sisa dapur.

Harapannya dengan adanya kegiatan ini, warga Kampung Nelayan dapat menjaga lingkungan dan memberikan contoh yang dapat menginspirasi warga lainnya dalam melakukan pemulihan kualitas lingkungan. ( Kis/RB ).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *